Kondisi rambut cerminan kesehatan badan

Kondisi rambut cerminan kesehatan badan

Rambut lepek, rontok, berketombe atau menipis tak selalu berarti bahwa Anda kurang merawat rambut. Kondisi rambut tersebut bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan tubuh. Ada sesuatu yang salah dengan tubuh Anda.

Times of India menyebutkan bahwa masalah ketidakseimbangan hormon, anemia dan masalah tiroid bisa dideteksi dengan melihat perubahan rambut. Kondisi rambut yang berbeda dari biasanya, misalnya rambut mulai kering dan rapuh, adalah pertanda kekurangan vitamin A, protein dan berisiko mengalami gangguan tiroid.

Ahli rambut dan kulit kepala, Philip Kingsley, dan ahli gizi, Dr Charlie Clifton, dilansir Daily Mail, mengidentifikasi kondisi rambut dan masalah kesehatan yang biasa dialami. Mereka juga menyarankan berbagai diet dan nutrisi terbaik untuk mendukung kesehatan rambut dan tubuh.

Jika mengalami masalah lambatnya pertumbuhan rambut, maka menurut Kingsley dan Clifton, ada ketidakseimbangan hormon dan kekurangan vitamin B dan C serta seng. Untuk mencegahnya, Anda disarankan lebih banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B dan C.

Itu semua bisa dilakukan dengan cara memilih menu sarapan dan mengonsumsi jus jeruk dengan roti bakar gandum.

Berikut ini kondisi rambut yang mesti Anda ketahui sebagai tanda tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan dan kebutuhan nutrisi perlu dicukupi.

Rambut lepek dan berminyak

Rambut lepek dan berminyak kemungkinan disebabkan karena tubuh kekurangan zinc, asam folat dan vitamin B6. Kekurangan Zinc atau seng bisa mengakibatkan Anda kerap mengalami kelelahan.

Ini bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi bayam, protein hewani seperti daging, telur atau ikan, avokad, asparagus dan seledri.

Rambut bercabang

Tak hanya mengganggu penampilan, rambut bercabang pada ujung juga pertanda mengalami anemia. Gejala yang menyertai anemia, ditulis Wikihow, contohnya mudah merasa lelah, nyeri di dada dan palpitasi (detak jantung yang cepat).

Jika merasakan gejala itu, artinya Anda kekurangan zat besi, mangnesium dan vitamin B6. Konsumsi makanan seperti avokad, susu, sayuran hijau dan ikan bisa membantu untuk mencegah rambut bercabang. Anda bisa pula menambahkan suplemen makanan untuk atasi anemia.

Rambut kering dan rapuh

Rambut kering bukan berarti tak menggunakan kondisioner atau salah memilih sampo. Rambut kering dan mudah rontok merupakan tanda awal tubuh kekurangan nutrisi penting, seperti protein, vitamin A dan zinc serta lemak sehat.

Rambut rontok juga mengindentifikasi kalau tubuh menderita konstipasi yang disebabkan kurang mengonsumsi sayuran dan lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji. Akibatnya, rambut kekurangan nutrisi.

Bila terjadi berlarut-larut, rambut kering bisa pula disebabkan oleh masalah keseimbangan hormon tiroid.

Rambut kasar

Rambut kasar merupakan tanda kurang konsumsi protein, vitamin A dan kemungkinan adanya hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid.

Kekurangan protein yang didapatkan dengan mengonsumsi daging merah, ayam, telur, tahu, ikan dan susu. Sementara itu vitamin A banyak terkandung dalam wortel, tomat, pepaya dan paprika merah.

Namun, jika penyebabnya karena hipotiroid, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Uban

Dikutip dari laman Everydayhealth, menurut ahli penyakit kulit, Paradi Mirmirani, MD, dari The Permanente Medical Group, Vallejo, California, stres, hormon tidak seimbang atau kurangnya asupan vitamin B dan asam folat menjadi pemicu uban muncul lebih awal.

Selain memperbaiki diet, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Ketombe

WebMD menyebutkan, ketombe ditimbulkan akibat pertumbuhan jamur yang berlebihan di kulit kepala. Faktor risiko lain penyebab ketombe antara lain kulit berminyak, stres, obesitas, dingin, udara kering, dan penyakit eksim atau psoriasis.

Meskipun memalukan dan rasanya gatal, ketombe sebenarnya tidak berbahaya.

Ketombe menjadi pertanda kalau Anda kekurangan vitamin B dan asam lemak. Sebagai langkah pengobatan alami, sebaiknya perbanyak konsumsi ikan, khususnya salmon, mackerel dan tuna.

Sedangkan untuk mengatasi penumpukan ketombe bisa berkonsultasi ke dokter spesialis kulit.

 

sumber : beritagar.id

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *