Waspada, Inilah 4 Kandungan Krim Berbahaya Untuk Wajah

Waspada, Inilah 4 Kandungan Krim Berbahaya Untuk Wajah

Penampilan wajah yang bersih dan cerah, banyak menjadi impian wanita untuk tampil cantik. Salah satu cara yang dilakukan yaitu menggunakan produk kosmetik. Namun, waspadai kandungan pada krim berbahaya agar terhindar dari risiko kesehatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melarang dan menyita peredaran produk kosmetika yang dijual bebas di Indonesia, antara lain yang mengandung merkuri, asam retinoat, hidrokinon dan resorsinol.

Berikut informasi lebih lanjut mengenai risiko dari kandungan krim berbahaya untuk wajah:

  • Merkuri

Kemampuan merkuri menghambat pembentukan melanin, membuatnya banyak digunakan pada krim atau sabun pencerah kulit untuk wajah. Kandungan merkuri dalam krim wajah bisa ada yang mencapai 10 persen, sementara pada sabun mencapai 3 persen. Jika produk mengandung merkuri yang sangat tinggi maka warnanya akan tampak abu-abu atau krem.

Risiko kesehatan akibat merkuri termasuk ruam kulit, perubahan warna kulit, luka parut, serta semakin rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Selain itu, ada pula risiko kerusakan ginjal dan gangguan psikologis seperti cemas, depresi dan atau psikosis. Merkuri yang terbuang melalui saluran air juga dapat mengganggu lingkungan.

Tidak hanya yang menggunakan krim berbahaya mengandung merkuri yang berisiko, namun juga anggota keluarga yang menyentuh krim saat digunakan atau menghirup udara mengandung merkuri.

Ibu hamil yang terpapar merkuri, janinnya akan terpengaruh sehingga berisiko mengalami kelainan perkembangan saraf. Demikian juga pada ibu menyusui. Merkuri dapat diteruskan pada bayi melalui air susu ibu (ASI). Bayi juga tergolong sangat sensitif terhadap merkuri yang dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf.

  • Asam Retinoat

Asam retinoat mampu membersihkan pori-pori, mengurangi  jerawat, dan mengurangi jaringan parut bekas jerawat. Selain digunakan untuk mengatasi jerawat yang parah, ada pula yang memanfaatkan asam retinoat untuk mengurangi kerut. Bahkan, asam retinoat dapat diberikan dokter untuk mengatasi kutil, jika pengobatan lain tidak berhasil.

Meski demikian, asam retinoat memiliki risiko menyebabkan iritasi dan kering pada kulit, sensitif terhadap sinar matahari, dan perubahan warna kulit hingga bengkak atau kemerahan pada wajah. Itu sebabnya penggunaan produk mengandung asam retinoat harus melalui konsultasi dan resep dokter.

Terutama wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan harus menghindari penggunaan krim berbahaya dengan kandungan krim asam retinoat. Janin dalam kandungan yang terpapar zat ini berisiko mengalami kelainan bawaan, sementara anak-anak berisiko mengalami kelainan saraf kognitif (kemampuan saraf otak untuk berpikir, menyerap pengetahuan dan pengertian mengenali sinyal panca indera).

  • Hidrokinon

Hidrokinon biasa digunakan untuk mencerahkan kulit yang memiliki bintik hitam, yang umum dipicu pil KB, obat hormonal, cedera, ataupun hal lain. Hanya saja, penggunaan hidrokinon dalam krim wajah dapat menimbulkan efek kulit semakin sensitif terhadap sinar matahari. Efek lain termasuk rasa panas menyengat, kemerahan, dan kulit kering.

Beberapa risiko yang lebih berat dari hidrokinon, antara lain kulit pecah-pecah, melepuh atau warna kulit menghitam. Ada pula risiko reaksi alergi serius terhadap hidrokinon, seperti sakit kepala, ruam, gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan, dan sulit bernapas.

  • Resorsinol

Resorsinol dapat digunakan untuk memperbaiki kulit kasar atau bersisik, dan membantu mengatasi infeksi kulit. Resorsinol juga biasa digunakan sebagai obat untuk mengatasi nyeri dan gatal pada kulit, eksim, kutil, psoriasis, kapalan, dan penyakit kulit lain.

Risiko efek samping resorsinol terutama pada penggunaan yang banyak, sehingga terserap pada aliran darah. Hal ini dapat memicu sakit kepala, lelah, kulit kebiruan, detak jantung tidak beraturan, kejang, hingga sesak napas.

Penderita alergi makanan, pewarna atau binatang tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan produk dengan kandungan resorsinol. Juga pada wanita hamil dan menyusui.

Berhati-hatilah ketika menggunakan kosmetik yang dijual bebas, termasuk krim berbahaya untuk wajah. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan produk kosmetik dan pengobatan penyakit kulit yang tepat.

 

sumber : alodoktor

Hati-Hati, Efek Gurih Vetsin Bukan Tanpa Risiko Kesehatan

Hati-Hati, Efek Gurih Vetsin Bukan Tanpa Risiko Kesehatan

Selain biasa ditambahkan ke dalam masakan rumahan untuk menyedapkan rasa, vetsin juga terdapat dalam banyak makanan kemasan olahan. Umumnya konsumsi makanan bervetsin tidak menyebabkan gejala apa pun pada manusia, tetapi sebagian kecil orang ternyata dapat merasakan efek negatif akibat vetsin.

Vetsin pertama kali diproduksi oleh seorang peneliti Jepang yang mencoba menduplikasi rasa gurih alami dari kombu, yaitu rumput laut yang menjadi bahan dasar sup Jepang pada umumnya. Berbeda dengan vetsin modern yang umumnya berasal dari fermentasi tepung, molasses, atau gula tebu yang dihasilkan melalui proses serupa dengan pembuatan yogurt dan minuman anggur (wine).

Vetsin digunakan untuk menyedapkan makanan tanpa perlu menambahkan banyak bahan-bahan tambahan lain. Inilah mengapa bahan penyedap ini sering dianggap sebagai cara efektif dan efisien dalam memperkaya rasa suatu masakan. Selain pada masakan, vetsin juga kerap ditambahkan pada berbagai makanan olahan, seperti keripik kentang dan daging olahan. Kandungan vetsin pada makanan kemasan ini umumnya harus dicantumkan terkait kadar dan jenisnya pada label atau daftar bahan kandungan.

Sindrom Restoran Tiongkok akibat Vetsin

Pada kondisi normal, tubuh manusia sebenarnya dapat mengolah vetsin dalam kadar tinggi sekalipun karena vetsin sendiri secara alami juga diproduksi usus sebagai hasil hidrolisis protein. Meski begitu, konsumsi vetsin tetap tidak boleh berlebihan.

Membahas tentang kelebihan dosis vetsin, pada tahun 1960-an, terkuak sebuah kasus yang disebut sindrom restoran Tiongkok. Sekelompok orang merasakan gejala-gejala tertentu setelah mengonsumsi makanan dari restoran yang menyajikan masakan khas Tiongkok. Gejala ini diindikasikan sebagai akibat dari penambahan vetsin atau monosodium glutamate (MSG) secara berlebihan pada makanan.

Kurang lebih dua jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung vetsin, beberapa orang yang sensitif terhadap bahan ini dapat mengalami gejala-gejala, seperti berkeringat, sakit kepala, mual, kelelahan, kulit kemerahan, mulut dan/atau tenggorokan terasa perih, atau bahkan kebas pada tenggorokan. Pada kasus tertentu yang sangat jarang terjadi, sebagian orang lainnya bahkan merasakan gejala yang lebih serius, seperti sesak napas, bengkak pada wajah, bengkak pada tenggorokan, detak jantung tidak beraturan, atau nyeri dada. Pada tingkatan yang parah, gejala-gejala semacam ini membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Kurang Cukup Bukti

Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara vetsin dengan reaksi alergi terhadap MSG pada sebagian orang, tetapi hanya ditemukan beberapa gejala ringan, seperti sakit kepala, nyeri dada, serta kulit yang terasa kesemutan. Sementara penelitian lain menemukan adanya hubungan antara konsumsi vetsin pada anak dengan penyakit dermatitis. Meski demikian, korelasi ini juga masih perlu diteliti lebih lanjut.

Kesimpulannya, hanya sebagian kecil orang yang diduga mengalami reaksi negatif ringan dan bersifat jangka pendek akibat konsumsi vetsin. Gejala-gejala ringan ini umumnya akan mereda dengan sendirinya atau bisa diatasi dengan cara-cara sederhana, seperti mengonsumsi beberapa gelas air putih atau meminum obat pereda nyeri untuk meringankan sakit kepala.

Jika Anda khawatir dengan efek vetsin, tidak ada salahnya memeriksa label pada kemasan makanan olahan sebelum membelinya. Kenali berbagai nama lain vetsin berikut untuk meminimalkan konsumsinya: sodium 2-aminopentanedioate, MSG monohydrate, UNII-W81N5U6R6U, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, monosodium salt, monohydrate, L-Glutamic acid, monosodium salt, monohydrate, L-Monosodium glutamate monohydrate, dan monosodium L-glutamate monohydrate.

sumber : alodoktor

Anggapan Bahaya Tidur Dengan Kipas Angin Ternyata Tidak Mendasar

Anggapan Bahaya Tidur Dengan Kipas Angin Ternyata Tidak Mendasar

Dikabarkan bahwa seseorang dapat tiba-tiba meninggal karena pajanan kipas anginsecara terusmenerus. Anggapan yang berkembang tentang bahaya tidur dengan kipas angin ini dikait-kaitkan dengan efek angin dari kipas angin elektrik dan penyejuk ruangan (AC) dalam jangka panjang yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan menyebabkan hipotermia.

Risiko kematian akibat paparan angin ini diduga lebih tinggi terjadi pada orang lanjut usia dan seseorang yang sedang mengalami gangguan pernapasan. Ditambah lagi, hal ini terpicu oleh keberadaan korban di dalam ruangan tertutup tanpa adanya ventilasi.

Mari cermati kemungkinan bahaya ini satu-persatu berikut alasan dan solusinya.

Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi gawat darurat yang terjadi saat suhu tubuh berkurang drastis, yaitu kurang dari 35°C. Ini terjadi saat tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh dalam memproduksi hawa panas. Situasi ini mengakibatkan suhu tubuh turun, serta terganggunya sistem saraf, jantung, serta organ-organ lain. Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca dingin ini dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian.

Makin malam, seseorang menjadi makin berisiko mengalami hipotermia karena metabolisme tubuh melambat dan makin sensitif terhadap temperatur di lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, penggunaan kipas angin dikhawatirkan dapat berisiko menurunkan suhu sehingga menyebabkan seseorang yang tidur dengan kipas angin akan kehilangan suhu tubuh secara drastis.

Namun tidak ada penelitian ilmiah yang menemukan bahwa kondisi ini akan terjadi kecuali suhu semula sudah sangat rendah. Di sisi lain, umumnya orang tidak akan menyalakan kipas angin saat tidur jika suhu udara sudah sangat rendah.

Hipertermia

Hipertermia terjadi ketika suhu tubuh seseorang berada di atas normal, yaitu 36°C, dan terus berada di tingkatan tersebut untuk jangka waktu yang lama. Kondisi yang dianggap jarang terjadi ini dapat dipicu oleh gangguan kesehatan tertentu, saat musim panas yang berkepanjangan. Umumnya terjadi pada orang-orang berusia lanjut.

Saat indeks panas udara berada di suhu 32°C, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menyarankan siapa pun untuk tidak menyalakan kipas angin di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi udara. Kipas angin sebaiknya digunakan saat jendela terbuka atau saat indeks panas dalam ruangan lebih rendah daripada di luar. Pada suhu sedang, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat untuk menyejukkan tubuh. Tetapi pada suhu yang sangat panas, suhu udara menjadi lebih panas dibandingkan suhu tubuh sehingga dapat meningkatkan tekanan panas pada tubuh.

Asfiksia

Asfiksia adalah kondisi berkurangnya pasokan oksigen ketika bernapas dalam waktu yang lama. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian. Meski terdapat dugaan bahwa kipas angin dapat menyebabkan asfiksia akibat keracunan karbondioksida dan pergantian oksigen, namun kondisi ini hanya dapat terjadi di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi. Pada kondisi ideal, perputaran udara dari kipas angin dan pertukaran udara melalui ventilasi dapat menjaga percampuran gas dan kadar CO2 tetap normal.

Seorang profesor termofisiologi menyatakan bahwa bahaya tidur dengan kipas angin tidak akan menyebabkan kematian akibat hipotermia. Hipotermia hanya dapat dialami oleh seseorang yang suhu tubuhnya turun drastis hingga 10°C dalam semalam, tapi tidak kepada seseorang yang suhu tubuhnya turun sebatas 2-3°C saja.

Meski demikian, seorang dokter di Korea Selatan menjelaskan beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab seseorang meninggal saat tidur dengan kipas angin menyala, yaitu aritmia, gangguan cerebrovaskular, serta embolisme paru-paru.

 

sumber : alodoktor

Mengantisipasi Risiko Mengalami Ketuban Pecah Dini

Mengantisipasi Risiko Mengalami Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini, apalagi sebelum mencapai usia kehamilan 34 minggu dapat menjadi kondisi serius yang dapat membahayakan nyawa, baik ibu maupun bayi. Sayangnya, sebagian ibu hamil memang lebih berisiko mengalami ketuban pecah dini.Segera cari tahu apa saja gejalanya.

Cairan ketuban adalah cairan di dalam kantong yang melingkupi bayi di perut ibu. Dalam kondisi normal, cairan ini akan pecah tepat waktu sebelum persalinan terjadi. Namun ada kalanya ketuban pecah lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Pecahnya cairan ketuban ini terjadi sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu yang disebut dengan ketuban pecah dini. Makin dini suatu ketuban pecah, maka dianggap makin berbahaya bagi ibu dan bayi.

Mengantisipasi Penyebab dan Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini

Penyebab ketuban pecah dini umumnya belum bisa diketahui secara pasti, namun biasanya kondisi ini dapat dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi berikut.

  • Infeksi saluran kemih.
  • Trauma akibat kejadian tertentu, seperti terjatuh, terbentur, atau mengalami insiden kendaraan bermotor.
  • Volume cairan ketuban yang terlalu banyak atau hamil kembar menyebabkan rahim dan kantong ketuban merenggang berlebihan.

Selain itu, wanita tertentu lebih berisiko mengalami ketuban pecah dini karena kondisi-kondisi di bawah ini.

  • Ibu hamil yang berkebiasaan merokok.
  • Pernah menjalani biopsi atau operasi serviks.
  • Sebelumnya pernah mengalami ketuban pecah dini.
  • Penggunaan obat terlarang di masa kehamilan.
  • Mengandung bayi kembar atau lebih dari dua.
  • Mengalami malanutrisi dan berat badan rendah.
  • Mengalami beberapa kali perdarahan selama kehamilan.
  • Leher rahim yang terbuka lebih dini.

Penanganan ketuban pecah dini umumnya disesuaikan dengan kondisi pasien dan bayi. Di bawah ini adalah beberapa penanganan yang biasa dilakukan.

  • Pemberian obat kortikosteroid sebelum persalinan sebagai cara yang umumnya ditempuh untuk menangani ketuban pecah dini. Obat ini berperan mempercepat pematangan paru-paru sebelum atau saat kehamilan berusia 34 minggu.
  • Pemberian antibiotik sebagai penanganan dan pencegahan infeksi cairan ketuban.
  • Observasi atau manajemen persalinan. Manajemen persalinan berarti menunggu hingga waktu yang tepat untuk janin dilahirkan.
  • Penggunaan amniosentesis sebagai langkah pemeriksaan atas kemungkinan infeksi pada rahim atau memastikan kematangan paru-paru bayi di dalam kandungan.

Ketuban pecah dini ini umumnya diikuti induksi persalinan. Jika setelah ketuban pecah persalinan tidak segera terjadi, maka dokter bisa jadi akan menjalani induksi untuk mempercepat persalinan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi pada bayi. Induksi biasa dilakukan jika memang terjadi infeksi atau jika paru-paru bayi di dalam kandungan sudah dianggap kuat. Induksi juga biasanya dilakukan saat ketuban pecah dini pada kehamilan 34-37 minggu untuk mencegah infeksi. Sementara sebelum usia 34 minggu, penanganan yang diberikan akan berbeda dan lebih serius.

Pengobatan tokolitik dapat digunakan untuk memperlambat atau menghentikan kontraksi sebelum persalinan setelah ketuban pecah dini. Ini memberi kesempatan kepada ibu hamil untuk dibawa ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan persalinan yang tepat.

Oleh karena wanita yang pernah mengalami ketuban pecah dini lebih berisiko mengalaminya lagi di masa yang akan datang, sebagai langkah pencegahan, wanita yang berisiko dapat mengonsumsi suplemen progesteron selama masa kehamilan. Di samping itu, jika Anda merasa berisiko mengalami ketuban pecah dini di atas, disarankan juga memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tindakan preventif.

 

sumber : alodoktor

Kenapa Feses Berwarna Hitam? Ini Jawabannya

Kenapa Feses Berwarna Hitam? Ini Jawabannya

Kotoran manusia merupakan sisa metabolisme dari sistem pencernaan yang bisa berbentuk padat atau setengah padat. Feses berwarna hitam bisa dianggap sebagai gambaran dari kesehatan seseorang secara umum. Kondisi ini bisa berkenaan dengan cara menjalani diet makanan atau kondisi sistem pencernaan itu sendiri.

Selain memiliki variasi dari sisi warna, feses manusia juga memiliki variasi dalam bentuk ukuran maupun tekstur. Namun secara umum, kotoran manusia pada umumnya memiliki ciri-ciri setengah padat yang dilapisi lendir. Adapun warna feses normal adalah cokelat terang hingga cokelat gelap.

Beberapa Hal yang Bisa Melatarbelakangi Feses Berwarna Hitam

Banyak faktor yang mungkin menyebabkan feses berwarna hitam. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Pendarahan saluran cerna

Seseorang yang memiliki feses berwarna hitam disarankan untuk tidak menganggap remeh hal tersebut. Sebab mungkin saja yang menyebabkan warna hitam pada kotoran tersebut adalah pendarahan akut di saluran cerna bagian atas atau biasa dikenal dengan upper gastrointestinal bleeding (UGIB).

Perdarahan gastrointestinal bagian atas ini patut diwaspadai karena selain tingginya tingkat kesakitan, biaya perawatan untuk menanganinya tidak murah. Belum lagi jika mempertimbangkan bahwa kondisi medis ini dapat mengakibatkan kematian. Selain efeknya kepada feses berwarna hitam, kondisi ini juga biasa ditandai dengan memuntahkan darah atau cairan berwarna hitam menyerupai larutan kopi. Pada kondisi yang parah, pendarahan pencernaan bagian atas kemungkinan menjelma menjadi hematochezia atau berak darah.

  • Sirosis yang sudah parah

Penyebab feses berwarna hitam lainnya bisa akibat penyakit sirosis yang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan alias sudah parah. Darah yang tidak bisa mengalir melalui organ hati dengan benar menyebabkan penumpukan darah di pembuluh yang membawa darah dari usus ke hati. Jika terjadi secara terus-menerus, penumpukan yang akan memicu meningkatnya tekanan darah ini dapat menyebabkan pendarahan internal. Tanda-tanda kepada pendarahan internal ini bisa terlihat dari kondisi muntahan atau kotoran penderitanya.

Pada dasarnya, organ hati berfungsi menyaring racun, mengatur gula darah, dan mengendalikan tingkat kolesterol di dalam darah. Seiring waktu, racun yang seharusnya dibuang justru berkumpul akibat terhambatnya aliran darah. Pada akhirnya racun akan merusak organ atau disebut gagal organ. Ketika gagal organ sudah terjadi, maka risiko kematian mengintai penderita sirosis.

  • Mengonsumsi obat tertentu

Kondisi feses berwarna hitam belum tentu mengindikasikan hal-hal yang mengkhawatirkan sebagaimana kondisi penderita penyakit sirosis karena masih ada penyebab lainnya, yaitu ketika seseorang mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi. Kotoran yang berwarna hitam juga dianggap umum bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan yang mengandung bismut subsalisilat.

  • Diet makanan tertentu

Jika penyebab feses berwarna hitam di atas berkaitan dengan kondisi medis atau konsumsi obat, maka penyebab yang satu ini terkait dengan makanan yang dikonsumsi seseorang. Mereka yang mengonsumsi buah bit dan blueberry mungkin akan mendapati kotoran mereka berwarna hitam.

Jika seseorang tidak mengonsumsi makanan dan obat-obatan terkait seperti di atas, namun mengeluarkan feses berwarna hitam, maka kemungkinan besar terdapat gangguan kesehatan. Untuk mengetahui dengan jelas apa penyebab serta bagaimana menanganinya dengan tepat, sebaiknya segera hubungi dokter.

 

sumber : alodoktor

8 Makanan Super Yang Mendukung Bayi Gemuk Sehat

8 Makanan Super Yang Mendukung Bayi Gemuk Sehat

Memiliki bayi yang tampak gemuk sehat, tentu sangat menyenangkan. Untuk mendukung hal tersebut, ada beberapa jenis makanan super yang dapat membantu mewujudkan hal tersebut.

Perut bayi masih sangat kecil, sehingga porsi yang dikonsumsi tidaklah banyak. Untuk itu, penting memastikan makanan tersebut kaya nutrisi sehingga dapat mendukung pertumbuhannya. Umumnya bayi diperkenalkan makanan, atau sering disebutmakanan pendamping air susu ibu (mp-ASI), pada usia 6 bulan ke atas.

Beberapa prinsip untuk menyajikan makanan pada bayi adalah segar, berwarna-warni, serta memiliki beragam tekstur dan rasa. Konsultasi dengan dokter diperlukan terutama jika anak memiliki riwayat alergi.

Berikut beberapa jenis makanan yang dapat disajikan untuk membantu bayi gemuk sehat:

  • Brokoli

Sayuran ini mengandung banyak serat, asam folat, kalsium dan mencegah kanker. Brokoli sangat tepat dijadikan pengalaman mencicipi sayuran hijau pertama untuk bayi. Untuk mengonsumsi brokoli, potong kecil-kecil dan kukus hingga lembut atau kombinasikan dengan keju dan kembang kol.

  • Pisang

Pisang mudah dibawa dan disajikan, selain itu manfaat pisang yaitu kandungan karbohidrat dan seratnya yang baik untuk tubuh. Untuk bayi, pilih pisang yang matang. Pisang disarankan dikerok dan dihaluskan untuk bayi.  Jika anak sudah dapat mengunyah, potong-potong dalam ukuran kecil agar mudah dikonsumsi.

  • Ubi

Manfaat ubi berasal dari kandungan nutrisinya yang banyak mengandung vitamin C, serat, kalium dan antioksidan. Rasanya yang manis, membuat bayi menyukainya. Dapat disajikan dengan ditumbuk dan dikukus hingga matang, sehingga menjadipuree (bubur) yang penuh nutrisi untuk bayi.

  • Alpukat

Buah ini kaya lemak tidak jenuh, yang mampu menunjang perkembangan otak. Komposisi lemak di dalam alpukat juga hampir serupa dengan air susu ibu (ASI). Selain itu, alpukat juga mengandung protein tinggi yang baik untuk bayi agar tumbuh gemuk sehat. Sajikan alpukat yang sudah matang dan dihaluskan. Namun, jangan berikan alpukat berlebihan karena buah ini bisa cepat mengenyangkan.

  • Wortel

Selain memiliki rasa manis dan warna yang menarik ketika disajikan pada bayi, kandungan beta karoten pada wortel sangat mendukung perkembangan dan penglihatan bayi. Wortel dapat disajikan dengan mengukus hingga matang, kemudian dihaluskan.

  • Jeruk

Jeruk yang kaya vitamin C akan mendukung pertumbuhan tulang, pembentukan otot, dan jaringan tubuh lain. Vitamin ini juga akan membantu penyerapan zat besi dari makanan lain dan menjaga kadar cairan tubuh tetap seimbang. Pilih jeruk dengan rasa manis.

  • Telur

Manfaat telur terutama dari kandungan utamanya yaitu protein, zinc, dan berbagai jenis vitamin yang penting untuk mendukung pertumbuhan bayi. Meski demikian, untuk bayi yang memiliki potensi reaksi alergi, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikannya.

  • Daging

Daging sapi atau ayam merupakan sumber protein, zat besi, zinc, dan berbagai nutrisi lain. Pastikan untuk menghaluskan daging saat menyajikan untuk bayi. Untuk penyajian, daging bisa dicampur dengan sayuran yang dihaluskan dan ASI. Bayi disarankan memperoleh asupan protein dari daging secara teratur, untuk mendukung perkembangannya yang pesat.

Selain memperhatikan nutrisi bayi gemuk sehat, penting juga untuk selalu memperhatikan tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya.

sumber : alodotor

Bayi Tengkurap Menggemaskan, Namun Bisa Fatal Saat Tertidur

Bayi Tengkurap Menggemaskan, Namun Bisa Fatal Saat Tertidur

Bayi tengkurap saat sedang bermain tentu membuat orang tua dan keluarga menjadi gemas dan girang. Gemas karena gayanya kian memukau dan girang karena tengkurap merupakan capaian baru Si Kecil. Namun ketika hal ini dilakukan saat mereka tertidur, maka risiko membahayakan akan mengintai.

Bayi tengkurap sendiri memiliki keuntungan yang bagus terutama saat mereka terjaga. Kemampuan ini akan membantu bayi memperkuat punggung dan bahu mereka. Selain itu, kemampuan tengkurap memberi kesempatan pada bayi untuk menggerakkan tangan dan kaki mereka dengan cara yang berbeda.

Kemampuan tengkurap juga penting untuk mengembangkan keterampilan motorik pada bayi. Kemampuan ini berguna bagi bayi untuk berguling dan kembali pada posisi semula, misalnya bayi yang sedang telentang akan berguling menuju posisi tengkurap dan sebaliknya. Seiring bertambahnya usia bayi dan tubuhnya makin besar, tengkurap akan menjadi kemampuan dasar untuk merangkak.

Posisi tengkurap juga akan memberi kesempatan kepada bayi untuk memperkuat leher. Hal ini penting untuk mengasah kemampuan dalam mengendalikan kepala secara menyeluruh. Berkat posisi ini pula, bayi memiliki kemampuan untuk melihat ke atas dan ke sekeliling dirinya. Kemampuan melihat sekeliling ini penting untuk mengembangkan kemampuan koordinasi dan mengikuti sesuatu dengan matanya..

Kemampuan melakukan tengkurap juga dianggap penting agar kepala bayi tidak datar di satu sisi. Hal ini biasanya terjadi ketika bayi hanya bisa tidur telentang. Posisi bayi tengkurap juga mengurangi tekanan pada bagian belakang Si Kecil. Karena tekanan berkurang, maka bentuk kepala bayi berpotensi jauh lebih bulat dibandingkan dengan bayi yang hanya tidur telentang.

Meski memberi banyak keuntungan, posisi bayi tengkurap juga dianggap berisiko terutama ketika hal ini dilakukan saat tertidur. Bayi yang tertidur sambil tengkurap memiliki risiko tinggi mengalami SIDS. SIDS merupakan kependekan dari Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Untuk itulah, kenapa lebih disarankan menidurkan bayi dengan posisi telentang. Posisi tidur telentang dianggap sebagai posisi yang paling tidak berisiko terhadap terjadinya SIDS.

Risiko Bayi Tengkurap Saat Tidur

Timbul pertanyaan kenapa bayi tengkurap saat tidur lebih berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak? Sebuah penelitian mencoba mencari jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana refleks kimia (kemorefleks) pada laring mungkin menjadi penyebabnya. Laring sendiri merupakan bagian dari saluran tenggorokan yang juga berfungsi membantu proses bernapas dan bicara pada manusia. Ketika mulut dan lambung menghasilkan cairan, maka hal ini akan merangsang reseptor di mukosa laring untuk menghasilkan refleks tidak bernapas sementara (apnea). Refleks inilah yang disebut dengan kemorefleks pada laring. Hal ini dilakukan untuk mencegah cairan tadi masuk ke dalam saluran pernapasan.

Rangsangan kemorefleks pada laring sendiri bisa dicegah ketika bayi memiliki kemampuan menelan dan berada dalam keadaan tidak tidur. Untuk itulah pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui refleks dan respons pernapasan pada bayi yang baru lahir. Reaksi bayi baru lahir kemudian diteliti ketika diberikan infus air melalui faring. Pemberian infus ini dilakukan pada posisi tidur telentang dan tengkurap.

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa jalan pernapasan mengalami gangguan ketika bayi tidur tengkurap. Bahkan, bayi terkena volume cairan dari faring hanya sebanyak 0,4 ml tiap menit. Hal ini terjadi karena frekuensi menelan berkurang secara drastis. Menurunnya refleks pada saluran napas pada saat tidur inilah yang diduga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.

Risiko sindrom kematian bayi mendadak sendiri umumnya terjadi pada kisaran usia 0-6 bulan. Bayi yang lahir prematur dan dengan berat badan rendah saat lahir juga lebih rentan terkena SIDS. Untuk mencegahnya, para orang tua disarankan menidurkan bayi tidak dalam posisi tengkurap, melainkan telentang.

Karena posisi tengkurap memiliki keuntungan dan kerugian bagi Si Kecil, maka orang tua harus senantiasa mengawasi tiap gerakan bayi. Yang pasti, tidak semua kegiatan bayi yang baik untuk perkembangan dan pertumbuhannya bisa dilakukan dengan telentang atau tengkurap saja.

 

sumber : alodoktor

Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan

Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan

Memiliki buah hati merupakan anugerah yang membahagiakan. Meski demikian, banyak calon ibu yang merasa takut saat akan menghadapi proses melahirkan. Ada beberapa tips melahirkan normal tanpa jahitan yang dapat dilakukan.

Saat melahirkan normal, area perineum atau dinding yang berada di antara vagina dan anus mampu meregang ketika bayi keluar. Meski demikian, masih ada kemungkinan perineum robek.

Tidak semua perineum yang robek saat melahirkan membutuhkan jahitan untuk pemulihan, mutlak diperlukan yang termasuk derajat 3 dan 4, tapi ini sangat jarang terjadi. Sedangkan derajat 2 biasanya perlu jahitan, bila tidak dijahit penyembuhan butuh waktu lebih lama, hanya saja ibu merasa nyaman karena tidak perlu mengalami sakitnya dijahit.

Selain itu, tindakan menggunting perineum oleh dokter, yaitu episiotomi, juga umumnya perlu jahitan untuk menutupnya.

Kondisi yang berisiko mengalami perineum robek antara lain persalinan yang pertama, kondisi lahir bayi yang tidak normal, berat bayi yang besar, atau persalinan yang membutuhkan bantuan alat forcep.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan melahirkan normal tanpa jahitan, yaitu:

  • Menerapkan pola hidup sehat selama hamil

Dengan pola makan sehat dan vitamin yang mencukupi, maka kulit dan jaringan tubuh lain akan berfungsi optimal. Lengkapi dengan olahraga untuk ibu hamil dansenam kegel untuk membangun tubuh yang kuat. Lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

  • Melakukan pijat perineum

Gerakan memijat pada jaringan di sekitar vagina akan membuatnya lebih fleksibel, sehingga dapat memperbesar kemungkinan melahirkan normal tanpa jahitan. Pijat perineum dapat dimulai ketika kehamilan berusia 34 minggu. Tips melahirkan normal ini bisa dilakukan dua kali per minggu untuk hasil yang maksimal.

  • Memperhatikan posisi saat melahirkan

Posisi yang berbeda saat melahirkan dapat menghasilkan tekanan yang berbeda pada perineum. Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain berbaring dengan posisi miring, duduk, atau berlutut dengan menaruh dua tangan ke arah depan.

  • Menggunakan pelumas

Manfaatkan pelumas dengan bahan dasar minyak mineral yang dihangatkan untuk mengurangi gesekan dan mempermudah keluarnya bayi.

  • Menjaga perineum tetap hangat

Kondisi hangat akan membuat aliran darah meningkatkan dan melemaskan otot sekitar perineum. Tempatkan handuk atau kain hangat di sekitarnya. Jika memungkinkan, minta seseorang untuk menekan bagian perineum dengan handuk hangat untuk menjaganya tidak robek ketika kepala bayi mendorong keluar.

  • Mengatur pernapasan

Umumnya, dokter atau perawat akan memberitahu kapan Anda harus mengejan. Ketika kepala bayi sudah mulai tampak, maka calon ibu akan diminta berhenti mengejan dan mengambil beberapa napas pendek yang dikeluarkan melalui mulut. Hal ini akan membuat kepala bayi keluar dengan lembut dan perlahan, sehingga otot dan kulit perineum dapat meregang tanpa robek. Lakukan sesuai saran mereka agar dapat melahirkan normal tanpa jahitan.

Selain melakukan beberapa tips melahirkan normal di atas, Anda dapat menanyakan lebih lanjut pada dokter. Minta informasi mengenai cara yang dapat menghindari robek pada perineum atau tindakan episiotomi, agar dapat melahirkan normal tanpa jahitan.

 

sumber : alodoktor

Cara Mengatur Pola Tidur Bayi

Cara Mengatur Pola Tidur Bayi

Kurang tidur jadi masalah umum para ibu yang memiliki bayi baru lahir. Betapa tidak, seringkali ibu harus bangun di malam hari demi menemani Si Kecil yang mengajak bermain. Karena itu, ibu sebaiknya mulai memperkenalkan rutinitas tidur yang sehat di malam hari pada bayi. Rutinitas yang sederhana dan konsisten akan membantunya belajar kebiasaan tidur yang sehat yang akan berguna untuk masa depannya nanti.

Kenalkan waktu tidur yang teratur antara pukul 18:30-20:30 setiap hari. Biasanya, pada jam-jam ini, bayi sudah menjadi lelah. Terpenting, ciptakan rutinitas sebelum tidur untuk membantu Si Kecil tidur terlelap di malam hari. Rutinitas tidur yang konsisten dapat membantu mengatur jam tubuh bayi dan membantunya untuk membentuk pola tidur. Bayi ibu akan lebih santai jika dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Semakin santai bayi, semakin cepat dia akan terlelap.

JOHNSON’S® 3-Step Routine dari JOHNSON’S® baby memadukan waktu mandi dan pijatan, dua ritual utama yang membantu merangsang indra penciuman dan peraba pada bayi. Rutinitas ini juga bisa mempererat ikatan ibu dan bayi, menyiapkan bayi untuk tidur lebih nyenyak di malam hari agar perkembangan bayi dapat lebih optimal.

Berikut ini tiga langkah unik dari JOHNSON® baby sebelum tidur agar Si Kecil tidur lebih nyenyak.  Langkah-langkah ini telah teruji secara klinis dapat membantu bayi dan balita usia 7 sampai 36 bulan untuk dapat tidur lebih nyenyak hanya dalam waktu satu minggu.

Langkah 1 – Mandi air hangat

Mandi adalah cara yang sempurna untuk mengawali rutinitas sebelum tidur. Siapkan segala hal yang dibutuhkan sebelum Anda memulai sesi mandi. Pastikan airnya hangat. Tuangkan produk mandi seperti JOHNSON’S®BEDTIME® baby bubble bath and wash. Aromanya yang lembut bisa membantu menenangkan bayi dalam persiapannya untuk tidur.

Langkah 2- Pijatan lembut dengan lotion

Berikan pijatan yang lembut untuk membuatnya merasa nyaman dan dicintai sehingga bisa membantunya untuk tidur lebih nyenyak.  Penelitian menunjukkan bahwa memijat bayi memiliki manfaat kesehatan yang signifikan pada bayi. Momen ini juga bisa mendekatkan ikatan emosional ibu dengan bayi serta mendukung perkembangan bayi. Tuangkan sedikit baby oil atau lotion seperti JOHNSON’S® baby BEDTIME® baby lotion ke telapak tangan ibu lalu pijatlah bayi dengan lembut.

Langkah 3- Waktu tenang

Setelah memandikan bayi dengan air hangat dan memijatnya agar bayi rileks, berikutnya adalah membawanya tidur. Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman di sekitar bayi.  Matikan TV atau suara-suara bising lainnya. Sebagai pengantar tidur, ibu bisa membacakan cerita atau bernyanyi pelan untuk membuatnya lebih santai sampai tertidur.

Rutinitas tidur seharusnya menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan sehingga bayi menyukai seluruh prosesnya. Jika bayi menangis atau merengek saat ibu tinggal pergi, kembali dan tinggallah selama beberapa menit sampai dia menjadi tenang kembali.

Usahakan jangan stres jika bayi tidak segera dapat mengadaptasi rutinitas tidur yang ibu  jalankan. Pasalnya, bayi  akan merasakan apa yang ibu rasa dan jadi ikut stres karenanya. Walhasil, dia akan semakin sulit tidur.

Berpegang teguhlah pada rutinitas sebelum tidur ini, bahkan ketika ibu  sedang tidak di rumah. Hal ini dapat membuat bayi lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan yang tidak dikenalnya.

 

sumber : http://meetdoctor.com/

Posisi Tidur Paling Nyaman Saat Menstruasi

Posisi Tidur Paling Nyaman Saat Menstruasi

Periode menstruasi terasa cukup merepotkan bagi banyak perempuan. Bukan cuma karena tubuh jadi menggemuk, harus bolak-balik ganti pembalut, dan mood yang acak-acakan. Tapi juga karena di malam hari, kram perut tak juga mereka membuat perempuan menjadi sulit tidur. Walhasil, besoknya, mereka menjadi semakin lemas dan mood semakin berantakan. Ini belum terhitung darah yang tembus ke celana, baju dan seprai.

Untungnya, aplikasi pelacak periode menstruasi Clue, melalui riset mereka, telah menemukan posisi tidur yang tepat untuk para perempuan yang sedang dalam periode haid. Posisi yang tepat itu adalah tidur dalam posisi janin meringkuk. Posisi ini tidak hanya meredakan nyeri perut, tetapi juga dapat membantu mencegah darah bocor pada malam hari.

Namun, perusahaan Femail Daily Mail, tidak terlalu merekomendasikan posisi tidur tersebut. Pasalnya, sekalipun dapat membantu menenangkan kram perut, posisi janin ternayata berisiko menyebabkan sakit punggung dan leher,

Majalah Glamour kemudian bertanya kepada ahli mengenai polemik tersebut. “Tidur dalam posisi janin adalah yang terbaik karena posisi janin mengurangi tekanan pada otot-otot perut,” jelas Lisa Lindley, gelar M.D., dokter kebidanan dan kandungan dari Eisenhower Women’s Health. “Banyak wanita mengatakan bahwa posisi janin dapat membantu meringankan kram.”

Tentu saja, posisi janin bukan satu-satunya yang baik bagi perempuan yang sedang haid. Semua tergantung tubuh Anda dan apa yang Anda rasa paling nyaman. Namun, Lindley berpesan agar sedapat mungkin Anda tidak tidur terlungkup semasa haid. Mengapa? Karena posisi terlungkup dapat membuat rahim seperti diremas-remas dan akan menyebabkan lebih banyak darah yang keluar.

Tapi sekali lagi, semua itu tergantung pada kenyamanan masing-masing orang. Jadi, lakukan saja apa yang menurut Anda paling membuat Anda merasa lebih baik.

 

Source: goodhousekeeping.com