Manfaat Daun Singkong Dan Resep Olahannya

Manfaat Daun Singkong Dan Resep Olahannya

Daun singkong ternyata tidak hanya enak dinikmati dalam olahan sayur, tapi ternyata juga mengandung protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sayuran lainnya. Mari berkenalan dengan nikmat manfaat daun singkong dan kandungannya.  

Mungkin tidak terbayangkan oleh Anda sebelumnya, ternyata daun singkong mengandung protein mentah yang cukup tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan daun golongan Amaranthus (bayam). Selain kaya akan protein, daun singkong juga mengandung jumlah serat yang cukup tinggi.

Protein sendiri dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan protein yang hilang lewat rambut, kulit, dan jaringan tubuh lainnya. Sedangkan serat dibutuhkan tubuh untuk menyerap air dan memperlancar pencernaan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat daun singkong berdasarkan kandungan protein dan serat yang terdapat di dalamnya:

  • Manfaat daun singkong berdasarkan kandungan protein Kandungan protein pada daun singkong diperkirakan dapat membantu tubuh memproduksi hormon dan enzim yang dibutuhkan tubuh. Protein tersebut juga membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein atau menjalani pola makan yang kaya akan protein juga bisa membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Sehingga, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, mungkin daun singkong bisa menjadi salah satu variasi untuk menu makanan Anda.
  • Manfaat daun singkong berdasarkan kandungan serat Bagi Anda yang dalam program menurunkan berat badan, pasti akrab dengan manfaat serat. Dan daun singkong bisa menjadi salah satu pilihan menu harian Anda. Pasalnya, daun singkong ternyata juga mengandung serat cukup tinggi yang diperkirakan dapat memberikan beberapa manfaat seperti menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan pencernaan Anda.

Meski kandungan protein cukup tinggi, sayangnya daun singkong tergolong minim asam amino. Asam amino adalah senyawa organik yang bergabung menjadi protein dengan fungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, menguraikan makan, dan sumber energi tubuh. Meski manfaat daun singkong cukup banyak bagi tubuh, tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara mentah. Baik daun maupun akar singkong memiliki kandungan sianida yang bisa berbahaya bagi tubuh manusia.

Olah Manfaat Daun Singkong Menjadi Lebih Lezat

Tertarik menikmati daun singkong sebagai variasi menu harian Anda? Manfaat daun singkong bisa Anda dapatkan dengan bermacam olahan sesuai selera. Salah satu menu yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda adalah tumis daun singkong. Berikut ini adalah resepnya:

Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan:

  • 2 siung bawang putih cincang
  • 3 siung bawang merah cincang
  • Jahe secukupnya
  • 4 buah cabe merah dipotong sesuai selera
  • Garam dan gula secukupnya
  • ½ kg daun singkong yang sudah direbus terlebih dahulu, lalu dipotong-potong
  • Ikan tamban kering (Anda bisa menggantinya sesuai selera)

Cara memasak tumis daun singkong,

  • Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, dan cabai .
  • Jika sudah harum, tambahkan sedikit air.
  • Masukan daun singkong dan tambahkan lagi airnya.
  • Tambahkan ikan tamban atau bahan tambahan yang Anda inginkan. Lalu masukkan garam dan gula sesuai selera Anda.
  • Jika sudah agak matang dan air sudah cukup berkurang, angkat dan sajikan.

Kini, Anda sudah tahu kandungan dan manfaat dari daun singkong. Cukup masukkan dalam menu harian Anda dan keluarga untuk menikmati berbagi keuntungan mengonsumsi daun singkong.

 

sumber : alodoktor.com

Endoskopi: Melihat Kondisi Tubuh Dari Dalam

Endoskopi: Melihat Kondisi Tubuh Dari Dalam

Istilah endoskopi semakin banyak dikenal masyarakat. Banyak jenis endoskopi yang dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan kesehatan dan mengenali kondisi tertentu.

Endoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk melihat organ internal dan pembuluh darah dengan menggunakan peralatan khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Pemeriksaan Organ

Pemeriksaan endoskopi diperlukan ketika dokter memperkirakan adanya infeksi, kerusakan, ataupun kanker pada organ atau bagian tubuh tertentu.  Selain pemeriksaan, endoskopi juga dapat dilakukan untuk tindakan bedah tertentu, seperti mengangkat usus buntu atau empedu pada laparoskopi.

Sebelum dilakukan prosedur endoskopi, dokter akan memeriksa gejala lebih lanjut, melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, serta pemeriksaan darah.

Hasil pemeriksaan akan memperjelas kemungkinan penyebab gejala yang dirasakan pasien. Selain itu, hasil tersebut juga dapat membantu menentukan apakah endoskopi dapat dilakukan untuk membantu mengatasi masalah atau perlu dilakukan operasi.

Untuk kondisi pasien yang diperkirakan mengalami kanker, dapat dilakukan endoskopi biopsi dengan dilengkapi forcep (sejenis penjepit) pada bagian ujungnya untuk mengambil contoh jaringan.

Pelaksanaan Prosedur 

Berbeda dengan prosedur yang menggunakan pencitraan atau gambar, endoskopi menggunakan alat endoskop yang dimasukkan langsung ke dalam tubuh. Tepatnya, endoskop akan diarahkan ke rongga atau lubang pada organ tertentu untuk mengetahui kondisinya.

Antara lain kolonoskopi untuk usus besar, gastrokopi untuk perut dan esofagus, bronkoskopi untuk paru-paru dan saluran pernapasan, artroskopi untuk sendi, histereskopi untuk rahim, serta sistoskopi untuk saluran kandung kemih. Selain itu, ada pula laparoskopi untuk memeriksa area perut dan panggul, dan laringoskopi untuk pita suara.

Endoskopi dapat dilakukan pada pasien dalam kondisi sadar, namun sebagian endoskopi perlu obat bius sehingga pasien tidak sadar selama prosedur dilakukan.

Dokter akan memasukkan alat endoskop melalui mulut atau irisan yang kecil pada kulit. Terdapat kamera pada ujung alat endoskop yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga dokter dapat melihat gambar kondisi organ yang sebenarnya.

Setelah prosedur, dokter kemudian akan menutup luka sayatan dengan jahitan dan perban. Umumnya, sebagian pasien tidak memerlukan rawat inap dan dapat segera pulang. Minta informasi lebih lanjut pada dokter bagaimana melakukan perawatan luka dengan tepat.

Mempertimbangkan Risiko

Umumnya endoskopi tergolong aman dengan risiko komplikasi yang sangat rendah. Risiko tersebut sangat tergantung dengan kondisi pasien serta lokasi organ tubuh yang dilakukan endoskopi. Risiko endoskopi tergolong ringan dibandingkan dengan pembedahan.

Beberapa kemungkinan keluhan yang dirasakan setelah endoskopi adalah infeksi pada bagian tubuh yang diperiksa dengan endoskop, serta perdarahan berlebihan.

Selain itu, ada pula kemungkinan risiko lain yang mungkin terjadi seperti demam, nyeri dada, kerusakan organ, rasa sakit terus menerus pada area endoskopi, ataupun pembengkakan dan kemerahan di sekitar sayatan.

Jika dokter menyarankan untuk tindakan endoskopi, jangan segan menanyakan alasan atau keterangan lain yang perlu Anda ketahui. Meski tergolong minim, endoskopi tetap merupakan prosedur medis yang memiliki risiko.

 

sumber : alodoktor.com

Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan merupakan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam leher rahim dan dinding vagina. Lendir ini merupakan cara alami tubuh dalam mencegah infeksi serta menjaga kebersihan vagina. Namun, pada kondisi tertentu bahaya keputihan bisa menghantui jika disertai gejala lainnya.

Keputihan pada umumnya tidak berwarna, sekalipun berwarna, keputihan yang tergolong sehat atau umum terjadi bukanlah keputihan yang berbau busuk dan disertai gejala lain, seperti muncul rasa sakit atau gatal di sekitar vagina.

Rangkaian Bahaya Keputihan Jika Disertai Gejala Lain

Keputihan yang disertai gejala lain dapat menjadi satu pertanda adanya masalah pada daerah kewanitaan Anda. Cek beberapa gejala di bawah ini:

  • Keputihan Encer Akibat Infeksi Jamur di Vagina Seseorang yang mengalami infeksi jamur di bagian vagina akan menimbulkan gejala seperti keluarnya keputihan encer yang tidak berbau tapi berwarna putih dan tebal. Selain keputihan, penderita juga akan mengalami iritasi dan gatal di bagian vulva (jaringan pada bagian pembukaan vagina). Vagina juga akan terasa seperti perih, terutama di saat berhubungan intim atau saat buang air kecil. Infeksi jamur juga bisa menyebabkan pembengkakan vagina, vagina terasa sakit, muncul ruam, dan kemerahaan di bagian vulva. Infeksi jamur ini meski tidak termasuk ke dalam penyakit menular seksual, tapi penderita bisa menularkan jamur melalui kontak genital atau mulut.
  • Keputihan Berwarna Kuning atau Hijau pada Gonore Wanita pengidap gonore biasanya akan mengalami gejala keputihan berwarna kuning atau hijau, memiliki tekstur encer, sakit di perut bagian bawah, sakit atau terasa perih saat buang air kecil, mengalami perdarahan pasca melakukan hubungan intim, dan darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Gonore sendiri disebabkan oleh bakteri yang disebut gonokokus atau Neisseria gonorrhoeae yang dapat menyerang bagian uretra, leher rahim, tenggorokan, mata, atau rektum. Gonore dapat terjadi pada mereka yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi. Baik seks anal, oral, atau menggunakan alat bantu seks yang tidak steril.
  • Bahaya Keputihan Berwarna Abu-abu pada Bakteri Vaginosis Keputihan berwarna abu-abu, hijau atau putih disertai vagina berbau amis dapat menjadi gejala adanya bakteri vaginosis. Selain itu, seseorang yang terkena bakteri vaginosis juga dapat merasakan perih saat buang air kecil, serta vagina yang terasa gatal. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi karena adanya bakteri alami vagina yang tumbuh secara berlebihan. Masih diperlukan penelitian untuk mengetahui penyebabnya, meski begitu, sering menggunakan cairan pembersih organ intim atau melakukan hubungan intim yang tidak amandianggap cukup berisiko meningkatkan bakteri vaginosis.

Selain beberapa hal di atas, keputihan yang disertai gejala lainnya juga dapat terjadi pada kanker serviks dan trichomoniasis.

Jika Anda mengalami keputihan, cobalah untuk memperhatikan gejala lainnya. Meski keputihan merupakan hal wajar terjadi pada wanita, bahaya keputihan dapat mengintai jika disertai gejala lainnya. Segera konsultasikan kepada dokter agar masalah keputihan berbau dan berwarna dapat cepat teratasi.

 

sumber : alodoktor.com

6 Hal Yang Sering Terlupakan Dalam Perawatan Wajah Kusam

6 Hal Yang Sering Terlupakan Dalam Perawatan Wajah Kusam

Wajah kusam terkadang bukan disebabkan oleh produk riasan wajah yang Anda kenakan, tetapi lebih karena cara yang kurang tepat saat proses membersihkan wajah.

Sebagian besar orang menggunakan produk pembersih mahal untuk menghilangkan wajah kusam atau riasan bermerek ternama untuk menyamarkannya. Padahal dengan membersihkan wajah dengan tepat secara rutin, kulit wajah bisa menjadi lebih sehat dan jauh dari kusam.

Di bawah ini adalah beberapa hal penting yang sering dilupakan ketika melakukan perawatan wajah kusam.

Pembersih wajah tanpa aroma dan busa

Pembersih wajah beraroma dan berbusa memang terkesan lebih menyenangkan, tetapi ternyata sebaliknya. Lebih baik untuk membersihkan wajah menggunakan pembersih tanpa busa dan aroma. Perhatikan juga bahwa pembersih berbahan antibakteri dapat membahayakan kulit wajah. Kandungan sodium lauryl sulfat juga perlu diwaspadai karena justru membuat kulit makin kusam.

Seorang dermatologis menyarankan untuk menggunakan pembersih yang mengandung ceramide, yaitu molekul lemak yang mampu menjaga kulit tetap lembap. Batasi juga penggunaan scrub, peeling, maupun penyegar yang menggunakan alkohol karena berisiko menyebabkan kulit wajah menjadi makin kering dan kusam. Hindari mengusap wajah terlalu kencang dengan handuk. Pilih handuk dengan serat yang halus dan menyerap cairan untuk mengeringkan wajah.

Katakan tidak pada air panas

Meski terasa nyaman, penggunaan air panas untuk membersihkan wajah bukanlah cara yang tepat karena dapat menjadikan kulit makin kering. Air panas berisiko menghilangkan minyak alami pada kulit wajah yang sebenarnya berperan menjaga kulit tetap lembap. Dalam perawatan wajah kusam, lebih baik gunakan air dingin atau hangat, dan bukan air panas untuk membilas wajah.

Jangan lupakan tabir surya

Salah satu penyebab utama wajah kusam adalah pajanan sinar matahari berlebih. Pada perawatan wajah kusam, selalu kenakan tabir surya setidaknya yang berlabel SPF 30 dan pelembap bibir dengan SPF 15. Jangan lupa juga untuk mengenakan topi atauscarf saat beraktivitas di luar ruangan.

Pilih pelembap yang tepat

Seorang dermatologis menyarankan moisturizer (pelembap) yang mengandungpetroleum jelly, minyak mineral, krim, ataupun losion. Disarankan juga menggunakan produk yang mengandung asam stearat, ceramides, ataupun shea butter. Aplikasikan pelembab beberapa menit setelah mandi agar kelembapan kulit tidak terlanjur hilang.

Rawat dari dalam

Kulit yang sehat akan tampak secara alami dari dalam. Ketahuilah bahwa perawatan wajah kusam dapat bermula dari apa pun yang Anda konsumsi.

  • Konsumsi cukup air tiap hari untuk mencegah kulit dehidrasi.
  • Konsumsi makanan yang kaya asam lemak omega-3 yang banyak terdapat di dalam kacang-kacangan, avokad, ikan, dan minyak ikan.
  • Hindari merokok, konsumsi obat-obat bebas dan terlarang, serta minuman keras. Ketiganya dapat membuat kulit kusam dan memicu penuaan dini.

Coba bahan-bahan alami

Anda dapat menciptakan perawatan wajah kusam sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang juga mudah didapatkan. Susu dapat dicoba sebagai bahan dasar untuk mencuci wajah. Cairan ini mengandung moisturizer dan pembersih alami. Coba bersihkan wajah dengan cara ini.

  • Pertama, bersihkan wajah dari riasan.
  • Rendam kain lap lembut di dalam susu yang sudah didinginkan, kemudian peras.
  • Tempatkan kain pada wajah setidaknya selama 10 menit untuk membiarkan asam laktat pada susu membersihkan wajah secara alami. Sementara lipid pada susu akan menutrisi kulit.
  • Bilas wajah dengan air biasa. Selain susu, Anda juga dapat mencoba bahan lain seperti putih telur, bubuk kopi, lidah buaya sebagai bahan masker atau pembersih untuk perawatan wajah kusam.

Ternyata cara-caranya mudah, bukan? Yang terpenting dalam melakukan perawatan wajah kusam adalah konsistensi. Seiring waktu, wajah menjadi tampak makin sehat dan bersih. Jangan lupa, semua diperoleh tanpa mengeluarkan biaya yang mahal.

 

sumber : alodoktor.com

FDA: Triclosan Berpotensi Membahayakan Kesehatan

FDA: Triclosan Berpotensi Membahayakan Kesehatan

FDA (Food and Drugs Administration) di AS telah melarang triclosan dan 18 bahan lainnya dipakai oleh sabun antibakteri

Produsen memiliki waktu satu tahun untuk menghapus bahan-bahan itu dari produknya.

Kita sering mengandalkan sabun antibakteri untuk mencuci tangan dan mandi. Tetapi, baru-baru ini Food and Drug Administration menganjurkan kita untuk menjauhinya.

Tidak hanya karena konsumen tidak perlu menggunakan sabun antibakteri, alasan mengapa FDA melarang penggunaan triclosan dan bahan-bahan lainnya, juga karena bahan-bahan ini diduga berpotensi bahaya. Pada tanggal 2 September, FDA mengeluarkan aturan yang melarang 19 bahan kimia tertentu digunakan di dalam sabun cair dan padat, triclosan (umumnya digunakan dalam sabun cair) dan triclocarban (digunakan dalam sabun batangan). FDA  mengatakan produsen tidak dapat menunjukkan bahwa produk yang mengandung bahan tersebut, lebih efektif dibanding sabun biasa dan air dalam mencegah penyakit atau menghentikan penyebaran infeksi tertentu. Selain itu, ada beberapa bukti bahwa bahan-bahan itu bisa menyebabkan masalah seperti resistensi bakteri atau efek hormonal, demikian menurut FDA lagi.

“Konsumen mungkin berpikir sabun antibakteri lebih efektif dalam mencegah penyebaran kuman, tapi kami tidak memiliki bukti ilmiah bahwa mereka memang lebih baik daripada sabun biasa dan air,” kata Janet Woodcock, MD, direktur Center for Drug Evaluation and Research di FDA. “Bahkan, beberapa data menunjukkan bahwa bahan-bahan antibakteri mungkin lebih memberikan mudarat atau bahaya dibanding manfaat jika digunakan dalam waktu yang lama.”

Produsen memiliki satu tahun untuk menghapus bahan-bahan tersebut dari produk mereka atau mengambil produk dari pasar. Aturan ini tidak berlaku untuk pembersih tangan atau tisu, atau produk antibakteri yang digunakan dalam perawatan kesehatan atau medis.

FDA mendorong orang untuk menggunakan sabun biasa dan air sebagai gantinya.

“Cuci tangan dengan cara yang sederhana adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran berbagai jenis infeksi dan penyakit di rumah, di sekolah dan di tempat lain,” kata Michele. “Cucilah tangan dengan sabun biasa. Ini hal yang mudah dan benar-benar efektif.”

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Keajaiban Lembutnya Pelukan Ibu

Keajaiban Lembutnya Pelukan Ibu

Walau dianggap hal yang biasa dialami balita, tantrum bisa bikin Ladies pusing nggak karuan. Ada banyak tips dan trik yang bisa dicoba, misalnya dengan memberikan pelukan. Salah satu kontak fisik ini dipercaya dapat memberikan efek menenangkan dan menentramkan, terutama untuk si kecil yang sedang belajar mengelola emosinya. Ternyata ada alasan ilmiah di balik tindakan yang kamu lakukan itu lho.

Hormon Oksitoksin

Beberapa ahli menyatakan hormon oksitoksin berpengaruh besar dalam mengurangi stres. Hormon ini diproduksi di hipotalamus di otak, dan beberapa di antaranya dilepaskan ke dalam aliran darah melalui kalenjar pituitary. Tapi beberapa tetap di otak dan mempengaruhi suasana hati dan perilaku.

Oksitoksin dikenal dapat meningkatkan kadar hormon serotonin dan dopamine, sehingga disebut memiliki efek yang menenangkan. Tiffany Field, direktur Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine menyatakan, reaksi hormon ini dapat menurunkan rasa stres, cemas, dan meningkatkan daya konsentrasi.

Memeluk Picu Produksi Oksitoksin

Cara termudah untuk menenangkan dan menentramkan si kecil yang sedang galau adalah dengan memberikannya pelukan. Tiffany juga menegaskan pelukan dapat memicu produksi hormon oksitoksin, sehingga tingkat stres dapat berkurang dan mood menjadi lebih baik. Saat dipeluk, reseptor tekanan di bawah kulit akan menstimulasi saraf vagus dan merangsang peningkatan kadar oksitoksin.

Berikan Pelukan Lembut

Agar reaksi ini dapat terjadi, dibutuhkan waktu 20 detik agar produksi hormon oksitoksin dapat mencapai kadar optimal. Berikan pelukan yang lembut, supaya si kecil merasa nyaman dan aman berada dalam dekapanmu. Saat sedang dipeluk, nggak ada salahnya menanyakan perasaannya, apa yang dibutuhkan saat ini, dan bagaimana cara mencari solusi terbaik secara bersama-sama. Biarkan tubuh mungilnya bersandar pada Ladies, sehingga ia dengan mudah merasa tenang dan rileks.

Jangan Memaksakan

Walau pelukan dapat mengurangi kadar stres pada anak, jangan sampai memaksakan diri untuk memeluknya, apalagi setelah si kecil menunjukkan tanda-tanda penolakan. Jika ia masih terlihat sangat marah, berteriak, bahkan mencoba melukai Ladies, lebih baik tanyakan terlebih dahulu apakah mau menerima pelukan.

Jika jawabannya tidak, berikan ruang untuknya menenangkan diri, misalnya di dalam kamarnya maupun sudut ruangan. Lanjutkan dengan memberikan pilihan padanya, untuk datang pada siapapun juga dan menerima sebuah pelukan saat sudah merasa tenang.

Saat Tepat Memberi Pelukan

Jangan hanya menunggu si kecil mengalami tantrum untuk menawarkan pelukan hangat. Lebih baik mencegah luapan emosi daripada harus menghadapinya kan? Mulailah membiasakan seluruh anggota keluarga untuk berpelukan satu sama lain. Ladies bisa memilih waktu-waktu tertentu yang membuat pelukan terasa spesial, misalnya saat bangun tidur, keluar dari rumah, atau saat akan tidur di malam hari. Semakin sering kamu melakukannya, tumbuh kembang anak-anak akan menjadi lebih optimal.

Memberikan ketenangan dan ketentraman pada anak-anak memang termasuk pekerjaan seorang ibu yang tidak pernah habisnya. Coba deh luangkan sedikit waktu untuk memeluknya dan rasakan perubahan sikapnya yang menjadi lebih positif dan calm.

sumber : vemale.com

Pusat Informasi Alergi

Pusat Informasi Alergi

Tentang Alergi

Alergi merupakan suatu reaksi hipersensitivitas dari sistem pertahanan tubuh. Reaksi ini muncul biasanya akibat paparan bahan penyebab (disebut alergen) dan reaksinya bisa muncul secara cepat. Alergi hanyalah salah satu bentuk reaksi hipersensitivitas tubuh kita. Beberapa bentuk umum yang sering dijumpai pada kasus alergi adalah: gatal, serangan asma, alergi makanan, batuk, dan lain-lain.

Gejala Alergi

Gejala dari reaksi alergi tergantung dari jenis alerginya. Namun biasanya reaksi tersebut akan mempengaruhi saluran nafas, daerah sinus, kulit dan sistem pencernaan. Reaksi alergi pun bervariasi mulai dari yang ringan hingga kasus yang berat. Pada kasus yang berat, bukan tidak mungkin alergi menyebabkan reaksi yang dapat mengancam nyawa (sering dikenal sebagai reaksi anafilaksis).

Pada saluran nafas, gejala yang muncul biasanya:

  • hidung buntu
  • runny nose disertai gatal

Pada kulit, reaksi alergi sering memunculkan gejala:

  • kulit kemerahan
  • gatal

Alergi akibat makanan biasanya menyebabkan:

  • gatal di beberapa bagian tubuh
  • pembengkakan di daerah wajah, bibir
  • anafilaksis

Penyebab Alergi

Alergi akan muncul ketika sistem kekebalan tubuh kita salah menerjemahkan suatu zat yang seharusnya tidak berbahaya, tapi diartikan menjadi suatu “ancaman” bagi tubuh kita. Hal ini menyebabkan sistem imun untuk bereaksi dengan cara memproduksi antibodi. Antibodi ini akan mengingat bahwa suatu zat tersebut perlu diwaspadai, sehingga jika di kemudian hari tubuh kita terpapar dengan zat tersebut, maka akan terjadi reaksi alergi.

Beberapa pemicu terjadinya alergi adalah:

  • Alergen melalui udara: debu, pollen, bulu binatang
  • Makanan seperti: susu, makanan laut, telur, dan lainnya
  • Gigitan serangga
  • Obat-obatan
  • Bahan latex atau zat kimia yang biasa digunakan pada kulit

Faktor Resiko Alergi

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami alergi adalah:

  • Memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga yang menderita alergi -tidak harus dalam bentuk reaksi alergi yang sama- maka Anda akan lebih berisiko mengalami alergi
  • Anak kecil. Walau alergi bisa terjadi pada semua usia, tapi anak kecil biasanya lebih berisiko mengalami alergi. Beberapa kasus alergi yang terjadi pada anak biasanya akan dengan sendirinya berkurang sejalan dengan pertambahan usianya.
  • Memiliki asma dan atau alergi lainnya. Jika seseorang memiliki asma maka ia lebih berisiko untuk mengalami reaksi alergi lainnya. Demikian pula jika seseorang telah memiliki alergi terhadap sesuatu maka ia lebih berisiko terkena jenis alergi lainnya.

Komplikasi Akibat Alergi

Memiliki alergi meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu lainnya, termasuk:

  • Anafilaksis. Jika Anda memiliki alergi parah, Anda meningkatkan risiko reaksi alergi yang disebabkan serius ini. Anafilaksis paling sering dikaitkan dengan alergi makanan, alergi penisilin dan alergi terhadap racun serangga.
  • Asma Jika Anda memiliki alergi, Anda lebih mungkin untuk memiliki asma – reaksi sistem kekebalan tubuh yang mempengaruhi saluran udara dan pernapasan. Dalam banyak kasus, asma dipicu oleh paparan alergen di lingkungan (alergi yang disebabkan asma).
  • Dermatitis atopik (eksim), sinusitis, dan infeksi telinga atau paru-paru. risiko Anda mendapatkan kondisi ini lebih tinggi jika Anda memiliki demam, alergi hewan peliharaan atau alergi cetakan.
  • Komplikasi jamur sinus atau paru-paru Anda. Anda berada di peningkatan risiko terkena kondisi ini, dikenal sebagai sinusitis jamur alergi dan alergi aspergilosis bronkopulmoner, jika Anda alergi terhadap jamur.

Diagnosa Alergi

  • Tes kulit. Kulit Anda ditusuk dan terkena sejumlah kecil protein yang ditemukan di alergen potensial. Jika Anda alergi, Anda mungkin akan mengembangkan benjolan mengangkat (sarang) di lokasi tes pada kulit Anda. Spesialis alergi biasanya paling siap untuk melakukan dan menginterpretasikan tes alergi kulit.
  • Tes darah. Sebuah tes darah yang kadang-kadang disebut tes radioallergosorbent (RAST) dapat mengukur respon sistem kekebalan tubuh untuk alergen tertentu dengan mengukur jumlah penyebab alergi antibodi dalam aliran darah Anda, yang dikenal sebagai imunoglobulin E (IgE) antibodi. Sampel darah dikirim ke laboratorium medis, di mana ia dapat diuji untuk bukti kepekaan terhadap kemungkinan alergen.

Pengobatan Alergi

  • Menghindari alergen. Dokter Anda akan membantu Anda mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi Anda. Biasanya ini adalah langkah yang paling penting dalam mencegah reaksi alergi dan mengurangi gejala.
  • Obat untuk mengurangi gejala. Tergantung pada alergi Anda, obat alergi dapat membantu mengurangi kekebalan reaksi sistem dan kemudahan gejala. Obat dapat mencakup over-the-counter atau resep obat dalam bentuk obat-obatan oral, semprotan hidung atau obat tetes mata.
  • Imunoterapi. Untuk alergi parah atau alergi tidak sepenuhnya lega dengan pengobatan lain, dokter anda dapat merekomendasikan imunoterapi alergen. Perawatan ini melibatkan serangkaian suntikan ekstrak alergen dimurnikan, biasanya diberikan selama beberapa tahun.
  • Epinefrin untuk keadaan darurat. Jika Anda memiliki alergi parah, dokter mungkin memberikan epinefrin suntikan darurat untuk membawa dengan Anda setiap saat. Diberikan untuk reaksi alergi yang parah, sebuah tembakan epinefrin (EpiPen, Auvi-Q, orang lain) dapat mengurangi gejala sampai Anda mendapatkan perawatan darurat.

Pencegahan Alergi

  • Hindari pemicu yang diketahui. Bahkan jika Anda mengobati gejala alergi Anda, cobalah untuk menghindari pemicu. Jika, misalnya, Anda alergi terhadap serbuk sari, tinggal di dalam dengan jendela dan pintu ditutup selama periode ketika serbuk sari tinggi. Jika Anda alergi terhadap tungau debu, debu dan vakum dan mencuci seprai sering.
  • Mencatat di buku harian. Ketika mencoba untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan atau memperburuk gejala alergi Anda, melacak aktivitas Anda dan apa yang Anda makan, bila gejala terjadi dan apa yang tampaknya membantu. Ini dapat membantu Anda dan dokter Anda mengidentifikasi pemicu.
  • Memakai sebuah gelang tanda medis. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi yang parah, gelang tanda medis (atau kalung) memungkinkan orang lain tahu bahwa Anda memiliki alergi serius jika Anda memiliki reaksi dan Anda tidak dapat berkomunikasi.

sumber : meetdoctor.com

Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan PMS Dan Tanda-Tanda Kehamilan

Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan PMS Dan Tanda-Tanda Kehamilan

“Duh, apakah saya sedang mengalami sindrom pra-menstruasi (PMS) atau sedang berbadan dua?” Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di pikiranmu. Ya, memang ada beberapa kemiripan antara tanda-tanda kamu akan mengalami menstruasi dan gejala awal kehamilan. Namun, ada juga perbedaannya. Cari tahu apa saja persamaan dan perbedaannya agar kamu tidak terkecoh dan menduga-duga hal yang belum pasti.

Tidak semua wanita mengalami tanda-tanda PMS atau gejala awal kehamilan seperti yang dituturkan di bawah ini. Efek yang dialami bisa bervariasi pada masing-masing individu. Namun, tanda-tanda berikut bisa menjadi acuan untuk kamu bisa membedakan mana kondisi yang berkaitan dengan PMS dan gejala awal kehamilan.

Kram

PMS: Sehari atau dua hari menjelang hari pertama menstruasi kamu mungkin akan mengalami kram atau dysmenorrhea. Rasa nyeri dapat berkurang saat kamu menstruasi dan hilang pada hari terakhir haid.

Kehamilan: Jika kamu positif hamil, maka kram yang terjadi mirip seperti kram ringan saat haid, namun lokasinya saja yang berbeda. Kram akibat kehamilan biasanya terasa di bawah perut atau punggung bawah, dan kondisi ini dapat berlangsung lebih lama dari PMS yakni dalam hitungan minggu hingga bulan.

Bercak atau flek darah

PMS: Bercak darah dapat menjadi tanda bahwa kamu akan mendapat haid atau sedang dalam masa PMS. Bercak darah atau flek kecokelatan ini biasanya berlangsung selama satu atau dua hari, dan volumenya hanya setetes atau dua tetes darah. Lalu dilanjutkan dengan perdarahan haid selama sekitar 1 minggu.

Kehamilan: Kamu mungkin dapat melihat ada perdarahan ringan atau seperti bercak berwarna merah muda atau cokelat tua di celana dalammu atau saat buang air kecil. Ya, itu bisa menjadi salah satu tanda kamu telah hamil. Bercak darah tersebut biasanya terjadi pada kehamilan usia 7-10 hari. Hal ini terjadi karena janin dalam pada dinding rahim guna proses pertumbuhan setelah pembuahan terjadi. Flek ini biasanya hanya terjadi dalam beberapa hari saja. Durasinya lebih pendek dari masa menstruasi, dan perdarahan tidak sampai memenuhi pembalutmu.

Nyeri payudara

PMS: Rasa nyeri disertai pembengkakan pada payudara akan terjadi saat kamu mengalami PMS, tepatnya selama paruh kedua siklus menstruasimu. Rasa nyeri bisa tertahankan, namun ada juga yang sangat menyakitkan. Rasa ini dapat terasa sangat menyakitkan sesaat sebelum menstruasi.

Kehamilan: Jika rasa nyeri ini berhubungan dengan kehamilan, maka rasanya akan lebih sakit dari yang biasa kamu alami saat PMS. Terlebih saat memasuki usia kehamilan sekitar setengah bulan. Payudaranya mungkin akan menjadi sangat sensitif, nyeri saat tersentuh, atau terlihat lebih berisi.

Warna kulit di area puting juga mungkin bisa menjadi lebih gelap. Biasanya ini dapat terjadi saat kehamilanmu menginjak usia sekitar dua bulan.

Nafsu makan meningkat

PMS: Saat PMS kamu mungkin akan menyadari bahwa nafsu makanmu pada makanan tertentu lebih meningkat, seperti ingin melahap jenis makanan yang asin, manis, dan berkarbohidrat. Bisa dikatakan kamu mungkin lebih rakus dari biasanya.

Kehamilan: Sama seperti PMS, kehamilan juga bisa membuatmu ingin menyantap beberapa jenis makanan tertentu atau bahkan mengonsumsi hal-hal yang aneh. Namun bedanya, indera perasamu juga mungkin bisa lebih sensitif pada makanan, sehingga kamu enggan memakannya. Padahal, saat sebelum hamil kamu mungkin sering mengonsumsi makanan tersebut.

Mudah lelah

PMS: Rasa lelah sepertinya bisa terjadi karena meningkatnya hormon estrogen dan progesteron yang dibutuhkan untuk menyiapkan tubuh menghadapi menstruasi.

Kehamilan: Perubahan hormon yang terjadi saat hamil juga bisa membuatmu mengalami kelelahan.

Jika kamu mengalami kondisi yang telah disebutkan di atas dan sedang dalam proses merencanakan kehamilan, kamu bisa melakukan uji test pack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan apakah kamu hanya mengalami PMS atau memang telah hamil.

 

sumber : alodoktor.com

Kista Ganglion, Waspadai Jika Ada Benjolan Berisi Air Di Tangan

Kista Ganglion, Waspadai Jika Ada Benjolan Berisi Air Di Tangan

Kista ganglion biasanya tidak disertai dengan rasa sakit dan tidak berbahaya. Namun bila terasa sakit, nyeri, kesemutan, mati rasa, atau otot melemah, itu berarti kista sudahmenekan saraf yang berdekatan.

Kista ganglion merupakan benjolan berisi cairan menyerupai gel yang biasanya tumbuh di sepanjang tendon, sendi di tangan, atau pada pergelangan tangan. Meski demikian, kista yang ukurannya mulai dari sebesar kacang polong hingga berdiameter 2,5 cm ini juga bisa muncul di kaki atau pergelangan kaki. Akibatnya, gerakan tangan atau kaki dapat terganggu.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kenapa kista ganglion bisa tumbuh dan berkembang. Ada teori yang menyebutkan jika kista ini disebabkan oleh trauma atau benturan yang membuat jaringan sendi pecah hingga membentuk banyak kista kecil. Kista kecil tersebut kemudian bersatu dan ukurannya menjadi lebih besar. Sedangkan teori lain mengungkapkan adanya cacat dalam kapsul sendi atau selubung tendon yang memungkinkan jaringan sendi menonjol keluar.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Kista Ganglion?

Kista ganglion dapat sembuh dengan sendirinya dan hilang tanpa pengobatan apa pun, meski membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun lamanya. Namun, jika kista menimbulkan rasa sakit atau mengganggu gerak tubuh, ada cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kista, yaitu:

Imobilisasi

Daerah tempat adanya kista ganglion dipasang belat (splint) atau bingkai penahan(brace) untuk sementara waktu, umpamanya pada kaki atau tangan. Tujuannya untuk imobilisasi daerah anggota tubuh tersebut supaya mencegah kista bertambah besar. Kista dapat membesar jika daerah sekitarnya banyak bergerak. Saat benjolan kista menyusut, barulah rasa sakit mereda karena tekanan kista ganglion terhadap saraf sekitarnya mengendur. Disarankan untuk tidak menggunakan splint atau brace dalam jangka panjang, karena mampu menyebabkan otot-otot di daerah sekitarnya menjadi melemah.

Aspiration

Aspiration merupakan prosedur sederhana dan tanpa rasa sakit. Pasien bahkan bisa segera meninggalkan rumah sakit setelah prosedur selesai. Dalam prosedur ini, dokter mengeluarkan cairan dari dalam kista dengan menggunakan jarum suntik. Aspirationsering menjadi pilihan pertama untuk mengobati kista ganglion karena dinilai kurang berisiko jika dibandingkan dengan operasi. Sayangnya, prosedur ini memiliki kelemahan, yaitu kista ganglion bisa tumbuh kembali. Jika sudah begitu, satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah dengan operasi.

Operasi

Ada dua jenis operasi yang dapat digunakan untuk menghilangkan kista ganglion. Pilihan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan letak kista ganglion, obat anestesi yang digunakan, dan apa yang dokter bedah pikir lebih baik. Dua jenis operasi tersebut adalah:

  • Operasi terbuka. Pada prosedur ini, dokter membuat sayatan yang panjangnya sekitar 5 cm di atas lokasi terdapatnya kista ganglion.
  • Operasi arthroscopic. Dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan kamera mungil (arthroscope) yang memudahkan mereka melihat ke dalam sendi. Kemudian arthroscope digunakan sebagai alat panduan untuk menghilangkan kista ganglion. Operasi jenis ini kurang menimbulkan rasa sakit setelah operasi.

Ada yang harus diperhatikan, selama kista ganglion masih bertengger di tangan (atau kaki Anda), dianjurkan untuk tidak memencet, menusuk, atau memukulnya. Selain tidak efektif, cara tersebut juga dapat menyebabkan infeksi. Jika tiba-tiba ada benjolan di tangan atau kaki Anda, lebih baik segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

sumber : alodoktor.com

Daftar Makanan Bayi 7 Bulan Yang Direkomendasikan

Daftar Makanan Bayi 7 Bulan Yang Direkomendasikan

Saat melihat rutinitas bayi, kita akan mempelajari bagaimana kebiasaan dirinya sehari-hari, mulai dari makan, tidur, hingga bermain. Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari melihat kebiasaan tersebut adalah mengetahui jenis makanan bayi 7 bulan yang tepat bagi buah hati Anda.

Makanan bayi 7 bulan sudah bisa berbentuk padat. Kebanyakan bayi seusia ini diberi makanan padat sampai tiga kali sehari. Selain itu, orang tua juga umumnya menambahkan ASI sekitar 700-950 ml. ASI sebanyak itu adalah jumlah kumulatif yang diberikan dalam waktu sehari penuh atau 24 jam. Ada juga orang tua yang sudah mengenalkan susu formula pada bayi berusia 7 bulan.

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi

Makanan bayi 7 bulan sebaiknya dibekali dengan kandungan nutrisi sehari-hari yang memadai. Hal ini diperlukan mengingat bayi usia 7 bulan sudah memasuki tahap mengembangkan kepribadian yang unik dan kegiatan yang dilakukan secara mandiri.

Bayi usia 7 bukan mulai belajar bagaimana mengontrol lingkungan sekitarnya. Selain itu, kreativitas, pergerakan, dan rasa ingin tahu bayi usia 7 bulan juga sedang mengalami perkembangan yang signifikan, namun tetap memerlukan dorongan dari orang tua. Peran orang tua sendiri dalam hal ini adalah untuk memastikan semua tindakan bayi tidak membahayakan keselamatan dirinya sendiri.

Selain mendukung perkembangan di atas, makanan bayi 7 tahun juga sebaiknya menunjang pertumbuhan gigi mereka. Biasanya, gigi pertama pada bayi akan tumbuh ketika usia mereka menginjak antara bulan kelima dan ketujuh. Namun jangan terlalu gundah jika meski sudah berusia 7 bulan, namun Si Kecil belum juga memiliki gigi. Sebab tiap individu memiliki perkembangan yang unik, termasuk dalam hal gigi.

Lalu, seperti apa makanan bayi 7 bulan yang sebaiknya diberikan kepada buah hati? Beberapa di antaranya ada di bawah ini:

  • Kacang polong

Makanan lain yang juga bagus untuk bayi berusia 7 bulan adalah kacang polong. Makanan ini termasuk dalam kelompok sayuran super. Disebut demikian karena kacang polong kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan asam folat.

  • Ubi jalar

Salah satu makanan bayi usia 7 bulan adalah ubi jalar. Bahan makanan ini merupakan salah satu sumber vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten. Ubi jalar merupakan pilihan nikmat yang bisa diberikan kepada bayi untuk menggantikan kentang.

  • Prem

Dari kelompok buah-buahan, makanan bayi 7 bulan yang direkomendasikan adalah buah prem. Buah ini baik untuk memberikan bayi energi instan, serat alami, dan zat besi. Prem merupakan pencahar alami sehingga bisa menjadi solusi yang bisa diandalkan ketika bayi mengalami sembelit.

  • Gandum

Gandum juga direkomendasikan untuk bayi mengingat bahan ini mampu membantu menstabilkan gula darah dan menyediakan energi untuk  jangka waktu yang lama. Bahan makanan ini juga kaya akan serat yang larut dalam air. Serat yang demikian penting untuk melindungi permukaan usus dan membantu menjaga kadar kolesterol tetap terjaga.

  • Daging ayam

Makanan bayi 7 bulan yang bagus untuk pertumbuhan salah satunya adalah daging ayam. Produk ini kaya akan protein dan vitamin B12 yang tidak ditemukan dalam sumber makanan nabati. Ayam juga cukup banyak mengandung lemak yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan bayi.

  • Daging merah (daging sapi)

Golongan daging yang juga direkomendasikan bagi bayi usia 7 bulan adalah daging merah. Sumber makanan ini memberikan zat besi terbaik dan mudah diserap tubuh. Bayi berumur 6-12 bulan membutuhkan zat besi dalam jumlah yang banyak untuk pertumbuhannya.

  • Daging domba

Untuk kelompok daging, makanan bayi 7 bulan yang bisa diberikan adalah daging domba. Daging ini kaya akan vitamin B, zinc, dan zat besi. Kebutuhan zat besi bagi bayi telah disediakan secara alami setidaknya dari mulai dilahirkan hingga usia enam bulan. Untuk selanjutnya, diet yang diberikan sebaiknya mampu memenuhi kebutuhan bayi akan zat tersebut.

  • Ikan

Makanan bayi 7 bulan yang berasal dari laut yang direkomendasikan adalah ikan. Keunggulan ikan adalah sumber makanan yang rendah lemak, namun kaya akan protein.

Pemilihan makanan bayi 7 bulan yang tepat makin memperbesar peluang pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil berjalan dengan baik. Meski aneka makanan di atas direkomendasikan, namun jangan sampai orang tua terpaku pada daftar di atas. Jika perlu, diskusikan hal tersebut dengan dokter anak terutama jika anak alergi terhadap salah satu dari bahan-bahan makanan di atas.

 

sumber : alodoktor.com