Kenali Ciri-Ciri Trauma Tumpul Abdomen Yang Mudah Terdeteksi

Kenali Ciri-Ciri Trauma Tumpul Abdomen Yang Mudah Terdeteksi

Trauma abdomen merupakan cedera yang terjadi pada perut. Trauma abdomen bisa dikenali dari tanda dan gejalanya, yaitu perut terasa nyeri dan kaku, serta ada memar pada bagian luar perut. Cedera yang satu ini bisa menimbulkan infeksi dan kehilangan darah yang parah.

Setidaknya ada dua jenis trauma abdomen yang dikenal dalam dunia medis, yaitu trauma tumpul dan trauma tusuk.

  • Trauma tumpul abdomen disebabkan oleh tekanan (pukulan langsung, pukulan tidak langsung, sabuk pengaman, dan lain sebagainya) atau tenaga/gaya yang melambat. Pada trauma abdomen tumpul, organ yang paling sering rusak adalah limpa dan hati.
  • Trauma tembus abdomen disebabkan oleh luka tembak, pecahan peluru, atau luka tusuk yang memasuki rongga perut.
  • Trauma Abdomen Tumpul

    Trauma abdomen tumpul adalah penyebab utama kematian pada semua kelompok umur. Hal tersebut terjadi karena tanda-tanda cedera pada trauma jenis ini terkadang tidak muncul selama pemeriksaan dan pengobatan awal. Bisa juga karena pemeriksaan awal tidak akurat.Mayoritas kasus trauma abdomen tumpul disebabkan oleh tabrakan antar kendaraan bermotor, atau ketika kendaraan bermotor menabrak pejalan kaki. Diikuti oleh perut yang dipukul atau terpukul, jatuh dari ketingian, kekerasan pada anak, dan kekerasan dalam rumah tangga. Limpa dan hati merupakan organ yang paling sering mengalami cedera akibat trauma tumpul abdomen, selain itu cedera juga dapat tejadi pada pada pankreas, usus, mesenterium, kandung kemih, diafragma, ginjal, dan aorta abdominal juga bisa terjadi walaupun kurang umum.

    Pada pasien dengan trauma abdomen tumpul, tanda-tanda atau gejala cedera bisa dilihat dari apakah pasien merasakan sakit di bagian perut terutama bila ditekan, adanya pendarahan di dalam perut, volume darah menurun (hipovolemia), dan adanya bukti iritasi pada jaringan yang melapisi dinding perut dan mencakup sebagian besar organ dalam perut (iritasi peritoneal).

    Pada pemeriksaan fisik yang tampak oleh mata telanjang, ada beberapa pola cedera yang bisa menjadi pertanda seseorang menderita trauma abdomen tumpul, misalnya:

    • Tanda lingkaran ikat pinggang, berhubungan dengan rusaknya usus kecil.
    • Memar yang bentuknya seperti kemudi kendaraan beroda empat.
    • Dalam beberapa jam atau hari, warna kulit di sisi samping tubuh (Grey Turner sign) atau di pusar (Cullen sign) berubah. Ini menunjukkan adanya pen
    • Tulang rusuk bagian bawah tidak stabil dan terdapat tanda patah tulang, menunjukkan potensi cedera limpa atau hati.
    • Perut terlihat pucat dan terasa penuh ketika diraba, mengindikasikan pendarahan di dalam perut.
    • Perut terasa nyeri, tegang, kaku, atau lunak,menunjukkan adanya cedera peritoneal.
    • Perut yang meregang, terjadi ketika zat seperti udara (gas) atau cairan menumpuk di perut, sehingga membuat perut dan pinggang membesar tidak seperti biasanya.

    Jika Anda mengalami benturan atau kecelakaan jangan ragu untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan kondisi tubuh agar terdeteksi apakah ada trauma abdomen atau trauma lainnya.

Gigi Patah Masih Berguna, Jangan Dibuang

Gigi Patah Masih Berguna, Jangan Dibuang

Gigi patah bisa saja terjadi tiba-tiba jika kita terjatuh, berkelahi, mengalami kecelakaan, terbentur benda keras, atau menggigit es batu.

Untungnya, gigi permanen alias gigi dewasa yang patah terkadang bisa ditempel kembali seperti sedia kala. Nah, kalau tiba-tiba gigi kamu patah, jangan langsung membuang patahan gigi. Simpan bagian yang patah tersebut dan bawa ke dokter gigi terdekat secepat mungkin. Semakin lama didiamkan, semakin susah bagi dokter gigi untuk memperbaiki gigi patah kamu.

Saat menuju ke dokter gigi, disarankan untuk melakukan beberapa saran di bawah ini untuk mengatasi gigi patah yang kamu alami:

  • Cobalah untuk menempelkan patahan gigi ke gigi aslinya dan gigit kain kasa atau kantong teh basah pelan-pelan agar gigi tidak banyak bergerak. Hati-hati, jangan sampai patahan gigi tersebut tertelan.
  • Kalau merasa kesulitan melakukan poin yang di atas, taruh gigi patah ke dalam wadah berisi sedikit susu sapi atau air liur.
  • Kamu juga bisa menyimpan gigi patah di antara bibir bawah dan gusi atau di bawah lidah.
  • Jika gigi terasa sakit, minum paracetamol atau obat pereda nyeri yang dijual bebas lainnya dan bilas mulut dengan air garam.
  • Jika gigi patah menyebabkan ujung gigi menjadi bergerigi atau tajam, tambal dengan sedikit lilin parafin atau permen karet tanpa gula, hal ini dimaksudkan agar gigi tidak melukai lidah, bagian dalam bibir, atau bagian dalam pipi.
  • Jika kamu lapar, konsumsi makanan lunak dan jangan mengigit makanan menggunakan gigi yang patah atau rusak.

Tapi, jika kamu tidak bisa menemukan patahan gigi, jangan khawatir. Dokter gigi bisa membuat gigi palsu dengan menggunakan bahan yang warnanya sama dengan gigi asli kamu. Jika bagian belakang gigi juga ikut patah atau rusak, dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk memperbaiki gigi dengan filling atau crown. Namun, jika gigi yang patah ternyata rusak parah dan bahkan sampai sarafnya terlihat, kemungkinan dokter gigi akan menyarankan perawatan saluran akar atau root canal.

Kalau kamu tidak ingin sampai mengalami gigi patah, hindari berbagai faktor yang meningkatkan risiko kamu mengalaminya seperti perkelahian, tidak mengonsumsi makanan yang keras, dan selalu mengenakan sabuk pengaman ketika berkendara. Jika kamu suka olahraga yang berisiko terkena pukulan di mulut, disarankan untuk memakai pelindung mulut atau mouthguard yang dibuat oleh dokter gigi untuk melindungi gigi kamu.

Oh iya, jika kamu tidak bisa mengatupkan gigi atas dan bawah secara bersama-sama hingga menutup, itu bisa jadi karena rahang kamu terluka atau patah ketika terbentur benda keras. Segera pergi ke dokter gigi atau datangi unti gawat darurat di rumah sakit terdekat secepatnya. Semakin cepat gigi patah ditangani, semakin cepat pula kamu mendapatkan perawatan yang tepat dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

sumber : alodoktor

KESEHATAN Peran Enzim Di Lambung Dalam Proses Pencernaan Makanan

KESEHATAN Peran Enzim Di Lambung Dalam Proses Pencernaan Makanan

Salah satu organ manusia yang memiliki peran penting dalam proses pencernaan makanan adalah lambung. Organ ini berfungsi sebagai pengaduk dan pelumat makanan. Untuk tujuan tersebut, enzim di lambung pun diperlukan dalam membantu proses pencernaan makanan lebih lanjut hingga makanan dapat diserap ke seluruh tubuh.

Pencernaan  berarti memproses  makanan yang masih berbentuk besar menjadi molekul-molekul makanan kecil yang dapat larut untuk diserap oleh darah. Ada dua jenis proses pencernaan, yaitu pencernaan mekanik dan kimia. Pencernaan mekanik adalah penguraian bentuk makanan dari yang lebih besar menjadi lebih kecil sehingga dapat masuk ke dalam sistem pencernaan dan diproses oleh enzim. Sedangkan pencernaan kimia adalah penguraian makanan menjadi molekul-molekul kecil agar dapat diserap dan digunakan oleh tubuh.  Pencernaan kimia dilakukan dengan bantuan enzim pencernaan, termasuk enzim yang terdapat di dalam lambung.

Pada Dasarnya Fungsi Enzim Seperti Ini

Enzim pencernaan berfungsi memecah molekul besar makanan menjadi lebih kecil agar mudah diserap oleh tubuh.. Enzim pencernaan dapat ditemukan pada beberapa tempat, yaitu saliva atau air liur yang dikeluarkan kelenjar air liur, sel dalam lapisan lambung, serta sel yang berada dalam pankreas serta usus.

Berdasarkan zat-zat di dalam makanan yang menjadi target, enzim pencernaan terbagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya adalah protease dan peptidase yang berfungsi memecah protein menjadi peptida kecil serta asam amino, lipase yang berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan molekul gliserol. amylase yang berfungsi memecah karbohidrat seperti pati dan gula menjadi gula sederhana (glukosa), dan  nuclease yang berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida.

Peran Enzim di Lambung dalam Mencerna Makanan

Salah satu fungsi lambung adalah menghasilkan asam dan zat kimia yang disebut pepsin. Kedua bahan ini penting dalam mencerna makanan dan mengubahnya ke dalam bentuk yang siap diserap oleh tubuh. Beberapa contoh enzim pencernaan yang ada di dalam lambung adalah:

  • Pepsin. Ini merupakan enzim pencernaan lambung yang merupakan bentuk aktif aktif dari pepsinogen. Pepsin menguraikan protein dalam makanan menjadi partikel lebih kecil seperti peptide dan asam amino yang siap diserap ke dalam usus halus. Dengan demikian, pencernaan protein ini berawal dalam lambung, tidak seperti pencernaan karbohidrat atau lemak yang dimulai dari mulut.
  • Asam Hidroklorida ini mengandung atom hidrogen dan terdapat dalam sel parietal dalam lambung. Fungsi utama asam hidroklorida adalah mengubah protein dan menghilangkan bakteri atau virus yang masuk bersamaan dengan makanan.
  • Mucin dihasilkan dari sel mukosa di permukaan lambung. Sel ini berperan sebagai pelindung lambung itu sendiri dari lingkungan yang sarat dengan kandungan asam.
  • Gastrin merupakan hormon penting yang diproduksi sel G dalam lambung. Gastrin diproduksi ketika lambung membesar saat makanan masuk dan sesudah protein masuk ke dalam lambung.

Seluruh proses pencernaan dilakukan di dalam tubuh. Oleh karena itu, banyak enzim di lambung yang dibutuhkan dalam proses pencernaan agar makanan dapat terserap dan digunakan oleh tubuh. Meski begitu, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan tubuh berhenti atau lebih sedikit memproduksi enzim di lambung sehingga tubuh mengalami  kekurangan gizi. Jika terjadi hal demikian, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk diantaranya pemakaian suplemen enzim.

 

sumber : alodoktor

Serunya Bermain Bersama Si Kecil Dalam Proses Tumbuh Kembangnya

Serunya Bermain Bersama Si Kecil Dalam Proses Tumbuh Kembangnya

Kemampuan motorik adalah kemampuan dalam menggunakan otot-ototnya untuk melakukan berbagai aktivitas. Ada dua kemampuan motorik, yaitu motorik kasar dan halus.

Otak Si Kecil baru lahir belum sepenuhnya mampu mengontrol gerakan-gerakan tubuh sehingga kemampuan motoriknya belum terlihat jelas. Seiring pertambahan usia, kemampuan motorik Si Kecil kian berkembang.

Perbedaan antara Motorik Halus dan Motorik Kasar

Perbedaan antara kemampuan motorik halus dan kasar terletak pada bentuk gerakan tubuh. Motorik halus dikaitkan dengan gerakan-gerakan kecil yang dapat dilakukan oleh Si Kecil, misalnya kemampuan Si Kecil dalam menggunakan jari-jemari, mengambil sesuatu hanya menggunakan jari, menggerak-gerakkan jari itu sendiri, menggerakkan bibir, mengunyah, dan gerakan dalam skala kecil lainnya. Sementara, motorik kasar adalah kemampuan melakukan gerakan yang lebih besar, seperti merangkak, berjalan, dan melompat.

Perkembangan motorik Si Kecil  baru lahir biasanya dimulai dari kepala dan kemudian turun ke bawah. Mulai dari berangsur-angsur dapat mengangkat kepala, lalu menggerakkan wajah beserta gerakan-gerakan anggota tubuh di wajah, seperti bibir, lidah, dan mata kemudian anggota tubuh lainnya mengikuti seiring waktu.

Cara Merangsang Kemampuan Motorik Halus

Bunda dapat merangsang kemampuan motorik halus pada Si Kecil dengan cara memberikan sentuhan atau kontak langsung agar Si Kecil memberikan tanggapan. Ajaklah anak bermain bersama-sama. Apabila usia Si Kecil sudah lebih dewasa, sediakan mainan berupa balok plastik dan ajaklah dia mengambil, menggenggam, dan menyusun balok-balok tersebut. Si Kecil akan melatih gerakan jari, tangan, pergelangan tangan, serta mengasah kemampuan mental. Bunda juga dapat mengajarkannya mengenakan dan melepaskan pakaian, serta memasukkan kancing ke dalam lubangnya.

Cara Merangsang Kemampuan Motorik Kasar

Merangsang motorik kasar pada Si Kecil dapat dilakukan sesuai usia. Ada perbedaan cara menstimulasi motorik halus antara Si Kecil yang masih belia dengan yang sudah lebih dewasa sebagaimana disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuannya.

Stimulasi yang diberikan untuk Si Kecil berusia 0-6 bulan harus berhati-hati dan aman karena Si Kecil sedang mengalami perkembangan fisik awal. Coba lakukan hal-hal berikut.

  • Stimulasi agar Si Kecil mengangkat kepala dan menggerakkan tubuhnya sesering mungkin. Ajak Si Kecil bermain sehingga memicunya untuk menggunakan leher, dada, lengan, dan kaki untuk beraktivitas. Misalnya saat tengkurap, bunyikan mainannya di atas kepala agar Si Kecil berupaya mengangkat kepalanya untuk mencari sumber bunyi.
  • Buatlah Si Kecil melakukan gerakan menendang dan memukul mainan untuk memperkuat lengan dan kakinya. Letakkan mainan sedikit jauh dari jangkauannya dan buatlah Si Kecil aktif bergerak berupaya mengambil mainan tersebut.
  • Berikan mainan yang dilengkapi bunyi-bunyian agar Si Kecil aktif mencari sumber suara dan bergerak ke arah suara itu.

Selanjutnya untuk Si Kecil berusia 6-10 bulan, Si Kecil sudah bisa distimulasi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih menuntut responsnya secara langsung, seperti hal-hal berikut.

  • Bermain adu cepat dalam merangkak agar Si Kecil aktif bergerak.
  • Membuat mainan terowongan dari balok besar dan biarkan Si Kecil merangkak di bawahnya.

Untuk Si Kecil berusia 10-15 bulan, yaitu ketika Si Kecil sudah bisa memperlihatkan kemajuan fisik yang makin dewasa, hal-hal berikut cocok dilakukan untuk menstimulasi dirinya.

  • Berikan mainan pada Si Kecil , misalnya bola atau sesuatu yang bisa dilempar atau dimasukkan ke keranjang.
  • Berikan bola, ajari latihan melempar, menangkap, dan menendang bola.
  • Jangan terlalu sering meletakkan Si Kecil dalam stroller. Lebih baik berikan mainan yang bisa didorong oleh Si Kecil sambil menjaga keseimbangannya. Atau biarkan dia merambat maupun sedikit berlari bila keseimbangannya telah cukup berkembang.

Perkembangan Kemampuan Motorik Dapat Terhambat

Perkembangan motorik antara Si Kecil yang satu dengan yang lain akan berbeda-beda. Ada Si Kecil yang sudah bisa berjalan pada usia sembilan bulan, tapi ada juga sebagian yang lain baru bisa berjalan pada usia setelah sembilan bulan. Namun, hal tersebut masih dalam batas normal.

Meskipun perkembangannya berbeda-beda, tetap ada standar pada kemampuan tersebut, misalnya:

  • Pada usia Si Kecil 5 bulan, kemampuan motoriknya sudah makin meningkat sehingga dia sudah bisa tersenyum, meraih dan memegang benda, serta berguling-guling di tempat tidurnya.
  • Usia 8  bulan Si Kecil sudah bisa duduk tanpa bantuan orang lain.
  • Usia 9 bulan Si Kecil sudah dapat mengambil benda kecil menggunakan jari-jarinya.
  • Usia 10 bulan Si Kecil sudah bisa bangun untuk berdiri dari posisi duduk, tanpa bantuan.

Si Kecil yang perkembangan kemampuan motoriknya terlambat bisa disebabkan oleh beberapa sebab, yaitu:

Sikap Mendasar dari Si Kecil

Ada Si Kecil yang bersikap terlalu berhati-hati. Mereka memikirkan berbagai hal sebelum melakukan sesuatu, misalnya aman atau tidak jika melakukan hal tersebut atau jika sudah berada di atas bangku bagaimana cara turunnya sehingga memicu dirinya sendiri lebih lamban dalam menguasai suatu kemampuan.

Memiliki Saudara yang Lebih Tua

Memiliki kakak berkemungkinan membuat Si Kecil bergerak ke dua arah. Pertama, perkembangannya menjadi lebih cepat karena mencontoh sang kakak. Kedua, perkembangan motorik menjadi lebih lambat karena banyak hal yang tidak dilakukannya sendiri karena dibantu oleh sang kakak.

Bagaimana Jika Si Kecil Mengalami Keterlambatan Perkembangan?

Si Kecil yang bentuk fisiknya lebih besar cenderung mengalami keterlambatan pada perkembangan motorik karena gerakannya lebih lambat. Akibatnya, perkembangan Si Kecil  dengan ukuran tubuh seperti ini menjadi lambat.

Jika Si Kecil atau anak Bunda termasuk yang perkembangan motoriknya terlambat, tidak perlu cemas. Masih ada cara untuk mengejarnya. Caranya adalah:

  • Tunjukkan bahwa Bunda ada di dekatnya ketika dia sedang mencoba hal baru.
  • Beri pujian ketika dia berhasil melakukan hal baru.
  • Letakkan benda kesayangannya di tempat yang agak jauh agar membuatnya bergerak untuk mengambilnya.
  • Usahakan membuat dia bergerak untuk membangun otot-otot leher, lengan, dada, dan punggung, terutama bagi Si Kecil yang usianya lebih muda.
  • Kreatiflah menciptakan mainan, tidak perlu yang mahal, buat saja dari kardus bekas atau benda lain yang aman.
  • Jangan lupa untuk membersihkan benda-benda atau mainan sebelum Bunda mengizinkan Si Kecil memegangnya. Gunakan tisu basah untuk membersihkannya.

Orang tua perlu mengingat bahwa anak dapat memiliki proses tumbuh kembang berbeda-beda. Ada yang cepat da nada yang lebih lama dari rata. Bunda dapat selalu membatu dan membimbingnya di tiap gerakan, tapi di sebagian besar kasus, kesabaran adalah kunci utama. Walau demikian, jika Bunda  curiga Si Kecil memiliki keterlambatan dalam perkembangan motoriknya, maka diskusikan dengan dokter agar bisa dideteksi secara dini.

Tumbuh kembang Si Kecil bukan sekadar memonitor tinggi dan berat badannya saja. Perkembangan motoriknya pun perlu diperhatikan. Maka dari itu, Bunda perlu memahami tentang perkembangan kemampuan motorik halus dan kasar demi menunjang pertumbuhan Si Buah Hati.

 

 

sumber : alodoktor

Pahami Gejala Tipes Pada Anak Dan Cara Menanganinya

Pahami Gejala Tipes Pada Anak Dan Cara Menanganinya

emam tifoid, dikenal juga dengan sebutan tipes, disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Bakteri ini biasa berdiam di dalam air atau makanan.Seseorang dapat menderita demam tifoid karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Gejala tipes bisa datang secara tiba-tiba, bisa juga datang secara bertahap dalam kurun waktu beberapa minggu. Jika tidak diobati, gejala tipes akan memburuk seiring waktu. Memburuknya kondisi gejala tipes yang tidak diobati akan disertai juga dengan kemunculan ruam berbintik merah di dada, berat badan menurun, serta perut kembung.

Iqku-4

Gejala Tipes pada Anak Secara Umum

Gejala tipes pada anak sama dengan orang dewasa, baik dari durasi berlangsungnya demam, tanda-tandanya, maupun cara penanganannya. Gejala pada tipes atau demam tifoid bisa ringan maupun berat, tergantung kepada kondisi kesehatan, usia, serta sejarah vaksinasi penderita.

Gejala-gejala umum yang biasanya muncul ketika anak terserang tipes meliputi:

  • Demam tinggi (mencapai 40°C)
  • Sakit perut dan bisa disertai dengan diare
  • Merasa lemah, lelah, dan tubuh pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Nyeri tenggorokan
  • Sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pembesaran hati dan limfa
  • Munculnya lapisan di lidah

Demam tifoid pada anak jarang sampai ada yang menyebabkan komplikasi masalah kesehatan yang serius. Jika berujung kepada komplikasi, biasanya berupa masalah pencernaan, yaitu adanya lubang pada usus. Kondisi ini dinilai serius dan membutuhkan penanganan di rumah sakit secepatnya.

Penanganan Demam Tifoid yang Tepat

Apabila gejala tipes pada anak telah muncul, bersiaplah untuk segera memerangi penyakit ini. Langkah-langkah penanganan untuk penderita tifoid dijalani melalui dua tahap. Langkah pertama, penderita harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Setelah itu, disarankan untuk melanjutkan perawatan di rumah sebagai langkah penanganan kedua.

Pengobatan medis

Pengobatan tifoid secara medis dilakukan di rumah sakit. Pasien demam tifoid akan mendapatkan perawatan:

Pemberian antibiotik

Ketika terkena demam tifoid dan gejala tipes pada anak datang, dokter akan memberikan antibiotik untuk 1-2 minggu. Antibiotik dianggap sebagai pengobatan umum untuk demam tifoid pada tahap awal. Jenis antibiotiknya berbeda-beda, tergantung kepada kondisi pasien.

Minumlah antibiotik sampai batas waktu yang telah ditentukan dan jangan menyisakan antibiotik yang sudah diresepkan. Jika anak  tidak tuntas meminum obat, maka risikonya sangat tinggi, yaitu penyakit akan mudah datang lagi.

Setelah antibiotik habis, pastikan kembali ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.

Rawat inap di rumah sakit

Jika anak mengalami gejala-gejala berat seperti demam hingga 40°C atau lebih, diare berat, perut bengkak, atau muntah terus-menerus, segera hubungi dokter agar anak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dokter akan memberikan cairan nutrisi melalui infus dan antibiotik dalam bentuk obat suntik. Biasanya pasien akan pulih setelah menjalani perawatan selama 3-5 hari. Namun, untuk memastikan pemulihan sepenuhnya, pasien akan diminta meneruskan perawatan di rumah sakit lebih lama.

Perawatan di Rumah

Selain menjalani perawatan demam tifoid di rumah sakit, lakukan juga perawatan tambahan di rumah, misalnya:

Banyak mengonsumsi cairan

Berikan air putih, jus buah, atau air kelapa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Pentingnya asupan cairan ini dilatarbelakangi oleh adanya kondisi diare dan demam tinggi yang menjadikan tubuh cenderung mengalami dehidrasi.

Perhatikan asupan makanan

Demam tifoid dapat menyebabkan penderita, terutama anak, mengalami kekurangan gizi. Karena itu, penuhilah kebutuhan gizinya dengan memberikan makanan yang tepat. Nasi, roti, dan pisang adalah beberapa jenis makanan yang mudah dicerna di perut dan membantu meredakan mual serta diare. Jus buah juga dapat diberikan, asalkan tidak ditambahkan gula. Perhatikan bahwa gula dapat memperburuk diare. Buah-buahan dan sayur-sayuran juga dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin.

Tambahkan madu

Tambahkan 1-2 sendok madu ke dalam teh hangat, lalu berikan pada anak. Minuman ini baik untuk membantu memulihkan gejala demam tifoid. Selain itu, madu bersifat menenangkan usus yang teriritasi dan melindungi saluran pencernaan. Namun, hindari memberikan madu pada anak usia di bawah satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Jangan lupa, tanyakan dahulu kepada dokter mengenai bentuk perawatan alami di rumah agar tidak bertolak belakang dengan perawatan medis dari rumah sakit demi menghindari risiko gangguan kesehatan.

Jika tidak ada masalah kesehatan lain, gejala demam tifoid pada umumnya akan sembuh pada minggu ketiga atau keempat. Namun, meskipun sudah sembuh, penyakit ini bisa datang lagi kapan saja. Karenanya, awasi kebersihan makanan dan minuman dan ketika gejala tipes pada anak muncul, segera berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

 

sumber : alodoktor

Membuat Sabun Bayi Sendiri Untuk Meminimalkan Bahan Kimia Berbahaya

Membuat Sabun Bayi Sendiri Untuk Meminimalkan Bahan Kimia Berbahaya

Memilih sabun bayi memang harus ekstra hati-hati. Jangan menggunakan sabun biasa sebab sabun biasa bersifat membersihkan kulit tubuh yang berminyak dan berbau tidak sedap akibat kuman. Sementara, bayi tidak memerlukan sabun sejenis itu karena kulitnya belum berminyak dan berbau.

Pada dasarnya, bayi di bawah usia 1 tahun hanya butuh dimandikan kurang lebih tiga kali seminggu tanpa menggunakan sabun atau pembersih. Bagian yang perlu dibersihkan hanyalah bokong dan lipatan-lipatan yang ada pada tangan dan kaki. Namun pada saat bayi sudah cukup usia untuk beraktivitas di luar ruangan, frekuensi mandi bisa diperbanyak. Pada saat inilah Anda harus pintar-pintar memilih sabun yang paling aman untuk bayi.

sabun

Pada saat Anda membeli sabun bayi, perhatikan dengan teliti kandungan yang terdapat di dalamnya. Sabun bayi seharusnya tidak mengandung bahan kimia seperti parabendan phthalate karena kedua senyawa ini berbahaya bagi bayi. Selain itu, pilihlah sabun bayi yang ringan, lembut, serta bebas pewangi dan pengawet. Sayangnya, sabun bayi di pasaran masih banyak yang mengandung wewangian, bahan kimia, dan pengawet. Karenanya, banyak orang tua yang memutuskan untuk membuat sabun bayi sendiri.

Jika membuatnya sendiri, Anda dapat memastikan bahwa sabun tersebut tidak mengandung bahan kimia. Sebab, bahan-bahan yang digunakan adalah bahan organik, pewangi alami yang menenangkan, dan minyak. Sabun bayi membutuhkan kadar lemak yang lebih banyak dibandingkan sabun untuk orang dewasa sebagai bahan utama pelembut pada kulit bayi.

Untuk membuat sabun bayi sendiri, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan langkah-langkah pembuatannya.

  • Unscented castile soap (sabun zaitun murni), dapat dibeli di toko bahan organik (takaran sesuai kebutuhan).
  • Minyak esensial seperti lavender, jeruk, atau wewangian lain, asalkan bukan minyak wangi.
  • Ekstrak minyak rosemary yang berfungsi sebagai pengawet alami.
  • Bunga chamomile atau lavender utuh.

Setelah seluruh bahan tersebut siap, Anda dapat mulai membuat sabun bayi sendiri dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

  • Siapkan botol plastik ukuran 600 ml dengan bentuk sesuai kesukaan. Anda bisa menggunakan botol plastik tebal yang sudah pernah digunakan asalkan dicuci sampai bersih terlebih dahulu.
  • Tuang 414 ml (1 ¾ gelas) sabun cair castile ke dalam botol plastik tersebut.
  • Tambahkan dua tetes minyak esensial sebagai pengharum alami menggunakan pipet Anda bisa mengatur tingkat keharuman sesuai kesukaan pribadi.
  • Tambahkan dua tetes ekstrak minyak rosemary menggunakan pipet.
  • Masukkan 2 sendok makan (sdm) bunga lavender atau bunga chamomile, atau campuran dari bunga lavender dan chamomile (masing-masing 1 sdm) ke dalam sebuah mangkok kecil.
  • Masukkan ½ sdm bunga yang sudah dicampur ke dalam botol plastik tadi.
  • Kocok semua bahan di dalam botol selama 30 detik.
  • Diamkan hingga satu jam, lalu sabun cair dapat mulai digunakan.

Sabun bayi hasil buatan sendiri dapat Anda gunakan untuk memandikan anak-anak atau diberikan sebagai hadiah. Jika Anda sudah berhasil membuat sabun bayi seperti langkah di atas, silakan membuatnya dalam jumlah banyak untuk persediaan. Buatlah paling banyak persediaan untuk enam bulan ke depan agar bahan-bahannya masih segar dan tidak berisiko mengalami kedaluwarsa.

 

sumber : alodoktor

Menjaga Kesehatan Kulit Dengan Perawatan Yang Benar Tiap Hari

Menjaga Kesehatan Kulit Dengan Perawatan Yang Benar Tiap Hari

Kulit indah dan sehat merupakan dambaan semua orang. Namun keinginan memiliki kulit indah ada rintangannya juga. Faktor lingkungan yang buruk dapat merusak kesehatan kulit, tentu saja selain faktor alami yaitu pertambahan usia. Seorang ahli kulit sehat menyatakan bahwa kulit indah dan sehat sejalan dengan kebiasaan perawatan kulit yang tepat dan alami setiap hari.

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia dengan lapisan terluarnya yang dinamakan epidermis. Epidermis adalah bagian  berperan penting dalam melindungi kulit dari faktor-faktor perusak di luar tubuh. Di balik epidermis terdapat lapisan dermis yang disebut juga sebagai lapisan tengah kulit.

sabun

Di dalam jaringan epidermis sendiri terdapat tiga sel pendukung, antara lain:

  • Sel keratinocyte, memproduksi protein keratin menjadi bagian utama dari epidermis.
  • Sel melanocyte, memproduksi pigmen kulit atau disebut melanin.
  • Sel Langerhans, mencegah benda asing memasuki kulit.

Sedangkan di lapisan dermis, ada protein kolagen dan elastin yang memberi struktur dan membantu kelenturan kulit sehingga terlihat sehat.

Kulit mengalami regenerasi tiap 27 hari. Meski begitu, sepanjang hidup manusia, kondisi kulit akan berubah secara konstan menjadi lebih baik  atau lebih buruk tergantung kepada berbagai faktor. Karena itu, sangat penting untuk mempertahankan kesehatan dan vitalitas organ pelindung ini dengan melakukan perawatan kulit secara rutin.

Faktor Penyebab Kerusakan Kulit

Selain pertambahan usia, faktor lingkungan berpengaruh pada perubahan kulit, terutama dampaknya kepada proses alami penuaan kulit . Ahli kulit sehat tersebut juga mengatakan bahwa sinar matahari menjadi penyebab utama dari kerusakan kulit karena adanya kandungan sinar ultraviolet dan radikal bebas. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dari matahari pada dasarnya bersifat merusak sebagaimana efeknya dapat merusak kolagen dan elastin. Elastin adalah protein di dalam jaringan kulit yang membuatnya terasa lembut dan tampak kenyal.

Sinar UV juga berdampak kepada proses pigmentasi kulit. Dalam hal ini, efek negatif sinar UV dapat memicu kemunculan keriput, bintik-bintik cokelat, bahkan risiko kanker kulit. Belum lagi, tingginya radikal bebas turut berperan kepada pertumbuhan kanker kulit. Di sisi lain, merokok dan polusi udara dapat mengurangi kolagen dan mengakibatkan proses penuaan kulit prematur, seperti halnya efek sinar UV matahari.

Ahli kulit sehat juga menyatakan bahwa masih ada faktor lingkungan lain yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, seperti paparan bahan kimia yang menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit. Terdapat lebih dari 3.000 alergen  dan bahan iritatif yang tersebar di sekitar kita. Hal ini terutama menimpa orang-orang dengan kulit sensitif. Sebagai akibatnya, kulit menjadi merah. Cara termudah dalam melindungi kulit adalah menghindari kontak dengan bahan-bahan alergen tersebut, misalnya dengan memakai pelindung tubuh dan mengganti produk perawatan yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Perawatan Kulit Sehat secara Alami

Perawatan kulit sehat alami dapat dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung antioksidan, seperti buah beri, brokoli, wortel, dan bayam. Selain itu, produk dengan antioksidan seperti vitamin C dan E juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.

Lebih jauh lagi, guna menghindari kerusakan kulit akibat faktor buruk lingkungan, perlu dilakukan upaya perawatan kulit dengan produk perawatan kulit yang juga mendukung agar tetap sehat dan bersinar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perawatan kulit secara rutin adalah:

  • Rutin membersihkan wajah, setidaknya dua kali sehari.  Pastikan untuk menghapus riasan di malam hari sebelum tidur.   Gunakan pembersih lembut yang tidak mengandung deterjen dan pewangi. Utamakan juga pembersih wajah yang berbahan alami.
  • Gunakan produk pelembap. Bukan hanya bagi pemilik kulit kering, tapi gunakan produk ini juga bagi Anda yang berkulit berminyak.
  • Selalu pakai tabir surya tiap hari meski tidak sering beraktivitas di luar ruangan. Pada kenyataannya, langkah perawatan inilah yang terpenting untuk melindungi kulit. Pilih tabir surya dengan kandungan bahan alami dan mengandung SPF minimal 15 atau 30 untuk melindungi kulit dari sinar UV A dan UV B.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan hindari stres berkepanjangan.

Untuk mendapatkan perlindungan yang lebih efektif, pilihlah produk losion yang sesuai dengan jenis kulit. Misalnya untuk mengatasi kulit berminyak, gunakan produk perawatan kulit yang khusus bertujuan mengurangi kadar minyak pada kulit agar terhindar dari masalah jerawat. Namun apa pun jenis kulit kita,  ahli kulit sehatmenyatakan kulit indah dan bersinar merupakan hasil dari kebiasaan sehat dan perawatan kulit yang alami dan sederhana.

 

 

sumber : alodoktor

Waspada, Tak Bijak Atur Keuangan Bisa Membuat Hidupmu Kacau, Lho!

Waspada, Tak Bijak Atur Keuangan Bisa Membuat Hidupmu Kacau, Lho!

Ada pepatah yang mengatakan bahwa uang bukanlah segalanya di dunia ini. Tapi nyatanya, kehidupanmu dapat terganggu jika kamu tak bijak mengatur uang, yang mana hal ini dapat menggiringmu pada masalah keuangan.

Kesehatanmu adalah salah satu yang akan mengalami gangguan tersebut. Baik dari segi fisik dan mental, keduanya dapat terganggu jika kamu punya masalah keuangan.

Kamu mungkin berpikir, selagi memiliki uang ada baiknya digunakan dan dihabiskan untuk memenuhi segala hal yang kamu inginkan. Gajimu tiap bulannya habis begitu saja, tanpa disisakan untuk bekal tabungan di masa mendatang. Kamu berfoya-foya, membeli atau mengkredit sesuatu yang mungkin tidak kamu butuhkan.

Kemudian sampai pada waktu yang tidak kamu duga-duga, di mana kamu dituntut untuk mengeluarkan sejumlah uang dalam waktu singkat. Tapi apa daya kamu tidak memiliki simpanan uang sedikit pun. Alhasil, kamu mungkin memilih berhutang sana-sini . Gajimu setiap bulannya kini tak cukup untuk membiayai hidupmu, karena kamu harus membayar kreditan barang yang belum lunas, hutang plus bunganya, dan hal lainnya. Di sinilah kamu mulai mengalami kekacauan hidup akibat masalah keuangan.

Lantas, apa saja efek negatif akibat memiliki masalah keuangan pada kehidupanmu? Berikut penjelasannya!

Berimbas pada kesehatan mental dan fisik. Menurut seorang ahli, orang yang memiliki masalah keuangan dapat mengalami stres finansial. Ini merupakan salah satu jenis stres yang parah, karena orang yang mengalaminya bisa menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya menjalani pola makan tidak sehat , merokok, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, atau memakai obat-obatan terlarang. Yah, mungkin kamu merasa lebih membaik ketika menjalani pola hidup seperti itu. Tapi, perasaan nyaman tersebut hanya bersifat sementara. Setelah efeknya selesai, kamu bisa kembali menjadi stres atau justru lebih stres dari sebelumnya.

Stres juga sangat erat kaitannya dengan beberapa penyakit seperti:

  • Sakit perut
  • Diabetes
  • Migrain
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Menurunnya gairah seksual
  • Serangan jantung

Kemampuanmu untuk berpikir jernih juga menurun akibat mengalami stres finansial.

Keharmonisan keluarga terganggu. Stres yang kamu alami bisa membuatmu sulit untuk mengendalikan amarah. Kamu mungkin jadi lebih sering marah-marah dan bertengkar dengan pasangan serta anak-anakmu. Hal itu bisa berimbas pada kondisi keluargamu secara menyeluruh. Pasangan dan anakmu bisa juga mengalami stres karena melihat pola tingkahmu.

Hubunganmu dengan pasangan juga menjadi menurun, karena pada kondisi seperti ini kebanyakan orang memilih untuk menjauhi kebutuhan seksualnya.

Jadi, jangan sampai kamu mengalami masalah keuangan, yah. Rencanakan baik-baik pengeluaranmu setiap bulannya. Sisihkan sekian persen dari gajimu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memanjakan diri dan keluarga, serta untuk simpanan di masa mendatang, baik dalam bentuk menabung atau berinvestasi.

Memiliki persiapan keuangan juga bisa membuat pikiranmu tenang, kestabilan psikologis dan fisik pun menjadi sehat.

Sumber : alodoktor

Bunda, Ini Solusi Mengatasi Gagap Pada Anak

Bunda, Ini Solusi Mengatasi Gagap Pada Anak

Gagap merupakan gangguan bicara yang umumnya terjadi pada anak-anak. Kondisi ini biasanya hanya terjadi sementara atau hanya pada masa kanak-kanak saja. Namun, kondisi ini juga dapat bertahan hingga dewasa. Kenali cara mengatasi gagap pada anak, agar anak dapat berkomunikasi dengan lancar.

Pada sebagian anak, gagap sebenarnya merupakan salah satu bagian dari pembelajaran menggunakan kata dan berbahasa. Kondisi ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu bantuan ahli. Namun, pada sebagian anak, kondisi ini bisa terus terjadi hingga dewasa.

Penyebab pasti seorang anak menjadi gagap masih belum diketahui dengan pasti. Namun diperkirakan, gagap terjadi karena percampuran dari beragam faktor. Seperti faktor neurologis, genetik, dan gagap pada masa perkembangan.

Selain itu, faktor risiko seorang anak menjadi gagap juga dapat meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu orang atau lebih dengan kondisi sama, anak menjadi gagap lebih dari enam bulan, serta anak memiliki masalah lain dalam berkomunikasi. Di samping itu, umumnya anak laki-laki cenderung lebih berisiko mengalami gagap dibandingkan dengan anak perempuan.

Iqku-4

Atasi Masalah Gagap dengan Cara Ini

Gagap dapat menimbulkan dampak yang beragam bagi anak. Mulai dari masalah berkomunikasi, hingga berdampak pada psikososial anak. Kenalilah cara mengatasi gagap pada anak berikut ini:

  • Perhatikan dengan Sabar Ucapan Anak Menghadapi anak yang gagap memerlukan lebih banyak kesabaran. Dengarkanlah dengan baik dan seksama apa yang diucapkan oleh anak Anda. Jangan biarkan ia merasa Anda terganggu atau tidak sabar dalam mendengarkan ia berbicara. Selain itu, sebisa mungkin hindari memotong pembicaraannya atau terus bertanya apa yang ingin ia katakan.
  • Bicara dengan Tenang Selain memerhatikan apa yang ia katakan, cobalah untuk bicara dengan tenang dan perlahan. Buatlah suasana rumah menjadi tenang, nyaman, dan minta anggota keluarga lain untuk juga berbicara dengan tenang kepada anak Anda.
  • Hindari Perkataan Ini Ketika Anda mengetahui anak Anda mengalami gagap bicara, Anda mungkin ingin mengatakan. “Bicaralah perlahan”, atau “Cobalah bicara lebih jelas”  tapi dianjurkan untuk menghindari mengatakan hal tersebut.  Hal ini dimaksudkan agar anak Anda tidak kehilangan kepercayaan dirinya.
  • Ajak Anak Anda Membaca Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk membaca dengan suara yang keras. Membaca dengan suara yang keras dapat mengajarkan anak Anda untuk bernapas dengan baik saat berbicara. Meski mungkin awalnya sulit, cobalah untuk membantunya secara perlahan.

Selain itu, cobalah luangkan waktu untuk bicara berdua saja dengan anak Anda. Hal ini diharapkan dapat membantunya dalam menghadapi masalahnya dalam berkomunikasi.

Meski kondisi ini dapat hilang dalam hitungan bulan, namun jika gagap tidak kunjung hilang setelah lebih dari enam bulan, segera konsultasikan hal ini kepada ahlinya.

 

sumber : alodoktor

Ini Tahapan Usia Bayi Bisa Melihat

Ini Tahapan Usia Bayi Bisa Melihat

Melihat Malaikat Kecil Anda terlahir ke dunia, pastilah sangat membahagiakan. Bahkan, mungkin Anda sudah tidak sabar mengetahui Si Kecil sudah dapat melihat Anda atau belum. Penasaran kapan usia bayi bisa melihat? Mari kenali perkembangan penglihatan bayi Anda.

Begitu terlahir ke dunia, bayi Anda sesungguhnya sudah dapat melihat. Hanya, penglihatannya masih sangat terbatas. Setidaknya hanya sekitar 20-30 cm, atau sejauh jarak pandang Anda dan Si Kecil ketika sedang disusui. Selain belum dapat melihat jarak jauh dengan jelas, kedua matanya belum dapat bekerja dengan baik secara bersamaan, sehingga penglihatannya belum dapat terfokus dengan baik. Tapi jangan khawatir bayi Anda tidak dapat mengenali Anda, justru dengan penglihatannya yang terbatas ini dapat mempererat ikatan Si Kecil dengan Anda.

Tahapan Penglihatan Si Kecil

Bulan Kedua

Jika pada bulan pertama Si Kecil hanya tertarik pada warna hitam, putih, atau warna-warna terang dan juga belum bisa membedakan warna yang mirip seperti merah dan jingga, pada saat ini bayi Anda akan mulai belajar membedakan warna. Anda dapat membantu perkembangannya dengan memperlihatkan beragam buku, mainan, gambar, dan foto dengan warna-warna primer yang terang, disertai dengan desain rumit dan lebih detail.

Bulan Keempat

Di akhir bulan ketiga, ia akan mulai tertarik memperhatikan objek yang bergerak. Terlebih lagi jika objek tersebut memiliki pola dan bentuk yang menarik. Di bulan keempat ini, bayi Anda mulai senang melihat wajah orang-orang di sekitarnya termasuk Anda, bahkan meski dari kejauhan Si Kecil sudah dapat mengenali beberapa wajah yang akrab dengannya.

Di bulan keempat, kedalaman persepsi bayi Anda mulai berkembang. Begitu juga dengan perkembangan motoriknya. Sehingga ia mulai tertarik untuk menggenggam anting, kacamata, gelas, atau rambut Anda. Guna membantu perkembangan usia bayi bisa melihat ini, Anda dapat memberikan mainan yang melatih motoriknya seperti kerincingan atau sejenisnya.

Bulan Kelima

Pada bulan kelima, Si Kecil mulai dapat mengenali satu benda meski baru hanya melihat sebagian kecil dari bentuk benda tersebut. Ia juga sudah mulai mengikuti objek bergerak dan melihat benda kecil. Di bulan kelima ini, Si Kecil juga sudah dapat mulai menirukan ekspresi wajah Anda.

Bulan Kedepalan Hingga Bulan Keduabelas

Di bulan kedelapan, penglihatan Si Kecil sudah mulai meningkat bahkan hampir sebaik orang dewasa. Hal ini ditunjukkan dengan Si Kecil yang sudah mulai dapat melihat satu benda dari jarak jauh dengan lebih jelas. Meski belum lebih baik dari penglihatan jarak dekatnya. Tiba di bulan kesembilan, penglihatan Si Kecil sudah mulai lebih tajam dan bisa mengambil benda yang sangat kecil. Ia bahkan bisa saja menunjuk dan meminta benda-benda yang ada di dekatnya.

Semakin bertambahnya usia bayi Anda, di usia 12 bulan atau 1 tahun inilah bayi Anda sudah mulai dapat melihat dengan jelas. Ia semakin mudah mengenali orang-orang yang dikenal dari jarak kejauhan, dan dapat membedakan perbedaan jarak dekat dan jauh.

Kini, Anda sudah tahu bagaimana perkembangan penglihatan bayi Anda dan kapan usia bayi bisa melihat dengan jelas. Bantu perkembangannya dengan memberikan mainan yang dapat meningkatkan perkembangan penglihatannya dengan beragam mainan yang memiliki bentuk dan warna menarik.

 

sumber : alodoktor