Awas! Polusi Udara Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Meninggal

Awas! Polusi Udara Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Meninggal

Ketika seorang wanita sedang hamil, sangat disarankan baginya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, makanan maupun lingkungan. Karena apa? Jika ia tidak bisa menjaga kesehatan juga kebersihan di sekitarnya termasuk kesehatan lingkungan, hal ini bisa saja menyebabkan bayi di dalam kandungan tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Bahayanya lagi, hal ini juga memungkinkan adanya peningkatan risiko bayi lahir cacat hingga meninggal dunia.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, penelitian yang dilakukan pada ahli di Amerika Serikat dan Inggris menyebutkan jika kondisi lingkungan yang kumuh dan polusi udara meningkatkan risiko bayi lahir cacat dan meninggal dunia. Penelitian yang dilakukan pada 1000 kehamilan di AS tahun lalu ditemukan bahwa 18,4 bayi lahir dalam kondisi meninggal akibat polusi udara. Polusi udara sendiri bisa berupa polusi asap kendaraan bermotor, limbah industri atau pun polusi lainnya.

Sementara itu, para peneliti di Denmark menyebutkan jika polusi udara juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat serta berat badan kurang. Tim peneliti dari University of Copenhagen menemukan bahwa jika konsentrasi polutan dalam udara meningkat sebanyak 4 mikrogram per meter kubik, hal ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir dalam kondisi meninggal hingga 4 persen.

Risiko bayi meninggal saat lahir akan lebih besar jika sang ibu terlalu banyak menghirup udara yang mengandung polusi udara | Photo: Copyright asiantown.netRisiko bayi meninggal saat lahir akan lebih besar jika sang ibu terlalu banyak menghirup udara yang mengandung polusi udara

Karena risiko yang sangat berbahaya ini, Dr Marie Pedersen seorang peneliti sekaligus penulis buku kesehatan ibu dan bayi mengatakan,

Kelahiran bayi dalam kondisi meninggal adalah suatu kondisi yang sangat menyedihkan dan mampu menjadi tragedi paling buruk buat seseorang khususnya orang tua bayi. Kami masih akan terus menindak lanjuti penelitian ini dan mengetahui secara pasti apakah benar polusi udara berperan besar dalam kematian bayi yang baru lahir. Jika memang hal itu 100 persen dibenarkan, ini menjadi pengetahuan baru buat kita semua. Kita pun bisa menghindari risiko ini dengan sangat baik dan terencana.”

Profesor Jouni Jaakola dari University of Oulu mengatakan, “Polusi udara memang tidak baik buat kesehatan. Baik itu kesehatan orang dewasa, anak-anak hingga bayi yang masih dalam kandungan. Untuk mencegah risiko bayi lahir dalam kondisi meninggal, setiap wanita hamil sangat disarankan untuk tinggal dan memperbanyak aktivitas di tempat atau daerah yang sejuk, masih banyak pohon dan tumbuhannya serta jauh dari kata polusi.”

Meski temuan ini cukup mengejutkan dan menakutkan, ibu hamil tak perlu khawatir akan hal ini. Selama tidak berada di tempat yang benar-benar kumuh dan polusi udaranya sudah sangat parah, hal ini masih baik-baik saja dan tidak berbahaya bagi kesehatan ibu maupun janin. Agar ibu dan bayi di kandungan sehat, pola hidup sehat tetap harus menjadi poin pertama yang harus diperhatikan. Istirahat, olahraga ringan dan minum air putih cukup jangan pernah dilewatkan.

Semoga, informasi ini bermanfaat.

 

sumber : vemale

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *