Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

Siapa bilang manfaat menangis itu nggak ada?

Kelamaan menangis memang bisa membuat mata kamu merah dan bengkak. Namun, siapa sangka kalau menangis itu ada pengaruh baiknya, bagi kesehatan tubuh dan pikiran! Nggak percaya? Berikut ini Astaga! akan mengulas beberapa manfaat menangis. Siap-siap, ya!

MEMBANTU PENGLIHATAN MATA

Tau nggak sih, air mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur. So, air mata juga berguna untuk pengelihatan kamu.

MEMBUNUH BAKTERI

Nggak perlu obat tetes mata, air mata juga bisa berfungsi sebagai antibakteri alami, lho! Air mata mengandung cairan lisozom yang dapat membunuh hampir sekitar 90-95% bakteri-bakteri pada mata, hanya dalam waktu 5 menit. Wow!

MENGELUARKAN RACUN

Seorang ahli biokimia, William Frey pernah melakukan beberapa studi tentang air mata. Ia menemukan bahwa air mata yang keluar saat kita menangis karena luapan emosional ternyata mengandung racun. Wah, lumayan juga ya untuk membuang racun dalam tubuh!

MENGURANGI STRES

Nah, ini nih yang paling penting buat kita. Menangis bisa mengurangi stres, lho! Selain itu, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres, seperti tekanan darah tinggi. Ajaib banget nggak, sih?

Itulah beberapa manfaat menangis bagi kesehatan. Nah, mulai sekarang, jangan segan untuk menangis, karena ternyata itu baik untuk kesehatan mata kamu!

Sumber:

http://disehat.com/manfaat-menangis-bagi-kesehatan-yang-perlu-anda-ketahui/

http://argakencana.blogspot.co.id/2012/06/7-manfaat-menangis-bagi-kesehatan.html

http://www.cintamela.com/manfaat-menangis-untuk-kesehatan-kamu-wajib-tahu/

http://www.pengensehat.com/manfaat-menangis-bagi-kesehatan.htm

Google Patenkan Metode Ambil Darah Tanpa Jarum

Google Patenkan Metode Ambil Darah Tanpa Jarum

Google mematenkan sebuah alat kesehatan yang mampu menyedot darah dari ujung jari tanpa harus menusuk kulit dengan jarum

Pengambilan darah dengan jarum suntik kerap jadi pengalaman menakutkan untuk sebagian orang. Membayangkan prosesnya saja kadang sudah bikin ngilu.

Nah, Google rupanya punya ide untuk membuat proses ini jadi tak terlalu menyeramkan.

Caranya, seperti dijelaskan dalam sebuah paten teknologi medis yang baru-baru ini diajukan Google, adalah dengan memakai alat kecil untuk menembakkan partikel nano ke kulit di ujung jari atau bagian tubuh lain.

Darah yang keluar kemudian dihisap ke dalam tabung mungil dengan tekanan negatif. Pengambil darah ini dipadankan dengan perangkat lain berbentuk mirip arloji yang dikenakan di pergelangan tangan, mungkin sebagai alat penguji sample.

Karena ukurannya kecil, jumlah darah yang diambil pun sedikit, tapi masih bisa dipakai untuk beberapa keperluan, seperti uji diabetes.

“Aplikasinya bisa untuk tes glukosa,” sebut Google dalam dokumen paten, sebagaimana dirangkumNextren dari The Verge, Senin (7/12/2015).

Sayang, karena masih berwujud paten, belum jelas kapan persisnya alat pengambil darah praktis tersebut bakal terwujud. Itu pun kalau ia benar-benar dikembangkan oleh Google.

Sang raksasa internet memang dikenal gemar mematenkan ide-ide terkait teknologi medis. Sebelum ini, Google pernah pula membikin konsep lensa kontak pintar dan perban yang terhubung ke cloud.

(Oik Yusuf/Nextren.com)

Apa Kata Golongan Darah Tentang Anda?

Apa Kata Golongan Darah Tentang Anda?

Sains dan tradisi Jepang menunjukkan bahwa golongan darah dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan dan personalitas Anda!

Darah manusia terbuat dari unsur-unsur dasar yang sama, tetapi ada beberapa hal yang membedakan empat golongan darah. Apa yang membuat empat golongan darah yang berbeda adalah antigen—sistem pertahanan kekebalan tubuh, yang terdapat pada permukaan sel darah merah.

Pada tahun 1930, seorang profesor Jepang bernama Tokeji Furukawa menerbitkan sebuah makalah yang mengklaim bahwa golongan darah individu—A, B, AB dan O—mencerminkan kepribadian dari orang-orang yang memiliki mereka.

Sejak itu, kategorisasi golongan darah  dan  “ketsueki-gata” telah menjadi tertanam kuat dalam budaya Jepang. Televisi dan surat kabar Jepang menawarkan jenis horoskop darah, dan buku yang menjelaskan detail hubungan antara golongan darah dan kepribadian selalu menjadi bestseller.

Tapi seperti astrologi, korelasi ilmiah antara golongan darah dan kepribadian tetap belum terbukti.

Sudah ada banyak penelitian yang merinci bagaimana jenis darah dapat mengungkapkan pola kesehatan pribadi. Diperkirakan bahwa jenis darah yang berbeda dapat melindungi kita dari penyakit yang berbeda; para ilmuwan telah menemukan hubungan antara jenis darah dan penyakit sejak pertengahan abad ke-20.

Nah, sekarang, simaklah seperti apa kata golongan darah Anda menurut sains, dan untuk bersenang-senang, kami sisipkan ketsueki-gata juga.

Golongan darah A

Tipe A hanya memiliki antigen A pada sel darah merah dan antibodi B dalam plasma; jika Anda memiliki tipe darah A, Anda dapat menyumbangkan sel darah merah untuk tipe A dan AB.

Susunan antigen pada sel darah merah seseorang dapat menentukan berapa banyak hormon tertentu akan dilepaskan. Jika memiliki tipe darah A, Anda lebih mungkin memiliki tingkat hormon stres kortisol yang lebih tinggi dalam tubuh Anda.

Ada sejumlah risiko kesehatan yang berhubungan dengan tipe darah A, seperti resiko 20 persen lebih tinggi terkena kanker perut dibandingkan dengan jenis O dan B, dan 5 persen peningkatan risiko untuk penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang bergolongan O.

Selain itu, jika memiliki tipe darah A, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker pankreas dan leukemia, Anda juga lebih rentan terhadap infeksi cacar dan malaria berat. Ironisnya, orang-orang dengan tipe A juga diketahui kurang menarik bagi nyamuk,  jadi ada alasan untuk bersukacita!

Menurut ketsueki-gata, jika memiliki golongan darah A, Anda memiliki beberapa ciri menonjol. Anda tekun, kreatif, rasional, pendiam, sabar dan bertanggung jawab (meskipun Anda juga keras kepala dan tegang).

Golongan darah B

Jika memiliki tipe darah B, Anda memiliki antigen B pada sel darah merah dan antibodi A dalam plasma; Anda dapat menyumbangkan sel darah merah untuk orang-orang dengan golongan darah B dan AB.

Mereka dengan golongan darah B memiliki resiko penyakit jantung 11 persen lebih tinggi dari orang-orang dengan golongan darah O.

Sebuah studi di Harvard University menemukan bahwa wanita dengan golongan darah AB atau B memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker ovarium, tetapi jika Anda memiliki tipe darah B, itu bukan berita buruk. Mereka yang bergolongan darah B memiliki hingga 50.000 kali jumlah bakteri baik dibandingkan orang dengan baik tipe darah A atau O, yang berarti segala macam hal akan baik-baik saja.

Dalam hal ketsueki-gata? Anda bisa bangga pada gairah Anda, sifat aktif, kreativitas dan kekuatan. Di sisi lain, Anda juga egois, tidak bertanggung jawab, tak kenal ampun dan labil.

Golongan darah AB

Mereka dengan golongan darah AB memiliki kedua antigen A dan B pada sel darah merah, tetapi tidak antibodi A maupun B dalam plasma. Jika Anda memiliki golongan darah AB positif, Anda merupakan pendonor plasma yang universal. Orang dengan tipe darah AB memiliki 23 persen peningkatan risiko penyakit jantung dibanding orang-orang dengan golongan darah O. Memiliki darah AB dapat melipatgandakan peluang seorang ibu hamil akan menderita dari kondisi tekanan darah yang disebut pre-eklampsia.

Sebuah studi golongan darah yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah AB 82 persen lebih mungkin untuk memiliki kesulitan kognitif, khususnya di daerah-daerah seperti ingatan, bahasa dan perhatian dibanding orang-orang dengan golongan darah lain. Para peneliti menduga bahwa protein pembekuan dikenal sebagai faktor koagulasi VIII-lah penyebabnya.

Menurut ketsueki-gata, jika memiliki jenis darah AB, Anda keren (jangan besar kepala!), terkendali, rasional, mudah beradaptasi. Anda juga kritis, tegas, pelupa dan tidak bertanggung jawab.

Golongan darah O

Jika termasuk dalam golongan darah O, Anda tak memiliki baik antigen A maupun B pada sel darah merah, namun memiliki kedua antibodi A dan B dalam plasma.Golongan darah  O rhesus positif adalah golongan darah yang paling umum; O negatif adalah jenis donor universal, yang berarti orang-orang dengan golongan darah ini dapat menyumbangkan sel darah merah kepada siapa pun.

Anda yang bergolongan darah O rentan terkena maag. Anda juga berisiko lebih tinggi terhadap penyakit kolera. Kabar baiknya adalah bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah untuk kanker pankreas dan menghadapi risiko kematian lebih rendah dari malaria dibanding orang dengan golongan darah lainnya. Tapi payahnya, tipe darah O dua kali lebih mungkin untuk menjadi magnet nyamuk dibandingkan dengan tipe darah A.

Jika Anda memiliki jenis darah O, ketsueki-gata menunjukkan bahwa Anda percaya diri, pengambil keputusan sendiri, berkemauan keras dan intuitif; sayangnya, Anda juga egois, dingin, tidak terduga dan berpotensi workaholic.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Mother Nature Network)

Mengapa Golongan Darah AB Sangat Jarang?

Mengapa Golongan Darah AB Sangat Jarang?

Menurut penelitian yang dilakukan Stanford School of Medicine, hanya 4 persen penduduk dunia yang memiliki golongan darah AB.

Bila Anda termasuk orang yang memiliki golongan darah AB, berarti Anda unik karena golongan darah ini sangatlah jarang. Mengapa tipe darah ini sangat sedikit?

Setiap orang mewarisi golongan darahnya dalam gen. Gen golongan darah menyandikan protein yang terekspresi di permukaan sel darah dan hal ini bisa dideteksi di laboratorium.

Sebelum masuk lebih dalam lagi, kita harus mengetahui bahwa setiap darah mengandung komponen dasar yang sama, yakni sel darah merah, sel darah putih, platelet, dan plasma.

Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang belakang. Bagian darah ini bekerja keras membawa oksigen ke seluruh tubuh. Setiap dua atau tiga tetes darah memiliki sekitar satu juta sel darah.

Sel darah merah memiliki jumlah yang jauh melebihi platelet yang berfungsi menghentikan perdarahan dengan membekukan pembuluh darah yang terluka, serta sel darah putih yang melindungi tubuh dari patogen dan penyakit.

Untuk setiap 600 sel darah merah terdapat 40 platelet dan hanya satu sel darah putih.

Pada permukaan sel darah merah, ada protein yang terikat dengan karbohidrat, yang sangat penting untuk menunjukkan sel darah merah. Penanda berukuran mikroskopik ini disebut juga dengan antigen, dikelompokkan ke dalam 8 golongan, yakni A,B,AB, dan O, yang masing-masingnya bisa “positif”, atau “negatif”.

“Golongan darah A berarti Anda memiliki sedikitnya satu kelompok gen darah A. Tipe darah A hanya memiliki antigen A,” kata Dr.Leslie Silberstein, juru bicara American Society of Hematology.

Seperti halnya dengan golongan darah B yang hanya memiliki antigen B, sementara golongan darah AB memiliki antigen A dan B, serta golongan darah O memiliki antigen A atau B pada permukaan sel darah merahnya.

Keempat golongan darah ini sangat penting karena menunjukkan tipe darah yang bisa diterima lewat transfusi. Pasien yang menerima tipe darah yang tidak tepat bisa mengalami reaksi berbahaya, sistem imun dalam tubuhnya akan mengenali antigen asing di permukaan sel darah lalu menyerangnya.

Jadi, jika Anda memberi darah golongan A kepada pasien yang bergolongan darah B, tubuhnya akan memberi respon imun dengan cara menyerangnya karena dianggap sebagai musuh.

Sementara itu, jika darah Anda termasuk “positif” berarti mengandung antigen resus D, atau jika “negatif” maka tidak memiliki antigen itu. Penanda ini juga sangat penting diketahui sebelum mendapat donor darah.

Langka

Menurut penelitian yang dilakukan Stanford School of Medicine, proporsi golongan darah dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

– O positif: 37,4 persen
– O negatif: 6,6 persen
– A positif: 35.7 persen
– A negatif: 6,3 persen
– B positif: 8,5 persen
– B negatif: 1,5 persen
– AB positif: 3,4 persen
– AB negatif: 0.6 persen

Prosentase tersebut memang berbeda-beda tergantung pada wilayah negara. misalnya saja golongan darah B lebih banyak ditemukan pada orang dari Asia dibanding pada orang Kaukasia. Sementara golongan darah O banyak dimiliki orang dari Amerika latin.

Walau begitu, dari penelitian itu terlihat jelas bahwa golongan darah AB sangat jarang. Walau kita mewarisi satu gen untuk tipe darah dari masing-masing orangtua, tetapi cukup sulit menghasilkan tipe AB.

Misalnya saja orang dengan golongan darah A bisa mewarisi gen A dari kedua orangtuanya atau gen A dari salah satu orangtua dan gen O dari pihak lainnya. Golongan darah B juga begitu. Sementara orang bergolongan darah O mewarisi dua gen O.

Orang dengan golongan darah AB mewarisi gen A dari satu pihak orangtua dan gen B dari pihak lainnya. Berdasarkan jumlah orang yang bergolongan darah A dan B termasuk kecil, maka kemungkinannya juga rendah kombinasi ini terjadi.

Walau demikian, memiliki golongan darah yang langka ternyata juga memiliki keuntungan. Orang bergolongan darah AB positif bisa menerima semua tipe darah, sehingga disebut juga dengan penerima universal.

Bila Anda termasuk orang yang memberi, keuntungan terbesar adalah yang bergolongan darah O karena bisa dterima oleh siapa saja. Orang bergolongan darah O juga disebut donor universal.

(Lusia Kus Anna/Kompas.com)

Ketahui Risiko Penyakit dari Golongan Darah

Ketahui Risiko Penyakit dari Golongan Darah

Penelitian ilmiah yang solid telah menemukan keterkaitan antara golongan darah dengan hal-hal yang menyebabkan suatu penyakit.

Ada banyak yang dapat diungkapkan dari golongan darah Anda. Carilah di internet dan Anda akan temukan banyak artikel yang menghubungkan golongan darah dengan segala macam, seperti diet dan kecocokan dengan pasangan. Tapi, mungkin tidak banyak penelitian yang mendukung klaim artikel-artikel tersebut.

Di sisi lain, ada juga beberapa penelitian ilmiah yang solid telah menemukan keterkaitan antara golongan darah dengan hal-hal di bawah ini. (Baca : Mengapa Golongan Darah AB Sangat Jarang?)

1. Daya tarik Anda terhadap nyamuk
Orang dengan golongan darah O berisiko sampai dua kali lipat menarik spesies nyamuk tertentu dibandingkan orang dengan golongan darah lainnya, menurut sebuah studi dari Jepang Institute of Pest Control Technology.

Tapi, ada juga kabar baik bagi Anda: Penelitian menunjukkan, Anda cenderung kurang berisiko menderita penyakit malaria-mungkin karena protein malaria yang mematikan sulit melekat pada sel darah O.

2. Bakteri di usus Anda
Orang tidak bisa berhenti berbicara tentang probiotik, mikroba usus, dan pengaruh bakteri yang hidup dalam sistem pencernaan terhadap kesehatan. Beberapa tahun yang lalu, para peneliti di Eropa menemukan spesies bakteri di usus terdiri dari tiga kategori yang berbeda.

Para peneliti berhipotesis-tapi tidak membuktikan-bahwa perbedaan ini mungkin berdasarkan pada golongan darah seseorang. Sejak itu, tim terpisah dari Finlandia menemukan korelasi antara golongan darah dan jenis tertentu bakteri usus.

Implikasi dari hal ini cukup besar; jika dokter bisa memprediksi strain bakteri apa yang menghuni usus berdasarkan golongan darah Anda, dokter dapat merencanakan pola makan dan pengobatan yang lebih akurat.

(Baca juga : Apa Kata Golongan Darah Tentang Anda?)

3. Risiko alkoholisme
Beberapa studi menemukan hubungan antara golongan darah A dengan tingkat risiko alkoholisme. Akhir -akhir ini, juga ada banyak penelitian yang menemukan hubungan antara komponen darah tertentu yang disebut antigen terhadap risiko kecanduan alkohol.

Studi ini menunjukkan, antigen tipe A dapat mengubah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alkohol dengan cara yang memengaruhi intoksikasi.

Faktor genetik juga memengaruhi sekitar 50% risiko alkoholisme, menurut National Institutes of Health.

4. Daya tahan terhadap stres
Sudah banyak studi yang menghubungkan antara peningkatan kadar hormon stres kortisol dengan banyak hal seperti junk food dan penuaan dini.

Sebuah studi dari U.S. Department of Veterans Affairs menunjukkan, bahwa tingkat kortisol golongan darah O lebih tinggi dari golongan darah lainnya, sehingga lebih rentan terhadap stres.

5. Risiko menjadi obsesif
Orang dengan golongan darah A mungkin lebih cenderung memiliki gangguan dan perilaku obsesif-kompulsif atau OCD, menurut sebuah studi dalam jurnal Neuropsychobiology. (Baca pula : Google Patenkan Metode Ambil Darah Tanpa Jarum)

Sebuah studi baru dari para peneliti Jepang menemukan korelasi antara golongan darah A dengan sifat persisten, yang didefinisikan oleh penulis sebagai rajin dan tekun walau sudah di ambang atau masuk fase frustrasi dan kelelahan.

(Lily Turangan / Women Health via Kompas.com)

7 dari 10 Wanita Pilih Artikel Kesehatan Ketimbang Politik

7 dari 10 Wanita Pilih Artikel Kesehatan Ketimbang Politik

Perempuan ternyata lebih memilih berita kesehatan ketimbang politik. Riset Inside.ID pada kuartal pertama 2016 menunjukkan pria lebih senang dengan topik lebih berat dibandingkan perempuan yang cenderung memilih topik ringan.

“Tujuh dari sepuluh wanita yang menjadi responden memilih berita dengan topik seputar kesehatan,” kata Andres Christian, Head of Research Inside.ID, Rabu, 13 April 2016.

Riset yang sama juga menunjukkan enam dari sepuluh wanita lebih memilih berita tentang liburan dan wisata. Sebab, kata dia, perempuan menganggap berita sebagai bacaan di kala senggang. Hal itu dibuktikan oleh hasil riset yang mengungkapkan alasan perempuan membaca berita.

Berbeda dengan pria, kata Andreas, yang lebih memilih berita teknologi dan politik. “Tujuh dari sepuluh pria memilih berita politik dan teknologi sebagai bacaan mereka sehari-hari,” ujarnya.

Berdasarkan hasil riset, berita teknologi dibaca 72 persen responden pria, sementara berita politik dibaca 70 persen responden pria. Menurut Andreas, cara pandang pria atas kebutuhan membaca berita membuat pilihan berita yang dibaca pun berbeda dari perempuan.

Dia mengatakan pria cenderung menjadikan berita sebagai bahan obrolan. “Dengan bacaan politik dan teknologi yang mereka konsumsi, responden pria cenderung akan menjadikannya bahan diskusi dengan rekan kerja atau kolega,” tuturnya.
5
Andres mengatakan riset yang sama tahun sebelumnya menunjukkan berita teknologi berada di bawah berita politik. Namun, pada tahun ini, berita teknologi berhasil mengalahkan berita politik. “Ternyata pesatnya perkembangan teknologi meningkatkan animo masyarakat dalam mengkonsumsi berita-berita teknologi,” ucap Andres.

BACA JUGA Teknologi Baru Menjaga Kesehatan Jantung

sumber : 7 dari 10 Wanita Pilih Artikel Kesehatan Ketimbang Politik

Teknologi Baru Menjaga Kesehatan Jantung

Teknologi Baru Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit Kardiovaskular atau Cardiovascular Disease (Heart Disease) sudah terbukti merupakan penyebab utama kematian di dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 memperlihatkan bahwa sekitar 37 persen kematian penduduk Indonesia disebabkan penyakit Kardiovaskular.

Namun, bukan berarti penyakit ini tak bisa dicegah. Specialist Interventional Cardiologist Mount Elizabeth Hospital Singapore, Dr Dinesh Nair mengungkapkan bahwa menghindari pola makan yang tidak sehat adalah salah satu upayanya. Sayangnya, di Indoenesia, masih banyak warga yang tidak mengindahkannya.

“Makanan cepat saji, kebiasaan merokok, dan stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat kini. Survei yang dilakukan oleh AC Nielsen menunjukkan bahwa 69% masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan tidak sehat yang meningkatkan risiko terserang Penyakit Kardiovaskular,” ujar Dr Dinesh  dalam rilis acara Teknologi Baru untuk Menjaga Kesehatan Jantung.

Bergaul Baik bagi Kesehatan

Bergaul Baik bagi Kesehatan

Kunci hidup sehat sampai tua, tak hanya rutin berolahraga dan menjaga pola makan, namun juga memiliki ikatan sosial yang kuat dengan sekitarnya. Kurang bergaul atau tidak memiliki hubungan sosial, dianggap berakibat buruk bagi kesehatan. Hal itu sama halnya seperti obesitas, inflamasi dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Hasil studi yang dilakukan peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill, Amerika Serikat (AS), Profesor Kathleen Mullan Harris, menyimpulkan, sangat penting mendorong para remaja dan orang muda untuk membangun keterampilan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Itu sama halnya seperti memiliki pola makan yang sehat dan aktif secara fisik.

Seseorang bisa panjang umur jika memiliki hubungan sosial yang baik. Kaitan sosial yang dimiliki akan mengurangi risiko gangguan kesehatan di setiap tahapan hidup.
Dampak dari kurang bergaul itu ternyata bukan hanya dirasakan mental, tapi juga fisik. Sudah banyak juga penelitian yang mengupas dampak kesepian bagi kesehatan.

Pada remaja, lanjut wanita pakar sosiologi tersebut, isolasi sosial akan meningkatkan risiko inflamasi seperti halnya kurang berolahraga. Sedangkan di kalangan usia lanjut, isolasi sosial lebih berefek negatif, setara dengan menderita diabetes karena memicu hipertensi.

Di usia dewasa, bukan koneksi sosial yang penting, tetapi apakah pergaulan itu memberikan dukungan sosial atau tidak.

“Kaitan antara kesehatan dan level ikatan sosial sangat terasa di awal dan akhir kehidupan. Sedangkan di usia pertengahan, yang penting adalah kualitasnya, bukan kuantitas pertemanan,” kata Harris.

Dia bahkan menyatakan, ikatan sosial dalam bentuk persahabatan bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Itu karena orang yang memiliki kehidupan sosial aktif, risiko kematiannya turun sampai 50% karena jarang sakit. Pertemanan yang saling mendukung penting bagi kesehatan kelompok remaja dan lanjut usia. Sebab, pada tahap kehidupan tersebut seseorang akan secara sukarela membuat ikatan sosial.

Lebih mudah sakit
Sementara itu, saran dari para peneliti di Universitas Chicago dan Universitas California agar kita jangan pernah membiarkan diri berlarut-larut dalam kesepian. Sebab, menurut hasil penelian mereka, hal itu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya membuat kita lebih mudah sakit.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Prosiding National Academy of Sciences tersebut diungkapkan, rasa kesepian dapat memicu perubahan sel dalam tubuh. Kemampuan tubuh untuk melawan penyakit jadi berkurang dan meningkatkan risiko peradangan.

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati hubungan sosial 141 orang tua dan kaitannya dengan risiko penyakit. Kesimpulannya, kesepian tak hanya membuat hidup sengsara, tapi juga berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental manusia.
Menurut para peneliti, kesepian merupakan masalah kesehatan. Namun, mereka menyatakan, pada dasarnya orang yang kesepian sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dibanding orang yang tidak kesepian.

 

sumber :bergaul

Candu Game Online Hambat Tumbuh Kembang Anak

Candu Game Online Hambat Tumbuh Kembang Anak

Kemunculan generasi gadget yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agaknya membawa kekhawatiran tersendiri bagi praktisi kesehatan, pemerhati anak, serta orang tua. Pasalnya, penggunaan gadget yang keliru, termasuk juga pengenalan gadget yang terlalu dini berpotensi mengganggu seluruh aspek perkembangan anak.
Karena itu, orang tua jangan terlalu cepat berpuas hati jika ada balita yang sudah pintar mengoperasikan gadget karena bisa jadi itu adalah awal dari kemerosotan perkembangan! Tentang itu akan kita bahas lebih mendetail pada edisi selanjutnya karena pada edisi ini kita akan lebih fokus pada bagian kecil dari gadget itu sendiri yakni game atau permainan online.

Seyogianya bermain merupakan salah satu unsur penting dalam stimulasi perkembangan fisik, emosi, mental, intelektual, kreativitas, dan sosial seorang anak. Sedangkan pemainan online merupakan permainan yang berbasis elektronik visual yang dapat diakses dari rumah, warung internet, konsol serta gadget dengan menggunakan jaringan internet. Secara prinsip, permainan online tersebut tentu saja berbeda dengan permainan secara harfiah.

Mirip dengan penggunaan narkotika, alkohol, maupun konten porno, permainan online juga berpotensi menimbulkan adiksi atau kecanduan. Karakter dari perilaku adiksi yakni yang bersangkutan selalu ingin mengulang suatu perbuatan sekalipun ia paham bahwa perbuatan tersebut tidak berguna, bahkan cenderung membawa kerugian.

Di samping itu, pada adiksi akan timbul rasa cemas, gelisah, marah, serta ketidaknyamanan lain saat objek adiksi tidak terpenuhi. Adiksi sering dijadikan pelarian atas perasaan negatif hingga pada akhirnya pelaku menerimanya sebagai bagian dari diri. Perilaku adiksi juga akan semakin parah jika dilakukan semakin sering dan diterima oleh lingkungan sekitarnya.

Data di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pengguna permainan online adalah kalangan anak dan remaja (68%). Dari angka 68% tersebut, 25%-nya adalah anak balita, 55% anak usia sekolah, dan 20% usia remaja. Secara gender, sebanyak 52% penikmat permainan online adalah anak laki-laki dan 48% sisanya adalah anak perempuan. Bagian yang ironis, 25% dari anak laki-laki tersebut dan 19% dari anak perempuan mengalami adiksi permainan online.

Permainan online berhubungan dengan pelepasan senyawa tertentu di dalam otak, sehingga berpotensi menimbulkan kecanduan. Saat keinginan untuk bermain tidak terpenuhi, maka sistem limbik di otak akan terstimulasi, sehingga terjadi pula reaksi otonom seperti peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan laju napas yang disertai dengan perasaan tidak menyenangkan yang telah disebutkan sebelumnya.

Seperti yang tersirat pada judul tulisan ini, kecanduan pemainan online sangat berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang. Aspek yang paling gampang dilihat adalah masalah sosialisasi. Anak banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin, bukan manusia, sehingga bukan tidak mungkin jika mereka akan merasa canggung dan kurang nyaman saat harus berhadapan dengan teman-temannya yang adalah manusia.

Anak yang mengalami masalah sosialisasi biasanya juga mengalami kesulitan berkomunikasi, baik berbicara, mendengarkan, maupun membaca ekspresi lawan bica. Permainan online yang melibatkan kekerasan, seperti peperangan dan pembunuhan akan memicu agresivitas dan mengikis empati anak dalam pergaulan sehari-hari.

Candu permainan online juga membuat anak kehilangan kontrol diri. Mereka merasa senang saat bermain, sehingga akan terpacu untuk terus dan terus bermain. Namun, bukan hanya masalah psikis, permainan online juga menghambat sistem motorik.

Tubuh yang kurang aktif bergerak akan kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan fungsi motorik dari otot-otot. Menatap layar gadget dalam waktu lama berpotensi menyebabkan nyeri kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.

Karena permainan online dapat menimbulkan masalah kesehatan, maka penanganannya juga dilakakukan dengan pendekatan berbasis kesehatan.

Terapi kognitif perilaku adalah salah satu alternatif. Namun, dikarenakan angka kekambuhan setelah terapi selesai masih cukup tinggi, kebanyakan praktisi kesehatan lebih memilih terapi edukasi. Terapi itu tentu saja wajib melibatkan orang tua sebagai unsur dominan. Orang tua harus berkomunikasi secara terbuka dengan anak. Namun, orang tua juga harus berhati-hati karena dengan terlalu keras melarang anak yang telah kecanduan permainan online dapat menyebabkan anak berperilaku menyimpang.

Orang tua dimotivasi untuk mendorong minat anak pada kegiatan sosial, mendukung hobi positif anak, membatasi serta menjadwalkan waktu permainan online dengan pengawasan, memanfaatkan aplikasi untuk membatasi akses permainan online, menyediakan waktu untuk berkomunikasi dan bersama-sama mencari solusi terhadap masalah yang dialami anak, serta memberikan kesempatan pada anak untuk berkonsultasi dengan figur selain orang tua semisal guru, teman, saudara dekat.

Keberhasilan terapi penanganan candu permainan online memang sulit untuk diprediksi. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan, seperti lama menderita adiksi, tingkat pendidikan, latar belakang kepribadian, lingkungan sekitar termasuk keluarga, dan sejumlah faktor lain yang tidak boleh dieliminasi begitu saja. Oleh karena hal sesepele permainan online bisa menyebabkan masalah jangka pendek maupun jangka panjang yang cukup kompleks, mungkin ada bijaknya jika kita mulai menaruh perhatian terhadap hal tersebut.

 

sumber :Game online

Waspada! Sering Kerja Lembur Sangat Buruk Bagi Kesehatan Kamu

Waspada! Sering Kerja Lembur Sangat Buruk Bagi Kesehatan Kamu

Bekerja lembur artinya menambah waktu dan tenaga ekstra untuk bekerja, baik menggunakan tenaga fisik maupun pikiran.

Menambah jam kerja demi menyelesaikan pekerjaan sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan para pekerja di zaman yang sangat kompetitif ini.

Meski perusahaan membayar waktu lembur Anda dengan sejumlah uang, namun dampak dari seringnya bekerja lembur berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik dan psikis Anda.

Berikut ini beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi pada Anda yang sering bekerja lembur dan harus diwaspadai dari sekarang seperti dikutip dari meetdoctor.com.

1. Energi terkuras habis

Energi yang terkuras habis sangat rentan dialami oleh mereka yang sering mengambil jam lembur karena kelelahan secara berlebih dan kewalahan.

Kondisi ini diakibatkan. terutama karena adanya lingkungan dan sifat pekerjaan yang memiliki tingkat stres yang tinggi, atau akibat tenaga yang terlalu diforsir, sehingga membuat Anda merasa kehabisan tenaga, sakit dan sulit tidur.

Menurut sebuah studi dari Aragon Institute of Health Sciences, orang-orang yang bekerja selama lebih dari 40 jam per minggu memiliki risiko mengalami kondisi kelelahan dan kewalahan ini.

Untuk menghindarinya, tentukan prioritas Anda dan pertimbangkan rasa bahagia Anda dalam menjalani pekerjaan tersebut ketika Anda merasa mulai kewalahan.

2. Stres dan tertekan karena penghasilan

Memang benar tambahan jam kerja berarti menambah pemasukan, namun Anda akan terus-menerus merasa tertekan dan merasa perlu terus mengambil lembur karena mengejar pemasukan tersebut.

Anda akan dilanda kebingungan memilih, karena fisik Anda sebenarnya sudah lelah, namun Anda tergantung pada pemasukan lembur.

Alhasil, Anda malah akan semakin stres.

Karenanya, lebih baik Anda bijaksana mengatur waktu bekerja agar tidak perlu mengalami kebingungan serupa.

3. Mengurangi kualitas kehidupan

Anda tidak bisa berada di dua tempat pada saat yang bersamaan, dan bekerja lembur berarti Anda kehilangan waktu berharga yang sebenarnya dapat Anda habiskan untuk orang-orang atau momen-momen yang lebih penting, terutama jika Anda sudah berkeluarga.

Memang benar penghasilan tambahan juga untuk keluarga Anda, namun waktu yang hilang tidak bisa diulang lagi.

Anda juga menjadi kesulitan menyeimbangkan kehidupan personal dengan pekerjaan, dan dapat menjadi lebih mudah emosi dan berjarak dari keluarga Anda.

4. Risiko penyakit jantung

Anda yang terbiasa bekerja 10 jam sehari memiliki risiko menderita penyakit jantung lebih besar daripada mereka yang tidak bekerja selama itu.

Selain jantung, masalah kesehatan lainnya yang berisiko dialami antara lain adalah maag, depresi, gangguan pencernaan serta kanker payudara. (*)

 

sumber : Kerja Lembur