Bawang Putih Tak Selalu Jadi Obat, Hindari Jika Sedang Sakit Ini

Bawang Putih Tak Selalu Jadi Obat, Hindari Jika Sedang Sakit Ini

Seperti yang banyak orang ketahui, bawang putih bukan hanya berfungsi sebagai bumbu masakan tapi juga menyimpan banyak manfaat kesehatan atau digunakan sebagai obat. Meski begitu, bawang putih tak kemudian bisa menyembuhkan segala penyakit.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang justru menganjurkan untuk menghindari konsumsi bawang putih. Beberapa penelitian menemukan bahwa ada enam tipe orang-orang yang sebaiknya tidak makan bawang putih apa pun alasannya, dan salah satunya adalah jika kamu punya masalah kesehatan organ hati.

Bawang putih punya kandungan antibakteri dan anti-virus yang bisa membunuh bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Mungkin karena fungsi inilah banyak orang kemudian makan bawang putih untuk mencegah hepatitis. Tapi nyatanya, sebuah penelitian ilmiah menyatakan bahwa bawang putih tak bisa mencegah, mengobati maupun membunuh virus hepatitis.

Masih belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa bawang putih bisa mengobati hepatitis dan sebagainya. Sebaliknya, beberapa kandungan alami dalam bawang putih bisa menstimulasi aktivitas usus dan perut yang berakibat pada melambatnya sekresi dalam pencernaan sehingga memperparah timbulnya gejala hepatitis, termasuk mual.

Bukan hanya itu, makan bawang putih dalam jumlah besar justru mampu menurunkan kadar hemoglobin darah dan menurunkan jumlah sel darah merah sehingga tubuh mudah mengalami anemia. Hal ini justru memperparah kondisi hepatitis.

Jadi, jika kamu punya masalah kesehatan dengan organ hati, sebaiknya jauh-jauh dari bawang putih ya.

 

sumber : vemale.com

8 Makanan Nabati Kaya Kalsium Sehat Buat Tulang & Gigi

8 Makanan Nabati Kaya Kalsium Sehat Buat Tulang & Gigi

Ketika kamu memikirkan makanan yang kaya akan kalsium, bisa saja yang pertama ada di pikiran kamu adalah susu. Yap, susu maupun segala olahannya memang dikenal kaya akan kalsium dan nutrisi yang sangat baik buat kesehatan dan kekuatan tulang maupun gigi. Tapi, jika minum susu terlalu banyak tentunya juga nggak akan baik buat kesehatan lho ya. Terlalu banyak konsumsi susu justru bisa membuat tubuh makin gemuk. Hal ini terjadi karena sebagian besar susu mengandung banyak lemak di dalamnya.

Oh iya, apa sih sebenarnya kalsium itu? Jadi gini, kalsium merupakan makro mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya, setiap hari tubuh memerlukan 100 gram kalsium. Fungsi dari kalsium sendiri adalah pembentukan atau pun menjaga kesehatan tulang dan gigi. Dan biasanya, kalsium ini akan didapatkan dari beberapa makanan yang memang mengandung banyak kalsium.

Kalau ngomongin soal makanan yang kaya akan kalsium, sebenarnya bukan hanya susu lho yang kaya akan kalsium. Lebih jauh, masih ada banyak makanan lain khususnya makanan nabati yang kaya kalsium juga. Kira-kira, apa saja makanan nabati yang kaya kalsium tersebut? Dikutip dari laman prevention.com, inilah setidaknya 8 makanan nabati kaya kalsium.

Sayur Sawi
Makanan nabati pertama yang mengandung banyak kalsium adalah sayur sawi. Para ahli mengungkapkan bahwa sayur sawi adalah sayuran hijau yang memiliki kalsium tinggi, serat tinggi dan vitamin yang sangat baik buat kesehatan. Karena kandungan kalsium pada sawi yang cukup tinggi, ia pun dikatakan sangat baik buat menjaga kesehatan tulang maupun gigi.

Kacang Kedelai
Sejak zaman dahulu kacang kedelai dikenal sebagai makanan nabati yang sangat baik buat kesehatan. Selain mengandung protein sehat yang sangat baik buat tubuh, kacang kedelai juga dikenal memiliki nutrisi berupa kalsium yang baik buat menjaga kesehatan tulang maupun gigi.

Sayur Bayam
Hampir sama dengan sayur sawi, sayur bayam juga merupakan salah satu sayuran hijau yang dikatakan mengandung kalsium cukup tinggi di dalamnya. Tak hanya kaya akan kalsium, sayur bayam juga dikatakan memiliki nutrisi lain berupa vitamin yang sangat baik buat kelangsungan kesehatan tulang maupun gigi. Tapi perlu diingat, sayur bayam yang telah dimasak dalam waktu lama dan dihangatkan kembali justru bisa bikin nutrisi di dalamnya berubah menjadi racun yang sangat berbahaya buat kesehatan.

Buah Kering
Makanan sehat selanjutnya yang kaya akan kalsium adalah buah kering. Meski buah kering kaya akan kalsium dan baik buat tulang maupun gigi, para ahli menyarankan agar kita konsumsi buah kering secukupnya. Konsumsi buah kering terlalu banyak justru bisa menyebabkan obesitas, diabetes atau masalah kesehatan lain.

Tempe
Siapa sih yang nggak kenal sama tempe. Saya yakin, semua orang khususnya di Indonesia mengenal yang namanya tempe. Karena tempe adalah makanan yang berbahan dasar kacang kedelai, tidak heran lagi jika tempe juga dikatakan sebagai makanan kaya kalsium. Tak hanya kaya kalsium, tempe juga dikenal sebagai makanan kaya protein dan lemak baik di dalamnya.

Lobak
Lobak merupakan salah satu sayuran yang biasa dimasak dengan cara disop. Ternyata nih ya, sayur lobak adalah sayuran yang kaya akan kandungan kalsium di dalamnya. Kira-kira, dalam satu buah atau batang lobak mengandung 200 mg kalsium. Karena kandungan kalsium yang cukup tinggi ini, lobak dipercaya sebagai makanan nabati yang sangat baik buat kesehatan tulang maupun gigi.

Tahu
Sama seperti tempe, tahu yang merupakan makanan berbahan dasar kacang kedelai ini juga dikenal sebagai makanan nabati kaya kalsium. Tak hanya kaya kalsium, tahu juga dikenal memiliki beragam nutrisi yang sangat baik buat kesehatan tubuh. Menariknya lagi, para ahli percaya bahwa tahu sangat baik buat kesehatan pencernaan. Ia juga sangat baik jika dikonsumsi ketika kamu sedang dalam program diet.

Kacang Almond
Tak hanya memiliki rasa yang gurih dan lezat, kacang almond ternyata juga memiliki banyak manfaat buat kesehatan maupun kecantikan. Studi menyebutkan jika kacang almond kaya akan kalsium, vitamin E dan protein yang sangat baik buat kesehatan.

Itulah beberapa makanan nabati yang kaya akan kalsium. Selain makanan di atas, makanan lain yang juga kaya akan kalsium antara lain adalah pisang, sayur brokoli, kacang putih, sayur kale, oatmeal atau sereal gandum, buah jeruk, biji wijen, sayur kubis, umbi talas dan masih banyak lagi. Well, jika kamu ingin memenuhi kebutuhan kalsium tanpa harus makan makanan hewani, kamu bisa kok makan makanan nabati kaya kalsium tersebut. Selain sangat sehat, tentunya makanan ini juga sangat mudah buat didapat. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

 

sumber : vemale.com

3 Kunci Gaya Hidup & Mindset Agar Bisa Hidup Hingga 100 Tahun

3 Kunci Gaya Hidup & Mindset Agar Bisa Hidup Hingga 100 Tahun

Siapa yang tak ingin hidup lama, menikmati dunia dan menjelajah ke berbagai tempat yang menawarkan pemandangan indah penuh tantangan? Semua orang ingin hidup sehat selalu, kuat dan bisa produktif tak peduli meski usia sudah tak muda lagi.

Tapi bagaimana caranya agar bisa hidup bahagia dan panjang umur? Sepertinya kamu butuh 3 hal berikut ini, karena menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention, 3 hal ini bisa meningkatkan potensimu berumur panjang lho.

  • Jalankan Diet Sehat

    Makan menjadi perhatian utama jika kamu mau menambah panjang usia. Sederhana saja, fokuskan makan dengan mengurangi gula dan garam, perbanyak sayuran, buah, biji-bijian dan ikan serta kurangi daging merah.

  • Olahraga Rutin

    Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang paruh baya hingga usia tua yang rajin olahraga atau beraktivitas hingga mengeluarkan keringat mampu menurunkan risiko kematian hingga 13%. Dengan kata lain, kamu akan lebih panjang umur dari orang lain jika rutin olahraga.

  • Temukan Tujuan Hidup

    Setiap orang perlu punya tujuan hidup, apa yang ingin dicapai sehingga orang tersebut akan selalu punya motivasi dan semangat untuk tetap hidup. Para peneliti yang mengumpulkan data dari 136.000 orang di Amerika Serikat dan Jepang selama 7 tahun mempelajari satu hal penting soal hidup, yaitu mengetahui bahwa mereka yang punya tujuan kuat dan bisa memaknai hidup ternyata punya 20% kemungkinan kecil cepat mati. Dengan kata lain, kamu bisa hidup lebih lama jika punya tujuan hidup.

Jadi, jika kamu belum punya 3 hal di atas dalam hidupmu, mulai sekarang juga dan hiduplah lebih lama, agar kamu bisa melihat anak cucumu hingga dewasa nantinya.

 

sumber : vemale.com

Sakit Kepala, Pahami 4 Macamnya & Apa Penyebabnya

Ada banyak macam sakit kepala yang dialami banyak orang, dan tak semua sakit kepala penyebabnya sama. Ada bagian tubuh tertentu yang bisa jadi penyebab sakit kepala dan dari bagian inilah kamu bisa mengetahui apa yang terjadi dalam tubuhmu dan bagaimana mengatasinya.
sakit-kepala

  • Alis dan Dahi

    Jika kamu sering mengalami sakit kepala di bagian alis dan dahi, kemungkinan besar kamu mengalami sakit kepala tensi yang umumnya disebabkan adanya tekanan atau stres berlebihan. Otot menjadi tegang sehingga menyebabkan sakit kepala, coba kurangi kopi dan lakukan pijatan relaksasi.

  • Dagu & Sekitar Rahang

    Sakit kepala di bagian rahang dan dagu biasanya disebabkan oleh sakit gigi. Jika kamu mengalami sakit kepala disebabkan oleh sakit gigi, bukan obat sakit kepala yang perlu kamu minum, tapi selesaikan dulu masalah kesehatan gigi kamu.

  • Sakit kepala sebelah/migrain

    Seringkali disebut sebagai migrain, dan ini berawal dari tekanan di kepala. Beberapa orang memang punya kecenderungan mengalami migrain. Kamu sebaiknya menghindari tempat ramai dan terang. Konsultasikan ke dokter karena seringkali migrain lebih sakit dari sakit kepala biasa.

  • Sakit kepala keseluruhan

    Jika sakit kepalamu menyerang seluruh kepala, jangan dibiarkan saja. Sakit kepala ini bisa jadi bukan sakit kepala biasa, sakit kepala di seluruh bagian kepala bisa jadi gejala stroke atau pembengkakan buluh darah, diungkapkan Dr. Charles Davis dari eMedicineHealth. Kamu perlu segera ke rumah sakit jika seperti ini.

Jadi, jika kamu mengalami salah satu sakit kepala di atas, kamu tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang menjadi penyebab sebenarnya sakit kepala yang kamu alami.

 

Waspada Jika Anak Tidur Mengorok

Waspada Jika Anak Tidur Mengorok

MENGOROK ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga. Ada apa di balik anak yang mengorok? Berikut info medis dari dr. Nadia Octavia.

Mengorok ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga. Mengorok merupakan kondisi seseorang yang mengeluarkan suara ketika sedang tidur.

Coba perhatikan saat anak Anda sedang tidur, apakah anak Anda mengorok? Jangan sepelekan jika anak Anda mengorok karena bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda adanya kondisi yang serius.

Apa saja penyebab mengorok?

Suara mengorok berasal dari getaran jaringan yang melapisi jalan napas bagian atas. Saat Anda tidur, otot-otot yang mengalami relaksasi dapat menyempitkan saluran napas, menyebabkan turbulensi udara dan menyebabkan jaringan lunak di tenggorokan bergetar. Jika Anda tidur telentang, lidah Anda dapat terjatuh ke belakang dan menyebabkan penyempitan saluran napas sehingga Anda pun akan mengorok.

Pada kebanyakan orang, mengorok dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengorok, antara lain:

• Amandel atau tonsil yang membengkak

• Penyempitan jalan napas

• Lidah yang jatuh menutupi jalan napas saat tidur

• Sumbatan pada hidung, misalnya oleh alergi atau kelainan septum hidung

• Obesitas

• Pembengkakkan pada tenggorokan

Pada anak-anak, pembengkakkan amandel merupakan penyebab tersering dari kebiasaan mengorok saat tidur.

Bagaimana cara menangani anak mengorok saat tidur?

Apabila mengorok menjadi suatu kebiasaan yang sering anak Anda lakukan ketika tidur, ada baiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter.

Pasalnya, adanya sumbatan pada hidung dapat meningkatkan frekuensi anak mengorok dan tidur anak akan menjadi terganggu. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan yang akan membantu anak Anda dapat tidur lebih nyenyak.

Selain itu, dapat pula menggunakan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) yang bertujuan untuk menyalurkan udara ke saluran napas bagian atas melalui masker hidung supaya jalan napas selalu terbuka.

Tindakan bedah untuk penanganan mengorok dapat meliputi pembedahan hidung, langit-langit mulut, rahang, lidah dan leher – bergantung dari lokasi jaringan yang menyebabkan terjadinya dengkuran. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis THT untuk mengetahui hal ini lebih dalam.

Bagaimana cara mencegah anak agar tidak mengorok?

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak mengorok saat tidur, antara lain:

• Menurunkan berat badan jika anak Anda mengalami obesitas

Menurunkan berat badan dapat mengurangi jumlah jaringan lemak di belakang tenggorokan anak sehingga dapat mengurangi kemungkinan anak Anda untuk mengorok.

• Tangani gangguan pada hidung

Hidung yang membengkak dapat menyebabkan anak sulit untuk bernapas dan akhirnya menyebabkan anak mengorok saat tidur.

• Tidur menyamping

Mintalah anak untuk tidur menyamping dan hindari tidur telentang. Pasalnya, tidur telentang dapat menyebabkan jaringan lunak dan lidah anak menyumbat saluran pernapasan.

– See more at: http://kesehatan.matawanita.com/read/2016/04/29/239061/waspada-jika-anak-tidur-mengorok#sthash.1fHYzNcm.dpuf