Aturan Olahraga Selama Puasa dari Ahli

Aturan Olahraga Selama Puasa dari Ahli

Bagi banyak orang, berolahraga saat puasa bukan pilihan tepat. Padahal, berolahraga saat puasa itu penting untuk menjaga kebugaran tubuh Anda. Habib Noorbhai, ahli biokinesis, mengatakan bahwa jika Anda mengikuti pedoman yang benar, olahraga selama Bulan Puasa, tetap sangat aman untuk dilakukan.

Noorbhai mengatakan bahwa ada penelitian yang menunjukkan bahwa berpuasa selama 30 hari berturut-turut tanpa olahraga dapat meregresi kekuatan dan kebugaran. “Individu yang berolahraga minimal tiga hari seminggu selama 11 bulan, tapi menghindari pelatihan selama bulan Ramadan, sering menghadapi kemunduran berkaitan dengan fungsi kardiovaskular dan adaptasi imun tubuh.”

Karena itu, adalah penting bagi umat Islam untuk mempertahankan olahraga rutin mereka selama Ramadan. Noorbhai juga mengatakan bahwa jika Anda berhenti berolahraga selama satu bulan itu sama dengan kehilangan empat bulan latihan.

Dia menambahkan, sebaiknya Anda mempertahankan program olahraga yang sudah Anda lakukan selama ini dan tidak mengintensifkan latihan tersebut (peningkatan berat beban, menambah repetisi, kecepatan atau jarak) selama bulan Ramadhan.

Noorbhai mengatakan waktu yang ideal untuk berlatih adalah 90 menit sebelum matahari terbenam (berbuka puasa).

“Setelah sesi latihan moderat, tubuh tidak akan dapat mengisi cadangan glikogen yang terbakar selama latihan dengan segera sehingga mengakibatkan gejala seperti pusing dan mual. Berolahraga sebelum berbuka adalah sangat ideal karena saat berbuka puasa, tubuh segera mengganti energi dan glikogen yang hilang saat berolahraga. ”

Berikut adalah beberapa tip dari Noorbhai untuk berolahraga selama bulan Ramadhan:

  1. Hentikan latihan segera ketika merasa pusing atau mual
  2. Rencanakan kapan tidur dan kapan harus bangun. Usahakan tidur tidak kurang dari tujuh jam dalam sehari. Jika malam Anda tidur 6 jam, maka Anda bisa tidur siang 1 jam.
  3. Pertimbangkan untuk tidur siang karena tubuh Anda mengalami kelelahan lebih dari hari-hari biasa selama Ramadan. Tapi disarankan untuk tidur siang tidak lebih dari 30 menit, atau maksimal 1 jam. Karena jika lebih dari 1 jam biasanya akan lemas, bukannya meningkatkan produktivitas.
  4. Pulang kerja lebih cepat karena waktu kerja tidak dipotong oleh waktu makan siang. Ini agar Anda sempat berolahraga sebelum waktu tiba.
  5. Jika ingin melakukan latihan intermiten seperti sepakbola atau cricket, lakukan setelah matahari terbenam.
  6. Latihan yang melampaui kemampuan harus dihindari sepenuhnya.

Pedoman diet dan hidrasi

Latihan selama puasa bisa terasa berat secara fisik. Noorbhai merekomendasikan panduan berikut berkaitan dengan diet dan hidrasi selama Ramadhan:

  1. Cobalah untuk mengonsumsi enam sampai 10 gram karbohidrat per kg berat badan
  2. Makan 1 sampai 1,2 gram protein per kg berat badan.
  3. Asupan lemak baik harus 20 sampai 30 persen dari total asupan energi Anda.
  4. Pastikan untuk minum cairan yang cukup untuk mencegah defisit air
  5. Lebih sering minum pada malam hari, setelah matahari terbenam.

Selamat mencoba.

Sumber: meetdoctor

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *