Tips Usir Derita Morning Sickness Saat Hamil Muda

Tips Usir Derita Morning Sickness Saat Hamil Muda

Morning sickness adalah gejala umum yang kerap dirasakan oleh para ibu hamil muda, terutama saat trisemester pertama. Bahasa awamnya adalah ‘mabuk’, sebab kala itu yang dirasakan memang mual-mual dan muntah mirip orang yang sedang mabuk. Adanya perubahan hormon yang dialami ibu hamil menjadi pemicu utama, walau ada pula wanita yang tidak mengalami gangguan ini sama sekali.

Mengalami morning sickness bisa sangat mengganggu kondisi fisik bumil dan janin, sebab makanan dan minuman bergizi sulit mereka konsumsi diakibatkan rasa mual yang terus mendera.

Untuk mengatasi dan cepat mengusir morning sickness, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan seperti dilansir laman Boldsky:

Lemon

Minum air perasan lemon atau mencium aroma lemon segar bisa membantu mengusir sensitifitas hidung yang sedang peka. Kala hamil maka hormon oestrogen meningkat pesat yang menyebabkan hidung peka sekali dengan bau-bauan yang tajam. Itu sebabnya bumil sering mual akibat mencium bau berbagai hal.

Minum

Minum adalah solusi mengatasi masalah dehidrasi, akibat seringnya muntah. Minum jus buah, air putih, susu, dan berbagai jenis minuman lain untuk membuat tubuh tak kurang cairan hingga pengaruh hormon tidak terlalu banyak memengaruhi.

Jahe hangat

Konsumsi jahe hangat pun dianjurkan, untuk menghilangkan rasa mual yang terasa. Minuman ini juga berkhasiat menghangatkan, juga menambah tenaga jika diberi tambahan madu.

Makan sedikit tapi sering

Makanlah makanan apa saja yang Anda bisa makan, namun sedikit-sedikit dengan frekwensi sering. Ini membantu asam lambung untuk tidak naik drastis dan menimbulkan muntah. Bagaimana pun Anda dan janin butuh energi untuk tumbuh dan berkembang bukan?

Semoga morning sickness Anda segera hilang, dan nikmati kehamilan dengan bahagia.

 

sumber : tips kesehatan

Tips Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal

Tips Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan suatu kondisi penurunan fungsi ginjal hingga pada akhirnya tidak dapat bekerja sama sekali. Sebagai informasi, ginjal mempunyai peran yang sangat penting sebagai penyaring elektrolit tubuh, serta juga menjaga keseimbangan zat kimia dan cairan tubuh.

Maka dari itu, penderita gagal ginjal diharuskan secara rutin menjalani terapi hemodialisis selamanya untuk mengeluarkan limbah tubuh. Dikarenakan organ ini tidak berfungsi lagi, salah satu hal lain yang harus dipertimbangkan dengan cermat adalah konsumsi makanan. Hal ini bertujuan agar kondisi kesehatan tubuh tidak semakin menurun.

Beberapa tips diet untuk penderita gagal ginjal

Menurut NKUDIC (National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse), penderita gagal ginjal disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menentukan menu diet yang tepat. Ada beberapa poin penting ketika memilih makanan yang akan dikonsumsi penderita ginjal, diantaranya adalah :

1. Mengonsumsi makanan berprotein
Konsumsilah makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, dan daging namun dalam jumlah yang seimbang.

2. Mengontrol asupan potasium
Selalu mengontrol jumlah potasium (kalium) yang anda asup. Beberapa buah-buahan seperti jeruk dan pisang, serta kacang-kacangan, cokelat dan sayuran sebaiknya dihindari karena mengandung potasium yang cukup tinggi. Hal ini karena apabila terlalu banyak mengasup potasium, maka bisa membahayakan jantung anda.

3. Mengontrol jumlah air yang dikonsumsi
Apabila ginjal tidak bekerja, air akan menumpuk dengan cepat ke dalam tubuh anda. Terlalu banyak cairan dalam tubuh bisa membuat jaringan membengkak dan ini bisa menyebabkan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, dan kram selama dialisis.

4. Hindari garam
Anda disarankan untuk sebisa mungkin menghindari garam. Hal ini karena makanan yang cenderung asin dan tinggi garam dapat membuat anda terasa haus dan menahan air di tubuh anda.

5. Hindari makanan berfosfor tinggi
Kurangi atau batasi makanan-makanan seperti keju, susu, dan kacang-kacangan yang dikeringkan. Makanan-makanan tersebut mengandung mineral fosfor yang tinggi. Terlalu banyak fosfor dalam darah dapat mengakibatkan kalsium ‘pergi’ dari tulang anda sehingga pada akhirnya membuat tulang menjadi rapuh, lemah, dan dapat menyebabkan radang sendi. Umumnya, untuk mencegah permasalahan pada tulang, dokter memberikan beberapa obat khusus yang harus diminum setiap hari.

 

sumber : Artikel kesehatan

Tubuh Sering Lelah Saat Bangun Tidur? Ini Lho Penyebabnya

Tubuh Sering Lelah Saat Bangun Tidur? Ini Lho Penyebabnya

Agar tubuh merasa lebih rileks dan sehat selalu, satu hal yang sangat perlu untuk dilakukan adalah istirahat atau tidur cukup. Tapi nih ya, meski sudah tidur dan istirahat cukup, tidak jarang kita masih sering merasa lelah dan badan pegal-pegal. Saat bangun tidur, tubuh bahkan merasa sangat lelah dan malas buat bangun ataupun melakukan aktivitas. Kira-kira, apa sih penyebab tubuh tetap lelah meski telah tidur cukup atau bahkan tidur lebih saat malam?

Dikutip dari laman huffingtonpost.com, tubuh sering merasa lelah selepas tidur bisa jadi disebabkan oleh berbagai hal. Dr Michael Decker, Ph.D, spesialis tidur dan profesor di Case Western School of Nursing mengatakan bahwa rasa lelah selepas tidur bisa disebabkan oleh berbagai hal khususnya pikiran yang kurang nyaman. Meski raga seseorang tertidur dan istirahat sementara otak terus berpikir, inilah yang memicu rasa lelah. Tak hanya itu saja, Dr Michael juga menyebutkan beberapa hal lain yang menyebabkan tubuh merasa lelah meski telah istirahat atau tidur cukup. Beberapa penyebab tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Stres

    Saat pikiran stres, depresi atau bahkan berpikir sangat keras, hal ini akan memicu tubuh merasa sangat kelelahan saat bangun tidur. Seperti yang dijelaskan di atas, meski tubuh (raga) istirahat sementara otak terus berpikir, hal ini akan memicu tubuh merasa lelah secara tidak langsung. Dr Naiman, seorang ahli kesehatan mengatakan jika stres akan mengganggu kualitas tidur seseorang. Secara kasat mata, seseorang bisa saja terlihat sangat pulas dan nyaman saat tidur. Tapi yang sebenarnya, bisa saja seseorang ini tidak nyaman dan mengalami mimpi buruk selama tidur yang membuatnya merasa lelah saat bangun.

  2. Nutrisi Untuk Tubuh Tidak Terpenuhi Dengan Baik

    Inilah penyebab paling sering kenapa seseorang sering kali merasa lelah selepas bangun tidur. Nutrisi untuk tubuh yang tidak terpenuhi dengan baik. Saat nutrisi tubuh tidak bisa terpenuhi dengan baik, hal ini akan mengakibatkan organ tubuh tidak bekerja dengan baik dan membuat tubuh mudah merasa lelah, lesu serta lemah. Tak hanya lelah selepas bangun tidur, rasa lelah itu bisa datang kapan saja dan dalam kondisi apapun.

  3. Konsumsi Obat Tertentu

    Penyebab selanjutnya yang sering kali membuat tubuh merasa lelah selepas bangun tidur adalah konsumsi obat tertentu. Dr Breus, seorang spesialis tidur mengungkapkan bahwa obat yang sering kali membuat tubuh merasa lelah selepas bangun tidur adalah obat nyeri dan anti depresan seperti halnya Excerdrin, Benadryl, NyQuil atau Zyrtec. Obat lain yang juga sering menyebabkan tubuh lelah selepas tidur adalah obat sakit jantung, tekanan darah tinggi juga diabetes. Dr Hrayr Attarian, M.D seorang ahli saraf di Rumah Sakit Northwestern Memorial of Chicago, Illonis mengatakan jika obat ini tak hanya membuat badan lelah selepas tidur saja. Lebih jauh, obat ini juga akan membuat pikiran menjadi kurang nyaman serta kesulitan tidur.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan tubuh terasa lelah selepas bangun tidur. Selain hal di atas, sebenarnya masih ada hal lain yang juga menyebabkan badan lelah selepas tidur. Misalnya saja gangguan kesehatan tulang ekor dan leher serta posisi tidur yang tidak tepat. Kebiasaan tidur terlalu malam juga dikatakan mampu memburuk kualitas tidur dan kondisi kesehatan tubuh. Kalau kamu mengalami hal ini, pastikan untuk menerapkan pola hidup sehat, olahraga, minum air putih cukup, perbanyak konsumsi sayur dan buah serta miliki istirahat atau tidur yang cukup dan di waktu yang tepat.

 

sumber :Kesehatan Tubuh

Rahasia Hidup Sehat, Kamu Harus Tahu!!

Rahasia Hidup Sehat, Kamu Harus Tahu!!

Kamu sedang tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat tetapi kamu merasa mudah lelah. Kamu tidak memiliki energi yang cukup untuk beraktifitas. Selain itu kamu merasa terus gagal dalam diet. Kamu sudah melakukan berbagai cara agar berhasil diet, tetapi bukan berhasil kamu justru gagal.

Ladies, berikut adalah cara agar kamu berhasil menjalankan diet dan tetap menjalani hidup sehat. Yuk, simak penjelasan dari vemale sebagai berikut:

  • Manjakan Dirimu

    Saat kamu merasa jenuh dan tidak tahu harus berbuat apa, yang seharusnya kamu lakukan adalah mencoba untuk memanjakan dirimu. Lakukan hal yang membuat kamu merasa bahagia. Hal ini akan membantu kamu akan merasa lebih bahagia sehingga kamu lebih sehat. Pola hidup sehat dimulai dari hati yang bahagia.

  • Berhenti Merokok

    Jika saat ini kamu merokok, cara memulai hidup sehat adalah dengan berhenti merokok. Jika kamu merasa merokok dapat mengurangi stres maka kamu dapat melakukan hal lain yang dapat menghilangkan stres, tentu hal yang positif. Misalnya berkumpul bersama teman atau keluarga.

  • Selama ini kamu merasa diet kamu gagal, bisa jadi ada yang salah dengan diet kamu. Mengatur ulang menu diet kamu dapat membantu diet kamu berjalan lebih baik. Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, makanan rendah lemak, dan minum air putih yang cukup bisa menjadi alternatif pilihan kesehatan kamu.

    Olah Tubuh

  • Tidak hanya menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, menjaga tubuh tetap fit dapat kamu lakukan dengan melakukan olah tubuh. Tubuh yang fit akan membuat kamu lebih sehat dan fresh. Olah tubuh juga efektif membakar kalori dalam tubuh dan mengubahnya menjadi energi.

Bagaimana Ladies, untuk sehat tidak sulit bukan. Belajar tentang kesehatan akan membantu kamu untuk tetap sehat dan bersemangat. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Anda punya kisah inspirasi  atau punya tips keren seputar kesehatan? Silakan kirim ke herbamim@gmail.com

 

sumber : Hidup sehat

Memencet Jerawat Bikin Kulit Wajah Rusak, Stop Dari Sekarang!

Memencet Jerawat Bikin Kulit Wajah Rusak, Stop Dari Sekarang!

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang kerap dialami oleh hampir semua orang. Ketika mengalami masalah jerawat, tidak jarang seseorang akan memencet jerawat dan berusaha keras untuk mengeluarkan cairan putih di dalamnya. Tapi, tahukah kamu? Memencet atau mengeluarkan isi jerawat justru bisa menyebabkan kulit menjadi rusak dan tidak bersih lagi.

Dikutip dari laman metro.co.uk, kebiasaan buruk memencet jerawat bisa menyebabkan kulit wajah menjadi tidak halus lagi. Jerawat yang dipencet sebelum waktunya bisa saja menimbulkan bekas luka yang akan membuat kulit berlubang. Yang lebih sering, kebiasaan memencet jerawat bisa menyebabkan bekas luka jerawat berwarna hitam di kulit.

Seorang ahli dermatologi menjelaskan bahwa memencet jerawat akan menyebabkan infeksi pada kulit. Infeksi bisa saja disebabkan karena virus dan bakteri yang menempel di jari tangan selama memencet jerawat. Ahli dermatologi yang bernama Michelle Rodrigues dari St Vincent, Hospital’s, Melbourne mengungkapkan memencet jerawat juga bisa menyebabkan munculnya jerawat baru.

Memencet jerawat ini bahkan bisa mendorong munculnya sel kulit mati dan bakteri di bawah permukaan kulit. Kalau sel kulit mati dan bakteri muncul semakin banyak, bisa saja hal ini menyebabkan rusaknya kesehatan serta kecantikan kulit. Michelle mengatakan, “Memencet dan mencoba mengeluarkan isi jerawat bukan solusi yang baik untuk mengatasi masalah jerawat. Memencet jerawat justru bisa bikin kulit menjadi rusak dan jerawat yang muncul pun semakin parah.”

Namun nih, kalau jerawat nggak dipencet, hal ini juga bisa membahayakan kesehatan kulit. Isi jerawat yang dibiarkan begitu saja bisa menumpuk di lapisan bawah kulit dan akan menyebabkan munculnya benjolan di kulit seperti halnya yang terjadi pada pria berikut ini. Duh, ngeri banget kan kalau sudah begini?

Kalau pun kamu ingin memencet jerawat, konsultasikan hal ini dengan dokter atau ahli kesehatan kulit. Disarankan, agar kamu memencet jerawat setelah jerawat tersebut telah siap dipencet. Biasanya, jerawat siap dipencet setelah satu minggu kemunculannya. Sementara itu, para ahli tetap menyarankan agar kita semua memperlakukan kulit dengan baik agar tidak muncul jerawat. Para ahli juga menyarankan alangkah baiknya jika kita mengatasi masalah jerawat ini dengan memanfaatkan bahan alami sekaligus melakukan konsultasi di ahli kesehatan kulit.

So, mulai sekarang stop kebiasaan buruk memencet jerawat ya? Agar tak muncul jerawat, pastikan untuk menjaga kebersihan kulit dengan baik, konsumsi sayur dan buah sehat serta minum air putih banyak. Hindari berbagai makanan yang bisa menyebabkan munculnya jerawat. Jangan lupa pula untuk selalu membersihkan make up sebelum tidur.

 

Anda punya kisah inspirasi  atau punya tips keren seputar kesehatan? Silakan kirim ke herbamim@gmail.com

 

sumber : Jerawat

Kenali Penyebab Mata Bengkak

Kenali Penyebab Mata Bengkak

Mata bengkak bisa disebabkan karena edema atau kelebihan cairan dalam jaringan ikat di sekitar mata. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut, seperti infeksi, trauma, cedera di sekitar mata, hingga menangis dalam waktu yang lama.

Beberapa Penyebab Mata Bengkak

Kondisi yang juga biasa disebut periorbital ini sering terjadi di kelopak mata. Penyebab umum lainnya adalah alergi, di mana alergi ini kadang-kadang disertai dengan gejala mata merah ataupun gatal.

Selain itu, masih ada banyak lagi penyebab mata bengkak, diantaranya adalah :

1. Dermatochalasis

Kelopak mata bengkak bisa berhubungan dengan usia. Hal ini khususnya terjadi saat kulit bagian atas kelopak mata mengalami penurunan (dermatochalasis) dan tidak kencang lagi. Penurunan kulit kelopak mata bagian atas bisa mengganggu penglihatan.

Bagian pinggir kelopak mata juga memungkinkan untuk mengalami penurunan, dan kondisi ini disebut ptosis. Ptosis juga dapat dihubungkan dengan usia seseorang, dan kondisi ini tidak terjadi langsung begitu saja. Walaupun jarang terjadi, ptosis dapat disebabkan oleh myasthenia gravis atau tumor otak. Gejala ini tidak datang dengan sendirinya, karena umumnya diiringi dengan beberapa gejala lain dari penyakit yang mendasarinya.

2. Alergi

Menyambung poin sebelumnya tentang alergi, mata bengkak bisa diartikan juga dengan bentuk reaksi alami tubuh terhadap alergi. Alergi juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada mata, biasanya ditandai dengan mata merah, gatal, dan mata berair.

Saat seseorang terserang alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi terhadap alergen dengan cara mengeluarkan histamin, di mana zat ini dianggap sebagai pemicu terjadinya mata bengkak.

Alergen merupakan pencetus alergi, bisa berupa benda atau unsur lainnya. Alergen yang mengakibatkan mata bengkak dapat berasal dari dalam ataupun luar rumah. Dari dalam rumah bisa datang dari bulu peliharaan seperti kucing, ataupun jamur-jamur kecil di dinding dalam rumah yang lembab. Sedangkan dari luar rumah bisa datang dari serbuk sari bunga.

3. Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa menjadi penyebab mata bengkak. Orang yang kurang tidur kemungkinan mempunyai kulit yang berkerut, tidak segar, dan memiliki lingkaran hitam di bawah mata.

Kortisol juga dilepaskan tubuh ketika seseorang kurang tidur atau kurang istirahat. Hormon stres ini diketahui dapat memecah kolagen sehingga kulit akan berkerut dan tidak kenyal lagi seiring berjalannya waktu. Kurang tidur juga bisa menyebabkan penurunan produksi hormon pertumbuhan sehingga akan mengurangi ketebalan kulit, kerapuhan tulang, dan berkurangnya massa otot.

4. Blefaritis

Penyebab mata bengkak lainnya adalah blefaritis. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, dan dapat terjadi dalam dua bentuk, yakni posterior dan anterior. Posterior adalah bentuk peradangan yang terjadi di tepi bagian dalam kelopak mata, sedangkan anterior terjadi di tepi bagian luarnya. Penyebab dari blefaritis luar dapat berupa bakteri. Sedangkan pada bagian dalam kelopak mata, umumnya terjadi karena gangguan kelenjar minyak.

Keduanya, selain menyebabkan mata bengkak, ternyata juga bisa membuat mata terasa gatal, perih, mata merah, dan terlalu peka saat melihat sinar. Blefaritis juga dapat membuat penglihatan kabur, kulit di dasar bulu mata mengelupas, dan mata kering.

Dikarenakan blefaritis jarang bisa pulih sepenuhnya, penting untuk diperhatikan agar selalu menjaga kebersihan kelopak mata. Apabila kondisi peradangan sudah sangat parah, umumnya obat tetes mata steroid atau antibiotik menjadi pilihan pengobatan.

5. Sengatan Serangga

Meskipun jarang, sengatan atau gigitan serangga dapat menyebabkan syok anafilaktik. Beberapa sengatan jenis serangga yang memberikan efek tersebut adalah tawon dan lebah. Selain area mata, sengatan serangga juga bisa menyebabkan pembengkakan secara cepat pada area lainnya seperti daerah bibir dan lidah. Efek yang ditimbulkan berupa pusing, nyeri perut, mengi, sulit bernapas, bahkan pingsan.

6. Kista Meibomian atau Kalazion

Kalazion atau kista meibomian adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan di bagian kelopak mata. Hal ini membuat mata tampak bengkak. Munculnya benjolan tersebut umumnya disebabkan karena peradangan di dalam kelenjar kulit. Benjolan pada kelopak mata biasanya bertahan hingga beberapa hari atau bisa juga hitungan minggu. Selain menyebabkan mata bengkak, benjolan ini kadang-kadang menyebabkan kelopak mata terasa sakit saat disentuh dan terlihat kemerahan.

Kista meibomian disebabkan oleh kelenjar minyak di kelopak mata yang tersumbat. Ketika terjadi penyumbatan, kelenjar ini masih terus memproduksi minyak. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan sehingga terjadilah benjolan pada kelopak mata. Ketika pecah, minyak yang menumpuk tersebut akan mengalir menuju jaringan di kelopak mata, dan ini menyebabkan peradangan.

sumber : todaywomenhealth.com

7 Cara untuk Mengontrol Gula Mengidam Anda

7 Cara untuk Mengontrol Gula Mengidam Anda

Entah itu roti dan pasta atau cokelat dan kue Anda mendambakan, di sini adalah tujuh cara mudah untuk mengendalikan kebiasaan gula Anda – dan kesehatan Anda.

If you think your habit is out of control, take a step back, analyze how you feel, and figure out what’s at the root of your sugar cravings. One way to properly assess your sugar intake is by using a food journal such as My Calorie Counter that calculates the total amount of sugar you’re consuming. Once you’ve done that, Everyday Health nutritionist Kelly MacDonald, MS, RD, LDN, suggests a few easy adjustments that will help you survive the sugar season that begins at Halloween and continues through the end of the year – and help you keep your sugar intake (and the scale) in check year-round:

  1. “Psychoanalyze” your eating habits. Ask yourself why you’re reaching for carbs and soda. Do you really want the food itself, or is it an emotional response triggered by stress or habit? Eating carbs and sugar triggers the release of the feel-good brain chemical serotonin, which can make you think you want the sugar when what you really want are the calm, happy feelings it produces.
  2. Switch to whole grains. Compared to white bread and rice, the complex carbs in whole grains such as quinoa, brown rice, and oats are packed with filling fiber, which prevents the blood sugar spikes and dips that lead to sugar cravings. Eating whole grains has been linked to a lower diabetes risk and sustained weight loss over time.
  3. Reach for healthier sweet snacks. When sugar cravings hit, try to satisfy them with a healthier option such as whole fresh fruit or nonfat yogurt. Although both contain natural sugar, they also have other healthy nutrients like antioxidants, vitamins, protein, and fiber.
  4. Keep sugar out of the house. On Halloween, it’s tempting to fill up on candy for trick-or-treaters or leftovers from your kids’ loot. Avoid temptation by handing out non-sugar options to trick-or-treaters, such as school supplies, small toys, or small bags of nuts.
  5. Plan your meals. As holiday season begins, it’s hard to avoid sugar temptation. Plan ahead to make sure you’re not caught around the office cookie plate on an empty stomach. If you’re throwing or cooking for a holiday party, bring a fresh fruit salad instead of a pecan pie, for example. Chances are, there are other sugar-minded dieters at the party who will thank you for it.
  6. Be honest with yourself. The only way you’ll really stop or prevent a sugar addiction is to constantly keep yourself honest. Use a food journal to keep tabs on your diet. If you’re eating more sugar than usual or find yourself constantly battling cravings, add more fresh produce and whole grains.
  7. Stop after a few bites. Teitelbaum says a little dessert every night is fine, but the key is to limit the portion. Your taste buds are saturated with sugar after just a few bites, so it’s best to have a few spoonfuls of Ben and Jerry’s to satisfy your sweet tooth and put the rest back in the freezer.

sumber : 7 Cara untuk Mengontrol Gula Mengidam Anda

Apa Protein?

Apa Protein?

Setiap jaringan tunggal dan bagian dari tubuh manusia mengandung protein.
Protein – bersama dengan asam amino, yang membentuk protein – dianggap blok bangunan kehidupan.

Setiap sel dalam tubuh Anda, dari otot dan tulang untuk kulit dan rambut, mengandung protein.

Protein terdiri dari asam amino yang melekat satu sama lain dalam rantai panjang.

Sampai dengan 20 jenis asam amino dapat dikombinasikan untuk membuat protein, dan urutan asam amino menentukan struktur dan fungsi masing-masing protein dalam tubuh Anda.

Protein melakukan banyak hal penting dalam tubuh Anda, termasuk:

Menyediakan sumber energi
sel membantu memperbaiki dan membuat yang baru
Mengatur jaringan tubuh Anda dan organ
Mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak, remaja, dan wanita hamil
Bagaimana Kita Dapatkan Protein?

Anda mendapatkan protein dari makanan yang Anda makan. Ketika Anda makan makanan yang mengandung protein, protein dipecah oleh tubuh Anda menjadi asam amino.

sumber hewani seperti daging, unggas, ikan, dan telur sangat kaya dengan protein.

produk non-hewani juga dapat memberikan jumlah yang cukup protein. sumber tanaman yang dapat memberikan sejumlah besar protein termasuk produk kedelai, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan beberapa butir (seperti gandum dan quinoa).

Bagi kebanyakan orang, makan diet seimbang akan memberikan cukup protein tanpa perlu suplemen protein.

The Institute of Medicine merekomendasikan bahwa orang dewasa mendapatkan minimal 8 gram sehari protein untuk setiap 20 pon berat badan, dan mengatakan bahwa mendapatkan 10 sampai 35 persen kalori dari protein adalah rentang sehat bagi kebanyakan orang.

Kebanyakan orang dewasa memerlukan dua sampai tiga porsi makanan kaya protein setiap hari.

Namun, rekomendasi ini dapat bervariasi tergantung pada usia dan kesehatan, dan mungkin sangat berbeda untuk anak-anak dan remaja.

Berikut ini adalah contoh dari ukuran porsi makanan kaya protein:

2 sampai 3 ons dimasak daging tanpa lemak, unggas, atau ikan
1/2 cangkir kacang kering dimasak
1 telur
2 sendok makan selai kacang
1 ons keju
Sumber protein yang baik meliputi:

Turki
Ayam tanpa kulit
Banteng
Daging sapi tanpa lemak
daging babi
Ikan atau kerang
Kacang (termasuk pinto, hitam, ginjal, lentil, kacang polong split, dan garbanzo atau chickpea)
Kacang-kacangan dan biji-bijian (termasuk almond, hazelnut, kacang-kacangan, selai kacang, kacang, kemiri, biji bunga matahari, dan kenari)
produk protein kedelai, seperti tahu dan tempe
produk susu rendah lemak
Sangat penting untuk mempertimbangkan kandungan lemak dari makanan kaya protein ketika memutuskan apa yang harus makan. Idealnya, Anda harus berusaha untuk makanan yang tinggi protein dan rendah lemak jenuh.

Bahkan, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan seperti ikan, ayam, kacang, dan kacang-kacangan di tempat daging merah dapat menurunkan risiko kematian dini dan kondisi kesehatan tertentu, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Dapat Terlalu Banyak Protein Jadilah Sehat?

Ketika tubuh Anda memiliki terlalu banyak protein, berikut ini dapat terjadi:

komplikasi gastrointestinal, seperti kembung
komplikasi hati
Sakit perut
Diare
Peningkatan risiko gout (penumpukan asam urat dalam tubuh, menyebabkan peradangan sendi)
penurunan yang tidak sehat tekanan darah
Perubahan pola makan
Peningkatan beban kerja pada ginjal
Jumlah protein yang Anda dapatkan melalui diet yang seimbang biasanya aman.

Namun, berbicara dengan dokter Anda jika Anda berencana untuk mengikuti diet yang sangat tinggi protein atau satu yang mencakup protein atau asam amino suplemen.

Protein dan Alergi Makanan

Ketika orang memiliki alergi makanan, itu berarti bahwa sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan terhadap setidaknya satu jenis protein dalam makanan. Makanan yang mengandung protein berikut bertanggung jawab untuk sebagian besar reaksi alergi makanan:

Susu sapi
telur
Ikan
kerang-kerangan
kacang pohon
kacang tanah
Kedelai
Gandum
Hubungi dokter Anda jika Anda berpikir Anda mungkin memiliki alergi terhadap makanan.

sumber
protein; Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Apa protein dan apa yang mereka lakukan? Genetika Depan Referensi.

Prevent Osteoporosis Through Your Diet

Prevent Osteoporosis Through Your Diet

Certain foods can help you fend off osteoporosis. Learn the best sources to get the bone-building nutrients your body needs.

perbedaan-tulang-osteoporosis

Since researchers first described osteoporosis in the early 1940s, much has been learned about bone loss and how to prevent it. Osteoporosis is a disease that results from bone loss, or the loss of bone density and tissue. It is normal to lose some bone density as you age, but some people are at risk of losing a greater amount than others and developing osteoporosis. Fortunately, you can help lower your risk of bone loss by eating a diet rich in the nutrients that keep your bones healthy and strong.

Preventing Osteoporosis Through Diet: Calcium

Calcium is essential for healthy bones. The body uses and loses calcium every day. If more calcium is lost than is replaced, bone loss occurs.

Because the body does not make calcium, you must get calcium from the foods you eat. The amount of calcium needed in your diet every day is 1,200 milligrams for adults over 50 years old; 1,000 mg for adults ages 19 to 50; and 1,300 mg for children ages 9 to 18. However, in the United States, most people get only half the recommended amount, or about one and a half dairy servings per day, according to Janet Tietyen, PhD, RD, associate extension professor at the University of Kentucky’s School of Human Environmental Sciences. Additionally, says Tietyen, “Women age 20 and over average only slightly more than one serving of dairy foods per day.”

“Dairy foods are rich sources of calcium,” says Tietyen. “Milk, yogurt, cheese, and frozen desserts are popular sources of calcium with 300 mg or more in a one-cup or one-ounce serving. Dairy foods with lower fat and water content are more concentrated sources of calcium.” Dairy foods also provide another nutrient, phosphorus, needed to work with calcium.

“Some vegetables, like leafy greens, contain 150 to 270 mg of calcium a serving,” Tietyen adds. Other sources of calcium include:

  • Sardines and salmon with bones
  • Tofu (the amount varies, so read the label before you buy)
  • Almonds
  • Calcium-fortified foods such as orange juice and cereals

If you can’t eat dairy foods because of lactose intolerance, Tietyen recommends trying different dairy products to see if some give you less trouble than others. For instance, yogurt might not bother you the way milk does. If you find that you can’t get enough calcium from the foods you eat, a daily supplement may help you get your minimum.

Preventing Osteoporosis Through Diet: Protein

“Protein is the next most important nutrient for bone health,” says Tietyen. Good sources of protein are:

  • Meats, poultry, and fish
  • Nuts and seeds
  • Dairy products
  • Dry beans and peas
  • Eggs

Because both low- and high-protein diets can affect your body’s ability to best use calcium, eating protein in moderation is your best bet. The protein requirement for women age 19 and over is 46 grams per day; it’s 56 grams per day for men of the same age.

Preventing Osteoporosis Through Diet: Other Nutrients for Strong Bones

Vitamin D is necessary for calcium absorption and consequently to prevent bone loss. The daily recommendations for vitamin D are 400 to 800 International Units (IU) for adults under age 50, and 800 to 1,000 IU daily for adults age 50 and older. People may be able to meet their vitamin D needs by getting at least 15 minutes a day of sun exposure. If you’re housebound or live in a colder climate, you may benefit from taking daily vitamin D supplements of 400 to 600 IU. If you drink milk for the calcium, you may also be getting vitamin D because it’s usually added to milk; other food sources are egg yolks, saltwater fish, and liver.

Magnesium, zinc, copper, iron, fluoride, and vitamins A and C are also required to prevent bone loss. Eating a well-balanced diet that includes plenty of fruits and vegetables, whole grains, meats, beans, nuts, and seeds helps ensure that you’re getting what you need.

Preventing Osteoporosis Through Diet: The Food vs. Supplement Debate

Getting at least the minimum recommended amount of needed nutrients every day is most important in maintaining healthy bones and preventing bone loss and osteoporosis. Tietyen advises that you try to get your nutrients from food rather than relying on multi-vitamins. “If three or four servings of dairy foods just do not fit into your daily diet, a multi-vitamin will provide about 400 IUs of vitamin D,” says Tietyen. She also recommends taking a separate calcium supplement because calcium can interact with other nutrients.

Get to know the nutrients necessary in preventing bone loss, and make sure your diet is serving up sufficient portions of vital bone-building foods.

source :Prevent Osteoporosis Through Your Diet

10 Rekomendasi Untuk Mengontrol Gula Darah

10 Rekomendasi Untuk Mengontrol Gula Darah

Diabetes adalah suatu kondisi yang rumit karena ada begitu banyak faktor yang bisa mempengaruhi gula darah di tubuh anda.

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menunjukkan jenismakanan terbaik bagi penderita diabetes. Dan ketika anda mengerti seberapa besar faktor makanan dapat mempengaruhi seseorang terhadap diabetes, atau mempengaruhi perkembangan seseorang dari penyakit, maka anda akan mudah memahaminya. Sementara makanan merupakan kunci utamanya, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Beberapa Tips Mengontrol Gula Darah

Berikut ini adalah pilihan atau rekomendasi terbaik yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan atau mengontrol kadar glukosa darah dan insulin yang sehat, seperti yang diberitakan oleh Reader’s Diggest’s Best Health.

1. Tertawa

Ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa tertawa bisa menjadi obat yang murah untuk mengontrol kadar gula darah pada level yang baik. Penderita diabetes yang menonton film komedi setelah makan malam diketahui mengalami kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menyaksikan berita-berita membosankan. Jangan biarkan diri anda stres berkepanjangan saat mengalami diabetes. Tertawa sekali-kali tentunya bukanlah hal yang buruk.

2. Konsumsi Produk Susu

Sebuah studi yang melibatkan 3000 orang menemukan bahwa orang kelebihan berat badan yang mengonsumsi susu atau produk susu lainnya, 70% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan resistensi insulin dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Hal ini karena laktosa, protein, dan lemak dalam produk susu dapat memperbaiki gula darah dengan dan memperlambat konversi gula makanan ke gula darah.

3. Penuhi Kebutuhan Magnesium

Sebuah studi yang melibatkan wanita menemukan bahwa asupan tinggi magnesium dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 10% secara keseluruhan, dan sekitar 20% pada wanita kelebihan berat badan. Anda bisa memenuhi kebutuhan magnesium dengan mengonsumsi alpukat, bayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan.

4. Konsumsi Kayu Manis

Dalam sebuah penelitian di Pakistan, orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi 1 g/ 3 g/ 6 g kayu manis diketahui mengalami penurunan kadar gula darah mereka antara 18-29% tergantung dari jumlah yang dikonsumsi. Tentunya bukanlah hal yang sulit untuk mencari kayu manis. Anda bisa menambahkan kayu manis dalam kopi, teh, ataupun yogurt.

5. Cukup Tidur

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur memiliki efek yang serius terhadap gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh anda. Maka dari itu penuhi kebutuhan tidur yang cukup yakni sekitar 6-8 jam.

6. Pangkas Lemak Jenuh

Hasil dari sebuah studi di Amerika yang melibatkan 3000 orang menunjukkan bahwa anda memiliki kesempatan yang jauh lebih tinggi untuk terkena diabetes jika anda memiliki tingkat lemak jenuh dalam tubuh anda. Oleh sebab itu, hindari atau setidaknya kurangi makanan-makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

7. Jalan Kaki

Sebuah studi skala besar di Amerika menunjukkan bahwa berjalan 2 km sehari akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berjalan 10 km dalam seminggu juga akan mengurangi kesempatan kematian akibat penyakit jantung sebesar 34% pada penderita diabetes.

8. Konsumsi Grapefruit

Orang Indonesia mungkin masih asing dengan buah ini. Namun grapefruit termasuk dalam golongan buah jeruk. Buah ini mungkin mirip seperti jeruk Bali, namun grapefruit mempunyai daging berwarna merah keunguan dan kulit berwarna oranye. Kembali ke topik gula darah, peneliti Amerika melakukan penelitian terhadap 50 pasien obesitas yang diminta untuk mengonsumsi setengah buah grapefruit sehabis waktu makan selama 12 minggu dan membandingkannya dengan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Pasien yang makan grapefruit rata-rata mengalami penurunan berat badan sebesar 1,6 kg. Mereka juga memiliki level insulin dan glukosa yang lebih rendah setelah makan, menunjukkan metabolisme gula yang lebih efisien.

9. Konsumsi Legume

Legume termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Contoh legume atau kacang-kacangan yang populer adalah kacang tanah, kacang lentil, buncis, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, dan lain sebagainya. Penelitian menunjukkan bahwa makan 75 g kacang-kacangan sehari bisa menstabilkan gula darah dan insulin anda.

10. Rilekskan otot tubuh

Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah menegangkan otot tubuh selama 10 menit setiap hari, kemudian merilekskannya, secara signifikan dapat memperbaiki kadar gula darah terutama pada orang yang gula darahnya tinggi.