Sering Kentut? Ini Penyebabnya

Sering Kentut? Ini Penyebabnya

Kentut, sesuatu yang kita alami setiap saat. Ada yang membuat hal ini jadi lelucon saat bersama teman, ada yang pura-pura tak tak mengentut dll. Apapun itu, mengentut adalah suatu reaksi tubuh yang normal.

Dikutip dari Mirror, Jumat (29/4/2016), secara rata-rata orang mengentut sebanyak 14 kali dalam sehari. Namun terkadang jumlah tersebut berlipat. Bahkan menimbulkan aroma tak sedap. Mengapa demikian?

Dokter ahli gastroenterology dari American College, Patricia Raymond kepada Refinery29 menjelaskan mengapa terkadang frekuensi kentut dapat lebih sering terjadi.

Ada alasan dibalik kejadian ini. Penelitian membuktikan ketinggian seseorang dari permukaan tanah mengakibatkan gas bertambah di seluruh tubuh. Akibatnya, gas di usus meningkat dan perut menjadi kembung.

Berada di Ketinggian
Apakah Anda pernah menyadari saat bepergian mengendarai pesawat, kuantitas kentut dapat lebih sering terjadi?

Ada alasan dibalik kejadian ini. Penelitian membuktikan ketinggian seseorang dari permukaan tanah mengakibatkan gas bertambah di seluruh tubuh. Akibatnya, gas di usus meningkat dan perut menjadi kembung.

Makanan Sehat

Tidak seluruh makanan yang kita konsumsi dapat dicerna dengan baik. Setiap makanan yang tak tercerna di usus kecil akan diteruskan ke usus besar untuk diolah.

Yang patut Anda ketahui, makanan sehat dapat menyumbang kentut yang bau. Buah, sayur, gandum utuh dan kacang-kacangan menghasilkan bau. Bawang, brokoli, bunga kol, kubus dan kecambah mengandung karbohidrat yang disebut raffinose. Makanan jenis ini sulit dicerna di lambung dan usus kecil.

Terlalu Banyak Udara
Ada dua sumber kentut manusia. Pertama yang diproduksi usus besar dan yang satu lagi udara yang kita telan dan masuk dalam saluran pencernaan.

Kabar baiknya, kentut yang disebabkan persoalan kedua tak berbau. Sementara ketut yang tak bersuara justru patut dicurigai karena aroma yang tak sedap dapat ditimbulkan.

Aerophagia merupakan ketut yang dihasilkan dari orang tersebut terlalu cepat makan, mengunyah permen karet atau minum minuman yang bersoda.

Penyerapan
Sekarang mengenai kentut yang tak bersuara tetapi menimbulkan dampak besar. Ketika Anda terlalu sering kentut, mungkin karena tubuh Anda memiliki masalah penyerapan nutrisi.

Setiap manusia memiliki reaksi berbeda untuk berbagai makanan, tetapi mayoritas kentut ini disebabkan gula dari karbohidrat yang mengandung laktosa.

Ada Sesuatu yang Lebih Serius
Kuantitas dan kualitas kentut berbeda setiap hari. Namun ketika mendapati diri Anda sering kentut, merasa ada gas maupun kembung di perut, merasa sakit dan timbul gejala lain, seperti diare atau sembelit, Dr Raymond menyarankan untuk segera menemui dokter.

Adapun kentut yang terlalu sering dan berbau busuk dapat menjadi indikator Anda mengalami suatu penyakit, seperti Irritable bowel syndrome (IBS) atau celiac. IBS merupakan gangguan pada sistem pencernaan yang menyerang usus besar dan akan hilang timbul selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Sementara celiac adalah gangguan yang dimiliki beberapa orang terhadap makanan yang mengandung gluten.

 

sumber : solopos.com

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *