Tumor Pembuluh Darah pada Anak

Tumor Pembuluh Darah pada Anak

Kasus kelainan pembuluh darah pada anak belakangan ini banyak bermunculan, salah satunya adalah hemangioma. Apakah itu hemangioma? Hemangioma merupakan kelainan pembuluh darah berupa tumor pembuluh darah.

Hemangioma berasal dari endotel atau dinding pembuluh darah. Ada beberapa faktor yang dapat membuat anak menjadi lebih berisiko mengalami Hemangioma, yaitu perempuan, lahir prematur, lahir dengan berat badan lahir rendah dan memiliki kulit yang cerah.

Hemangioma paling sering dijumpai pada anak anak yang usianya mendekati satu tahun. Tumor jenis ini memang jinak dan tidak mengancam nyawa, namun berdampak pada psikologis anak tersebut.

Gambaran klinis yang timbul pada hemangioma  bervariasi pada setiap anak. Tanda paling awal kemunculan hemangioma yaitu timbul warna keunguan atau lilac pada kulit. Hemangioma bisa muncul dalam berbagai bentuk, bisa keras, lentur dan bisa juga muncul sebagai suatu massa di bawah kulit yang berwarna biru atau keunguan, tanpa ada bagian yang menonjol ke permukaaan.

Menurut Children’s Craniofacial Association, sampai saat ini perjalanan penyakit Hemangioma masih belum diketahui secara pasti. Namun, perlu Anda ketahui bahwa hemangioma tidak muncul ketika bayi baru lahir, melainkan muncul pada saat usia 2 minggu setelah kelahiran. Bagian tubuh yang paling sering timbul hemangioma yaitu area wajah dan leher. Hemangioma biasanya mulai kembali berkembang pada usia enam sampai 12 bulan setelah kelahiran dan mulai menyusut dan berhenti berkembang. Sebagian besar Hemangioma menyusut sangat lambat sekitar lima sampai tujuh tahun.

Sebagian besar hemangioma mengalami involusi spontan sehingga tidak memerlukan pengobatan. Tanda dari suatu involusi pada hemangioma yaitu terjadinya perubahan warna hemangioma dari biru atau keunguan menjadi keabu-abuan disertai penyusutan ukuran.

Bagaimana dengan penanganannya? Penanganan hemangioma tergantung dari kondisi klinis anak tersebut. Beberapa kasus tidak memerlukan penanganan. Tapi pada kasus tertentu, diperlukan terapi/pengobatan yang bersifat sistemik. Terapi dengan corticosteroid masih merupakan terapi pilihan utama.Tindakan pembedahan mungkin perlu dilakukan bila injeksi atau suntikan corticosteroid tidak begitu efektif pada anak tersebut karena reaksi setiap anak pada pengobatan bisa berbeda-beda. (dr. Rahajeng A.P)

Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik

Terapi Alergi Kacang: Semakin Dini, Semakin Baik

Terapi alergi kacang akan lebih berhasil jika dilakukan sedini mungkin sejak anak-anak, meski anak masih berumur sembilan bulan, sebelum program alergi tubuhnya terbentuk sempurna, dikutip dari studi ilimiah.

Terapi yang disebut imunoterapi oral ini juga dikenal dengan sebutan terapi paparan. Pada terapi ini, anak akan dipaparkan sedikit sari kacang sebagai alergen. Bertahap, jumlah paparan akan ditingkatkan sambil meningkatkan daya tahan terhadap alergen.

“Jika Anda alergi kacang, pengobatan dini akan memberi manfaat jangka panjang bahkan setelah menghentikan pengobatan,” kata pemimpin studi Dr Wesley Burks, ahli a alergi pediatrik di University of North Carolina di Chapel Hill School of Medicine.

Studi ini melibatkan 37 anak-anak antara sembilan sampai 36 bulan. Mereka dipaparkan kacang, baik dosis rendah maupun tinggi setiap hari selama sekitar 29 bulan. Kemudian, semua anak-anak tidak diberi kacang selama satu bulan setelah perawatan. Setelah itu, protein kacang diperkenalkan kembali.

Hasilnya, hampir 80 persen dari bayi dan balita yang menjalani kedua dosis pengobatan, bisa makan makanan yang mengandung kacang  tanpa reaksi alergi, kata Burks.

“Setelah penelitian, kami masih terus mengikuti perkembangan mereka dan hasilnya tetap baik,” katanya. Periode tindak lanjut memakan waktu dua tahun, dan manfaat yang diberikan terbukti tahan lama.

Burks juga membandingkan 37 anak di atas dengan 154 anak lainnya yang juga alergi kacang, dan menemukan anak yang mendapat terapi pemaparan sebanyak 19 kali lebih mungkin untuk bisa makan kacang tanpa masalah di kemudian hari.

Mengobati anak-anak sejak dini  juga dapat menghindarkan mereka dari gejala penyakit lambung, kata Burks. Sementara anak-anak yang lebih tua yang berusia lima  sampai tujuh tahun sering mengeluh masalah perut selama terapi paparan dan harus drop out dari terapi.

Burks menekankan bahwa terapi paparan bukan bertujuan agar anak-anak bisa makan kacang seenaknya,  tapi agar anak-anak dapat menghindari reaksi yang mengancam jiwa jika mereka tidak sadar makan makanan mengandung kacang.

Biasanya, tujuan inilah yang diinginkan oleh orang tua dengan anak alergi kacang. Ada satu peringatan penting: Orang tua jangan pernah mencoba terapi pemaparan sendiri, kata Burks.

“Itu bukan sesuatu yang dapat dilakukan orangtua di rumah dengan selamat,” katanya. “Jika mereka melakukannya mereka bisa mendapat  risiko reaksi alergi yang serius.”

Studi ini dipublikasikan secara online pada 10 Agustus di Journal of Allergy and Clinical Immunology.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

sumber : meetdoctor.com/

Melatih Anak Punya Empati Agar Lebih Sukses Dan Bahagia

Melatih Anak Punya Empati Agar Lebih Sukses Dan Bahagia

Di dunia yang makin intoleran dan penuh prasangka ini, penting untuk mengajari anak-anak memiliki rasa empati. Dalam hal ini, orang tua adalah teladan di dalam keseharianmereka.

Sejak lahir, anak-anak ternyata memiliki kemampuan alami untuk menyayangi orang lain dan benda-benda di sekitarnya. Selanjutnya, kemampuan ini dipengaruhi oleh perkembangan kemampuan lain, seperti rasa ingin tahu dan hasrat untuk memenuhi kebutuhannya nanti. Ada kalanya pula dia marah saat seorang teman memegang mainan kesayangannya. Di sinilah peran orang tua direalisasikan dalam mengarahkan anak untuk pandai mengelola emosi dan belajar untuk bersikap positif.

Empati sebagai Bagian Keseharian

Secara alami, sebagian anak lebih mudah merasakan empati kepada orang lain, sementara sebagian lain kurang peka. Bagaimanapun juga, hal ini masih dapat dilatih lewat keseharian. Berikut panduan umum yang dapat dipilih sesuai usia Si Kecil. Umumnya, seorang anak baru dapat sepenuhnya memahami konsep empati pada kisaran usia 8-9 tahun. Tetapi pada usia lima tahun pun, dia sudah dapat menyatakan perasaan tentang bagaimana dirinya ingin diperlakukan, sekaligus bagaimana sebaiknya memperlakukan orang lain.

Mengenali dan mengelola emosi sendiri

Empati membutuhkan pengelolaan emosi diri sendiri.

  • Ajak dia untuk mengenali emosi yang sedang dirasakannya agar lebih mudah merasakan yang mungkin dirasakan orang lain. Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara, seperti menyediakan kumpulan stiker bergambarkan ekspresi emosi dasar, mencakup wajah sedih, marah, dan senang. Tiap hari minta dia memilih salah satu stiker yang bisa menggambarkan perasaannya. Jika memungkinkan, bujuk dia untuk menceritakan alasan kesedihan, kesenangan, atau kemarahannya.
  • Ajari dia untuk dapat mengelola emosinya sendiri. Ajak dia berlatih menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan-lahan. Kemarahan yang menguasai sering membuat orang tidak dapat berempati.

Latihan mengelola emosi merupakan proses jangka panjang dan bahkan bisa terus berlanjut hingga dewasa.

Interaksi dengan orang lain

Bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain menjadi petunjuk apakah dia telah mengembangkan sikap empatinya.

  • Tegur anak jika melakukan hal-hal yang menjurus kepada sikap kasar atau tidak sopan, seperti meludahi temannya. Ingatkan dia juga untuk jangan meniru perbuatan tidak sopan orang lain. Menurut seorang psikoterapis, jangan pernah membuat pengecualian atas tindakan-tindakan yang sangat tidak dapat diterima, seperti memukul, apa pun alasannya atau di mana pun lokasinya.
  • Jadikan pekerjaan rumah tangga sebagai bagian dari aktivitas keseharian seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Berikan dia tanggung jawab ringan, seperti membereskan tempat tidur dan mainannya sendiri, mengelap kaca, atau menyiram tanaman di kebun.
  • Jelaskan pekerjaan orang-orang yang berada di sekelilingnya, terutama yang sering dianggap tidak terlalu penting, seperti tukang sapu jalan atau pengangkut sampah. Jelaskan bahwa jika mereka tidak ada, sampah akan menumpuk di jalanan dan berisiko menimbulkan penyakit. Dari sini dia akan belajar menghargai kehadiran orang lain yang sering dipandang sebelah mata.
  • Ingatkan Si Kecil untuk tidak menyapa teman-temannya dengan panggilan yang tidak menyenangkan, apalagi dengan kata-kata yang cenderung mengolok-olok. Ajak dia membayangkan bagaimana jika situasi tersebut terjadi pada dirinya.
  • Beri konsekuensi saat dia melanggar ketentuan atau peraturan tertentu. Beberapa hukuman yang dapat diterapkan antara lain, tidak boleh bermain dengan mainan favoritnya selama satu hari. Sesuaikan konsekuensi ini dengan usianya.
  • Berikan pujian atas adanya sikap dan tindakan yang baik, meski bukan dia yang lakukan. Ucapkan seperti, “Wah, baik sekali orang yang membantu nenek tadi menyeberang jalan.” Ini juga dapat dilakukan saat menonton TV atau membacakan cerita di rumah. Anda dapat menunjuk karakter yang sedang bersedih, lalu tanyakan kepadanya, “Apa yang harus dia lakukan supaya nggaksedih lagi?” Lama-kelamaan dia akan memahami bahwa perbuatan baik adalah tindakan yang terpuji.
  • Mengikutsertakannya ke dalam olahraga beregu dapat membuat anak belajar untuk mau bekerja sama, menunggu giliran, belajar untuk berusaha menang, sekaligus belajar menerima kekalahan.

Selain langkah di atas, Anda juga dapat mengajaknya melakukan hal-hal sederhana untuk orang lain, seperti membawakan makanan untuk tetangga yang sakit, mendonasikan pakaian, mainan bekas untuk korban bencana alam, atau sekedar mempersilakan orang lain untuk berjalan lebih dulu keluar dari pintu.

Anak akan mencontoh orang tua

Anda adalah teladan anak dalam berempati. Cermati apakah keseharian Anda sudah mencerminkan hal-hal di bawah ini.

Bicaralah dengan tenang menggunakan pilihan kata yang baik kepada anak. Ini akan menjadi contoh utama bagi anak untuk bersikap di masa mendatang. Saat dia berbuat salah atau marah, bersikaplah tegas. Ingatlah bahwa sikap tegas berbeda dengan kasar.

Meski mungkin terasa sulit, segera minta maaf kepadanya saat Anda bersalah. Anak akan belajar untuk menyadari bahwa siapa pun bisa berbuat salah, tetapi yang terpenting adalah memberanikan diri untuk meminta maaf.

Anda juga dapat membicarakan perasaan Anda sendiri, seperti, “Mama sedih kalau kamu membentak Mama,” atau, “Mama juga pernah marah sama teman Mama, tapi besoknya kita sudah main sama-sama lagi.” Kalimat seperti ini akan membuatnya berintrospeksi.

Oleh karena anak-anak belum memiliki ingatan jangka panjang, maka langkah terbaik adalah dengan mengulang teladan yang ingin Anda berikan sesering mungkin. Empati bukanlah sesuatu yang bisa dibentuk secara instan, tapi merupakan hasil pilihan-pilihan kecil tiap hari.

 

sumber : alodoktor.com

Panduan Memilih Kosmetik Yang Aman Untuk Ibu Hamil

Panduan Memilih Kosmetik Yang Aman Untuk Ibu Hamil

Hampir semua wanita ingin tampil cantik, termasuk pada saat hamil. Namun, jangan sembarangan dalam memilih kosmetik. Harus dipastikan yang digunakan adalah kosmetik yang aman untuk ibu hamil.

Kosmetik menjadi semakin penting pada ibu hamil, sebab penambahan berat badan dan perubahan hormon umumnya memengaruhi kulit dan tampilannya.

Yang perlu diwaspadai, kosmetik yang digunakan pada kulit dapat diserap tubuh, kemudian kosmetik akan masuk ke aliran darah yang mungkin bisa memasuki plasenta janin. Untuk itu, penting memastikan tidak ada bahan berbahaya pada kosmetik yang digunakan.

Berikut beberapa panduan untuk memilih kosmetik yang aman untuk ibu hamil:

  • Produk anti-jerawat

Tidak jarang perubahan hormon pada ibu hamil menyebabkan gangguan pada wajah, salah satunya berupa jerawat. Disarankan mewaspadai produk-produk tertentu yang ditelan untuk mengatasi jerawat. Misalnya, produk yang mengandung tretinoin atau isotretinoin. Selain itu, ada pula tetrasiklin yang juga berisiko menyebabkan kelainan bawaan pada bayi.

Produk dengan asam salisilat yang umum digunakan untuk jerawat juga dianjurkan untuk dihindari. Produk asam salisilat untuk pengelupasan kulit dianggap berisiko, meski penggunaan dosis kecil pada toner masih dianggap aman. Konsultasikan dengan dokter jika jerawat sangat mengganggu ibu hamil. Produk krim dengan bahan benzoil peroksida kemungkinan dapat membantu.

  • Produk anti-penuaan

Produk antipenuaan bentuk oral yang mengandung retinoid, sejenis vitamin A, juga disarankan untuk dihindari. Umumnya, produk ini berfungsi  mengurangi kerut dan memperbaiki warna kulit. Berdasarkan beberapa studi, bahan ini diketahui dapat berisiko bagi janin dalam kandungan.

  • Pewarna kuku

Untuk ibu hamil, hindari penggunaan pewarna kuku atau kutek yang mengandung bahan phthalates. Bahan ini dicurigai berisiko menyebabkan kelainan bawaan pada bayi. Penelitian terhadap hewan menunjukkan, bahan ini mengganggu perkembangan seksual bayi laki-laki. Selain itu, phthalates juga biasa ditemukan pada produk hairspray.

Jika ibu hamil menggunakan pewarna kuku, pastikan berada di ruangan yang terbuka untuk meminimalisir menghirup bahan dari pewarna tersebut.

  • Tabir surya

Teliti sebelum menggunakan produk tabir surya pada ibu hamil. Produk yang menggunakan oksibenzon disarankan untuk dihindari. Hal ini menyusul hasil sebuah studi yang menghubungkan pemakaiannya dengan kemungkinan berat badan lahir rendah, terutama pada bayi perempuan. Tapi penelitian ini kurang membuktikan bahwa bahwa tabir surya sebagai penyebabnya.

Produk tabir surya dengan kandungan titanium dioksida dan seng oksida (zinc oxide) sebagai kosmetik yang aman untuk ibu hamil. Produk tersebut dapat berfungsi maksimal melindungi kulit dan tidak terserap ke dalam kulit. Selain itu, ibu hamil dapat menggunakan topi, kaca mata, dan baju tertutup untuk menghindari sinar matahari. Juga batasi paparan sinar matahari terutama pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.

  • Pewarna rambut

Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam pewarna rambut, memiliki kemungkinan masuk ke dalam kulit ibu hamil. Ammonia yang umum digunakan dalam produk tersebut, diketahui dapat menyebabkan rasa mual. Meski efek dari bahan pewarna rambut tersebut masih perlu diteliti, namun sebagian dokter menyarankan untuk menghindari produk pewarnaan rambut terutama pada kehamilan trimester pertama.

Jika ibu hamil tidak menyadari menggunakan produk kosmetik yang berisiko, tetap tenang dan segera hentikan penggunaannya. Kemudian, pilih produk kosmetik yang aman untuk ibu hamil. Tak perlu segan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kosmetik yang dapat digunakan selama kehamilan.

 

sumber : alodoktor.com

Pro dan Kontra Bekam

Pro dan Kontra Bekam

Pengobatan alternatif untuk merangsang aliran energi menjadi berita utama setelah perenang juara Olimpiade  Michael Phelps terlihat dengan tanda di tubuhnya saat berlaga di Rio de Janiero.

Bekam adalah terapi kuno dengan cara meletakkan cangkir yang dipanaskan di atas kulit bersamaan atau tanpa rempah-rempah tertentu di  sepanjang meridian tubuh,  untuk menciptakan daya hisap sebagai cara merangsang aliran energi.

“Mereka yang telah merasakan terapi ini, banyak mengaku kondisi tubuhnya terasa lebih enak dan nyaman,” kata Huiwen Zhang, seorang dokter Oriental di Oriental Medical Center.

Zhang mengatakan ia menerapkan bekam pada pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan membantu kondisi kronis seperti arthritis.

“Beberapa orang menyukai dan beberapa orang tidak menyukainya karena mereka tidak suka pada tanda merah di kulit yang ditinggalkannya,” kata Zhang.

Bekam meninggalkan tanda lingkaran besar mirip dengan cupang pada tubuh seseorang. Phelps yang baru saja meraih medali emas untuk berenang di Olimpiade 2016, mengatakan dia berpaling ke bekam untuk meredakan nyeri otot.

Jadi jika Michael Phelps melakukannya dan memenangkan emas, apakah bekam memang terbukti bekerja sebagai pengobatan yang efektif?

“Jika saya punya kesempatan untuk berbicara kepada Phelps, saya akan memberitahunya bekam tidak melakukan apa-apa,’,” kata Dr. Dale Carrison, kepala pengobatan darurat dari University Medical Center.

Jadi, apakah bekam berbahaya? “Bekam bisa berbahaya karena bisa menyebabkan pembekuan darah,” kata Dr. Carrison.

Dr. Carrison juga mengatakan bekam hanya menarik darah ke kulit seperti cupang yang dihasilkan ketika ada orang mengisap leher Anda. “Pada kenyataannya, para remaja yang mendapat cupang dari pacarnya, tidak menjadi bertambah sehat.”  Carrison menyebut bekam sebagai ilmu palsu yang tidak memiliki pembuktian ilmiah.

Zhang mengatakan terapi oriental seperti ini berbeda dari obat tradisional karena bekam lebih mengarah kepada seni penyembuhan alami.

Di Amerika Serikat, ada pelatihan dan ujian negara untuk bisa menyandang gelar dokter Oriental dan bekam adalah bagian dari pelatihan itu. Namun, mereka tidak sama dengan dokter lulusan sekolah kedokteran modern.

Bagi Carrison, Phelps mengacu pada efek plasebo, yang berarti jika Anda percaya bekam bekerja maka bekam akan terasa bekerja.

 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

Jauhi Stres Karena Buruk Bagi Kulit Anda

Jauhi Stres Karena Buruk Bagi Kulit Anda

mimherba.com – Selama ini kita menyadari bahwa stres bisa memengaruhi kesehatan tubuh kita. Stres bisa memicu banyak masalah lainnya seperti gangguan tidur, masalah pencernaan, depresi dan lain sebagainya. Namun, satu hal yang mungkin belum Anda tahu adalah, stres juga berakibat buruk bagi kulit. Kesehatan kulit bisa dipengaruhi faktor luar seperti paparan sinar matahari dan polutan, serta faktor internal seperti makanan, genetik dan stres. Ini beberapa hal yang akan dialami kulit ketika Anda stres.

  • Jerawat

    Jerawat yang muncul tanpa diundang jadi keluhan banyak orang. Memang jerawat tidak disebabkan oleh stres secara langsung, tapi para ahli percaya bahwa stres berkontribusi memperburuk gejalanya. “Saat stres, tubuh kita melepas hormon kortisol yang dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan dan memengaruhi produksi sebum/minyak yang pada akhirnya memicu jerawat,” jelas Anna de la Cruz, manajer senior produk kecantikan Glo. Menurut Dr. Anita Gill dari Gill Dermatology, peningkatan produksi minyak dapat menimbulkan jerawat.

    “Jerawat yang dipicu oleh stres dapat dikontrol dengan menggunakan rejimen perawatan kulit pribadi, dan dengan mengurangi stres setiap hari,” tambahnya. Dia juga merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk menentukan perawatan yang bagaimana yang tepat untuk Anda.

  • Reaktivitas kulit

    Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat mempengaruhi reaktivitas kulit. Bahkan, 50% dari pembeli produk kecantikan mengidentifikasi kulit mereka sebagai kulit sensitif, menurut American Academy of Dermatology. Untuk beberapa orang, sensitivitas ini hanya sementara. Ketika kulit Anda terasa panas, gunakan bahan yang bersifat lembut dan menenangkan seperti lidah buaya dan mentimun.

  • Rosacea

    Menurut National Rosacea Society, stres dapat memicu gejala rosacea. Rosacea, adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit merah dan meradang.

    Memang, rosacea dapat disembunyikan dengan make up, tetapi paling tepat adalah menuntaskan penyebabnya, bukan gejalanya. Penyebab Rosacea masih belum diketahui tapi kondisi dapat diperburuk oleh paparan sinar matahari, stres dan olahraga yang terlalu berat.

Cara Mengurangi Stres

Kadang stres sulit untuk dihadapi tapi tetap sangat penting untuk dikelola. Beberapa cara mengelola stres yang sehat:

  1. Berolahraga secara teratur.
  2. Sediakan waktu me time dan manjakan diri Anda.
  3. Bermeditasi dan berlatih pernapasan dalam. Bermeditasi akan menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.
  4. Istirahat yang cukup. Tidurlah selama 7-9 jam setiap malam sehingga Anda akan sepenuhnya segar di pagi hari.

Sumber: meetdoctor

Fakta-Fakta Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar

Fakta-Fakta Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar

Fakta 1: Tanda-tanda kamu kandidat yang tepat

Hampir semua wanita yang pernah menjalani operasi caesar merupakan kandidat yang tepat. Untuk lebih jelasnya, berikut kriteria yang harus kamu penuhi jika ingin melakukan prosedur ini:

  • Kamu memiliki panggul besar yang memungkinkan bayi dapat melewatinya dengan aman.
  • Garis sayatan pada rahim letaknya rendah dan arahnya melintang (horizontal). Jika tipe sayatan tersebut vertikal atau membentuk huruf T yang dikenal dengan sayatan klasik, kamu lebih berisiko mengalami ruptur uteri atau rahim robek. Ingat, bahwa tipe jaringan parut pada rahim dan kulit perut bisa berbeda.
  • Kamu belum pernah menjalani operasi rahim yang jangkauannya luas.
  • Kamu tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat membuat proses melahirkan secara normal berisiko, seperti plasenta previa.
  • Rahimmu belum pernah robek.
  • Posisi kepala bayimu berada di bawah.

Fakta 2: Kemungkinan kamu sukses melahirkan secara normal

Dari 5 wanita yang menjalani prosedur ini, sekitar 3 hingga 4 wanita sukses melahirkan secara alamiah. Pokoknya, selama kamu mengantongi kriteria di atas, kamu memiliki kesempatan untuk melaluinya dengan sukses.

Meski begitu, tidak ada teori pasti yang bisa memprediksi apakah nantinya persalinanmu dapat berakhir sesuai keinginan atau malah kembali ke jalur caesar.

Tapi ada beberapa faktor yang sepertinya bisa menurunkan tingkat kesuksesanmu, misalnya kamu memiliki berat badan berlebihan, usiamu tidak lagi muda, bobot bayimu di atas 4 kg, usia kehamilan melampaui 40 minggu, atau jarak kehamilanmu yang sekarang dan terdahulu hanya satu setengah tahun atau bahkan kurang dari periode tersebut.

Oia, kesuksesanmu menjalani prosedur ini juga dapat menurun jika kamu pernah menjalani operasi caesar sebanyak dua kali atau lebih.

Fakta 3: Ini manfaat yang bisa kamu peroleh

Jika kamu berencana memiliki banyak anak, maka jalan ini bisa jadi pilihan yang tepat. Mengapa? Itu karena melahirkan secara normal bisa meminimalkan efek buruk akibat menjalani operasi caesar berulang kali seperti perdarahan hebat, gangguan pada plasenta, atau gangguan pernapasan pada bayi.

Proses pemulihan usai melahirkan secara normal juga lebih cepat ketimbang operasi caesar.

Fakta 4: Pahami risikonya, yah

Ada beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi seperti:

  • Bayimu berisiko mengalami komplikasi serius yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang atau bahkan kematian. Risiko bisa lebih tinggi jika prosedur melahirkan secara normal usai caesar tidak berjalan lancar.
  • Meski jarang terjadi, rahim dan bekas sayatan operasi caesar yang terdahulu mungkin bisa robek. Jika hal ini terjadi, kamu harus kembali menjalani operasi caesar.
  • Jika persalinan normal tidak berjalan lancar, kamu dapat berakhir dengan operasi caesar yang tidak terencana. Hal ini meningkatkan kesempatanmu mengalami komplikasi seperti perdarahan hebat. Meski jarang terjadi, rahim dan sayatan operasi bisa terinfeksi.

Apabila kamu berencana melahirkan secara normal setelah operasi caesar, persiapkan dirimu baik-baik dengan sering berkonsultasi ke dokter. Pilih juga rumah bersalin yang menyediakan program ini. Pastikan juga kamu ditangani oleh tim medis yang sudah berpengalaman.

 

sumber : alodoktor.com

Anak Anda Alergi? Temui Dokter!

Anak Anda Alergi? Temui Dokter!

Orang tua dengan anak yang mengalami alergi, seringkali harus waspada. Kadang-kadang, gejala alergi pada anak-anak cukup ringan untuk ditangani di rumah. Tapi, adakalanya, gejala menjadi serius atau sering terjadi, dan itulah, saatnya untuk mengunjungi dokter spesialis alergi anak. Mengapa harus segera menemui dokter? Pasalnya, banyak orangtua yang salah memahami reaksi alergi Si Kecil,  akibatnya tidak tepat dalam penanganannya dan membuat alergi si Kecil bertambah parah.

Nah, agar tidak salah dalam penanganan alergi si Kecil, segera temui dokter jika menemukan gejala-gejala serius seperti ini:

1. Demam yang berlangsung selama lebih dari satu atau dua minggu, atau terjadi di sekitar waktu yang sama setiap tahun. Demam mungkin disertai dengan hidung tersumbat, bersin, kulit gatal-gatal, kadang mata juga terasa gatal.

2. Alergi anak yang menyebabkan gejala seperti infeksi sinus kronis, hidung tersumbat atau kesulitan bernapas.

3. Antihistamin dan obat alergi bebas lainnya tidak dapat mengontrol gejala alergi Si Kecil atau menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti mengantuk.

4. Muncul gejala asma  yang mengganggu kemampuan Si Kecil untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan menurunkan kualtitas hidupnya.

5. Gejala asma membuat Si Kecil sulit bernapas

6. Gejala asma membuat Si Kecil sering mengi yaitu suara yang dihasilkan ketika udara mengalir dari saluran napas yang menyempit, atau pun batuk, terutama pada malam hari atau setelah beraktivitas fisik.

7. Si kecil sering sesak napas atau merasa sesak di dada.

8. Si kecil telah didiagnosis asma sebelumnya dan akhir-akhir ini serangan asma terjadi lebih sering meskipun sudah minum obat asma.

 

Dalam banyak kasus, dokter anak dapat mendiagnosa dan mengobati alergi. Dokter mungkin menawarkan:

1. Obat-obatan untuk mengobati gejala

2. Saran tentang cara untuk menghindari pemicu alergi Si Kecil

Mungkin perlu untuk membuat perubahan di rumah atau mengubah pola makan Si Kecil, terutama jika anak menderita alergi makanan.

Dokter anak Anda juga dapat merujuk ke spesialis alergi. Ahli alergi dapat melakukan tes kulit untuk mengetahui jenis alergi yang diderita Si Kecil. Tes kulit dilakukan dengan menempatkan sejumlah kecil allergen pada kulit Si Kecil, biasanya di punggungnya atau lengan bawah dan kemudian menusuk kulit di bawahnya. Prosedur ini aman namun mungkin cukup menyakitkan bagi anak yang masih kecil. Disarankan Anda mendampingi Si kecil untuk menenangkannya selama prosedur medis berlangsung.

Untuk informasi lengkap seputar alergi anak, kunjungi www.alergianak.com.

Ditinjau oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari

Istri Yang Suka Ngomel Ternyata Baik Untuk Kesehatan Suami

Istri Yang Suka Ngomel Ternyata Baik Untuk Kesehatan Suami

Ketika sepasang kekasih telah memutuskan untuk menikah, dipastikan keduanya ingin memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, saling peduli satu sama lain dan hidup dengan tenang serta nyaman bersama. Tapi, keluarga bahagia dan hidup nyaman menurut penelitian justru bisa meningkatkan risiko penyakit khususnya diabetes untuk pasangan. Lebih sedih lagi, hubungan yang bahagia akan meningkatkan risiko diabetes lebih besar buat pria atau suami.

Dikutip dari laman asiantown.net, hubungan pernikahan bahagia dan perlakuan yang menyenangkan dari istri akan meningkatkan risiko diabetes buat suami. Sementara itu, istri yang suka ngomel, sering marah-marah dan banyak maunya justru akan membuat suami sangat rendah berisiko diabetes alias menjadi lebih sehat.

Walau dikatakan istri yang suka ngomel ternyata baik buat kesehatan suami, hal ini tidak menjamin bahwa suami dengan istri yang suka ngomel akan baik-baik dan selalu sehat lho ya. Tetap ada masa di mana imun tubuh suami menurun dan ia pun mudah terserang sakit. Apalagi, jika suami mengalami stres berat akibat sering kali diomeli oleh istrinya. Para ahli menemukan bahwa suami yang sehat karena istri suka ngomel adalah suami yang sering kali diomeli dengan omelan kepedulian sang istri.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini menyebutkan bahwa suami akan memiliki kesehatan yang baik ketika ia memiliki istri yang suka ngomel dan kehidupan pernikahannya kurang menyenangkan untuknya. Ketua penelitian yakni Dr Hui Liu mengungkapkan bahwa istri yang suka ngomel justru merupakan seseorang yang begitu peduli dengan suami. Ketika istri ngomel, kebanyakan hal itu disebabkan karena ia begitu peduli dengan suami dan ia ingin yang terbaik buat suami. Saat istri suka sekali ngomel, pola hidup suami bisa dijaga dan ditata dengan baik.

Sementara itu, untuk suami yang memiliki kehidupan sangat bahagia dengan istri yang tidak suka ngomel, ini memungkinkan suami lebih mudah terserang diabetes. Studi yang dilakukan pada 1.228 pria yang sudah menikah dan berada di rentang usia 57 sampai 58 tahun ditemukan bahwa hampir 389 pria menderita risiko diabetes.

Dari sekian banyak pria yang menderita diabetes ini, sebagian besar dari mereka memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan nyaman. Dan biasanya, pernikahan yang bahagia serta istri yang nggak suka ngomel lupa bahwa gaya hidup yang dijalani selama ini kemungkinan besar salah serta meningkatkan risiko diabetes, obesitas hingga kanker.

Well, buat para suami yang kebetulan punya istri suka ngomel, cobalah untuk bersyukur karena penelitian menyebutkan istri yang suka ngomel baik buat kesehatan suami. Pada dasarnya, istri yang suka ngomel adalah seseorang yang peduli dengan suami dan selalu ingin melihat yang terbaik dari suami. Termasuk melihat suami menerapkan pola hidup sehat dan jauh dari berbagai masalah kesehatan khususnya masalah diabetes. Semoga, informasi ini bermanfaat.

 

sumber : vemale

6 Pertanyaan Penting Seputar Pemeriksaan Pap Smear

6 Pertanyaan Penting Seputar Pemeriksaan Pap Smear

Kondisi kanker serviks yang baru diperiksakan setelah gejala sudah muncul bisa dianggap sudah terlambat untuk ditangani. Di sinilah pentingnya peran pemeriksaan pap smear secara teratur untuk mendeteksi adanya kelainan sel yang berisiko menjadi sel kanker.

Pemeriksaan pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidak adanya ketidaknormalan yang dapat mengarah kepada kanker serviks pada wanita. Meski tes ini sangat penting, tetapi banyak wanita yang masih belum menjalani tes ini secara rutin karena kurangnya informasi. Di bawah ini adalah 6 pertanyaan yang paling sering diajukan dan informasi terpenting seputar pap smear.

Kapan pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan?

Pemeriksaan pap smear sebaiknya diambil tiap dua tahun sekali dimulai dari usia 21 tahun. Setelah usia 30, tes ini dapat diambil tiap tiga tahun sekali. Di Indonesia, pemeriksaan pap smear umumnya perlu dijalani oleh wanita usia subur yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Wanita usia subur adalah wanita yang berusia 15-49 tahun. Pada beberapa kasus, pemeriksaan pap smear dapat dikombinasikan dengan tes untuk mendeteksi human papillomavirus (HPV), terutama pada wanita 30 tahun ke atas.

Namun dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lebih sering jika pasien memiliki faktor risiko tertentu, seperti mengidap infeksi HIV, didiagnosis mengidap sel prekanker pada pemeriksaan sebelumnya, memiliki riwayat kanker serviks dan mengalami kelemahan sistem imun akibat transplantasi organ atau tindakan medis lain. Selain itu, pemeriksaan pap smear dapat dihentikan setelah seseorang menjalani histerektomi total atau berusia 65 tahun yang memiliki hasil tes negatif.

Apakah hasil pemeriksaan pap smear selalu akurat?

Seperti semua tes medis lain, pemeriksaan pap smear tidak 100 persen akurat. Hasil yang tidak akurat ini dapat terjadi antara lain karena kurangnya sampel sel yang diambil ataupun adanya peradangan atau darah yang menghalangi penampakan sel-sel abnormal. Selain itu, sel kanker bisa jadi baru berkembang bertahun-tahun kemudian. Inilah mengapa tes tersebut perlu dilakukan secara rutin, yaitu untuk mengantisipasi kemunculan sel-sel kanker secara berkelanjutan. Namun meski tidak sepenuhnya akurat, tetapi makin cepat sel abnormal terdeteksi, maka makin cepat penanganan yang dapat diberikan demi menghindari diri dari kemunculan risiko mematikan.

Bagaimana jika hasil pemeriksaan pap smear saya positif?

Sel abnormal yang ditemukan belum tentu mengarah kepada kanker. Dokter akan menyarankan untuk mengulang tes 4-6 bulan kemudian, tergantung kepada jenis sel yang ditemukan. Dokter dapat juga menerapkan kolposkopi dan/atau biopsi untuk mengambil sampel sel pada leher rahim. Kolposkopi dilakukan dengan menempatkan selang kecil dengan kamera pada vagina hingga leher rahim.

Apa yang perlu disiapkan untuk menjalani pemeriksaan pap smear?

Disarankan untuk tidak berhubungan seksual ataupun mencuci vagina dengan pembersih vagina setidaknya 2-3 hari sebelum pemeriksaan untuk mengurangi ketidakakuratan hasil. Selain itu, wanita yang sedang menstruasi disarankan untuk menunda pemeriksaan pap smear.

Bagaimana pemeriksaan pap smear dilakukan?

Dokter akan meminta Anda untuk berbaring di meja periksa dengan posisi kedua kaki dilebarkan sambil menekuk lutut. Dokter kemudian akan memasukkan spekulum ke vagina, kemudian menorehkan sikat halus atau kapas untuk mengumpulkan sampel sel untuk kemudian dianalisis.

Apakah pemeriksaan pap smear terasa sakit?

Proses pemeriksaan pap smear bagi sebagian wanita dapat terasa tidak nyaman, terutama saat dokter memasukkan spekulum ke vagina untuk mengambil sampel sel. Namun pada dasarnya, rutinitas pemeriksaan ini tidak akan menyebabkan rasa sakit.

Setelah mengetahui fakta-fakta di atas, sebaiknya jangan tunda lagi untuk menjalani pemeriksaan pap smear secara teratur sebagai upaya mendeteksi kemunculan sel abnormal pada serviks lebih dini. Jangan menunggu hingga semua terlambat, ya!

 

sumber : alodoktor.com