Pantau Kondisi Kesehatan Melalui Air Liur

Pantau Kondisi Kesehatan Melalui Air Liur

Air liur merupakan cairan yang berperan penting dalam menunjang kesehatan mulut dan pencernaan. Perubahan jumlah air liur, dapat menandakan terganggunya kesehatan mulut atau kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Air liur diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar ludah. Kelenjar ini merupakan kumpulan sel yang disebut asini, dan memproduksi cairan yang mengandung air, enzim, lendir dan elektrolit.

Fungsi dan Manfaat Air Liur

Di dalam tubuh terdapat enam kelenjar ludah utama dan ratusan kelenjar ludah kecil. Tubuh umumnya memproduksi air liur 4-8 cangkir per hari. Produksi air liur paling tinggi  pada sore hari dan paling sedikit ketika malam hari.

Salah satu fungsi air liur yaitu menjaga kebersihan rongga mulut dari sisa-sisa makanan, serta mengandung enzim yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri pada mulut.

Selain itu, air liur juga bermanfaat untuk :

  • Membantu proses mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan.
  • Mencegah bau mulut.
  • Menjaga mulut tetap lembab dan sehat.
  • Menghasilkan mineral dan protein yang melindungi lapisan enamel gigi.
  • Mencegah penyakit gusi dan kerusakan gigi.
  • Menjaga penempatan gigi palsu.

Jangan Sampai Kekurangan

Beberapa obat dan penyakit tertentu bisa memengaruhi produksi air liur. Kelenjar ludah yang tidak mampu menghasilkan air liur dalam jumlah yang cukup bisa menyebabkan mulut kering atau xerostomia. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gejala mulut kering di antaranya rasa haus terus-menerus, bau mulut, tenggorokan kering, gangguan mengecap rasa, mengunyah, dan menelan makanan. Berikut ini penyebab mulut kering:

Dehidrasi. Kekurangan asupan cairan, dapat menyebabkan produksi air liur berkurang,

Penyakit dan infeksi tertentu. Termasuk anemia, diabetes, hipertensi, penyakit Parkinson, stroke, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

Obat-obatan tertentu. Umumnya obat-obatan yang digunakan untuk menangani nyeri, gelisah, depresi, alergi, asma, mual, diare, hipertensi, dan epilepsi.

Perawatan medis. Gangguan ini bisa disebabkan tindakan perawatan medis yang menyebabkan gangguan pada fungsi kelenjar liur seperti radiasi di area kepala dan leher atau kemoterapi pada penderita kanker.

Kerusakan saraf maupun organ kelenjar liur. Gangguan ini bisa disebabkan oleh terjadinya cedera pada area kepala dan leher, tindakan perawatan medis yang menyebabkan gangguan pada fungsi kelenjar liur seperti pembedahan atau radiasi di area kepala dan leher, maupun kemoterapi pada penderita kanker.

Tindakan pencegahan kekurangan air liur yang disebabkan obat-obatan harus melalui konsultasi kepada dokter. Dokter akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat yang diminum. Dokter juga bisa memberikan obat kumur atau obat yang diminum untuk meningkatkan produksi air liur.

Selain itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi air liur, seperti mengunyah permen karet bebas gula, minum lebih banyak air dan menggunakan pelembap ruangan di ruang tidur.

Ketika Air Liur Berlebih

Air liur yang mengalir keluar dari mulut disebabkan oleh adanya kesulitan menelan, gangguan pada otot-otot wajah dan leher, atau karena produksi air liur yang berlebihan. Hal-hal tersebut dapat menjadi pertanda adanya kelainan medis, gangguan perkembangan, ataupun efek dari obat-obatan tertentu.

Air liur umumnya tampak menetes pada bayi berusia 3-6 bulan. Kondisi ini tergolong normal, terutama saat menjalani proses tumbuh gigi.

Pada orang dewasa, air liur berlebihan bisa menjadi pertanda :

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan asam yang tinggi.
  • Gangguan neurologis seperti stroke, penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan cerebral palsy.
  • Radang tenggorokan, radang amandel dan sinusitis
  • Alergi.
  • Peningkatan kadar asam lambung.

Beberapa ibu hamil mengalami produksi air liur lebih banyak, terutama ketika merasa mual. Kelebihan air liur tersebut menyebabkan rasa tidak nyaman bagi ibu hamil, namun tidak membahayakan janin.

Tindakan penanganan kelebihan produksi air liur bisa melalui pemberian suntikan botulinum toxin maupun melalui operasi, disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya. Namun, air liur yang menetes keluar pada saat tidur atau pada anak balita, umumnya tidak perlu penanganan khusus.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami gangguan produksi air liur untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

 

sumber : alodoktor

Mengandalkan Antibiotik Alami Untuk Mencegah Infeksi

Mengandalkan Antibiotik Alami Untuk Mencegah Infeksi

Siapa yang menyangka bahwa bumbu atau tanaman yang mungkin sering Anda jumpai bisa menjadi antibiotik alami? Salah satunya madu, merupakan antibiotik alami tertua yang diaplikasikan ke dalam metode pengobatan.

Pemakaian antibiotik bertujuan membasmi dan menghalangi pertumbuhan bakteri. Antibiotik telah dikenal dan diaplikasikan sejak beratus-ratus tahun lalu. Namun, belakangan ini mulai banyak penelitian yang membuktikan khasiat antibiotik pada bahan-bahan alami.

Madu merupakan Antibiotik Alami Pengusir Penyakit

Madu merupakan antibiotik alami tertua yang dipercaya mampu membantu tubuh mengatasi serangkaian penyakit. Khasiat madu sudah digunakan sejak peradaban Mesir kuno sebagai balsem penyembuh luka dan antibakteri. Semakin gelap warna madu, makan semakin baik kemampuan anti bakteri dan antioksidannya. Para praktisi kesehatan sepakat bahwa manfaat madu sebagai obat-obatan alami terbilang ampuh.

Madu mengandung hidrogen peroksida yang berguna sebagai antibakteri. Salah satu manfaat madu adalah melindungi dan merawat kesehatan kulit. Madu juga mengandung gula dalam jumlah cukup banyak yang berfungsi menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.

Salah satu jenis madu yang dipercaya ampuh untuk menjaga kesehatan adalah madu manuka. Pemakaian madu sebagai antibiotik alami adalah dengan mengoleskan langsung ke daerah terinfeksi. Pengolesan madu akan berpengaruh di dalam membunuh bakteri dan mempercepat proses penyembuhan.

Walau demikian, masih diperlukan banyak penelitian untuk membuktikan hal ini. Satu hal yang perlu diingat adalah jauhkan anak-anak yang berusia di bawah satu tahun dari jangkauan dan konsumsi madu. Bila madu dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 1 tahun dapat berisiko mengakibatkan penyakit botulisme, yang menyebabkan kelumpuhan.

Selain madu, ada pula beberapa bahan yang sebagai antibiotik alami seperti :

Minyak esensial daun timi

Minyak ini berperan penting dalam menangkal bakteri. Penelitian menguji minyak esensial daun timi dan lavender untuk menangkal serangan lebih dari 120 bakteri. Hasilnya, minyak esensial daun timi lebih efektif di dalam membunuh bakteri. Penggunaan minyak essensial daun timi ini hanya untuk luka luar. Tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Ketika mengaplikasikannya pada luka, campurkan minyak essensial oil daun timi dengan carrier oil, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Hal ini dilakukan karena minyak daun timi yang tidak dilarutkan dapat menyebabkan radang dan iritasi.

Minyak esensial oregano

Kandungan carvacrol dalam minyak essensial oregano memiliki fungsi penting dalam mengurangi peradangan dan menyembuhkan tukak lambung. Cukup teteskan sedikit minyak esensial oregano ke dalam air. Teteskan campuran ke daerah yang terinfeksi. Minyak esensial ini juga dipercaya mampu mengatasi infeksi sinus penyebab sinusitis dengan mengirupnya. Namun, jangan menelan atau mengoleskan langsung ke kulit.

Ekstrak bawang putih

Ekstrak bawang putih telah cukup lama dipercaya bersifat antimikroba. Penelitian pada tahun 2011 membuktikan konsentrat bawang putih cukup efektif dalam melawan serangan bakteri. Ekstrak bawang putih sendiri dapat ditemukan di pasaran. Jika ingin membuatnya sendiri, rendam beberapa siung bawang putih dalam minyak zaitun. Umumnya bawang putih aman dikonsumsi. Setidaknya hingga dua siung per hari. Lebih dari itu, berisiko menimbulkan perdarahan internal. Bawang putih dalam dosis besar dapat memperkuat efek obat pengencer darah. Oleh karenanya, konsultasikan masalah penggunaan bawang putih sebagai antibiotik kepada dokter.

Tanyakan terlebih dulu kepada dokter sebelum menggunakan antibiotik alami, dan jangan menggantikan obat antibiotik dari dokter dengan antibiotik alami tanpa persetujuan dokter. Saran dari dokter merupakan solusi yang tepat demi menghindari komplikasi dan memburuknya penyakit.

 

sumber : alodoktor

Hati-Hati Risiko Infeksi Jamur Dibalik Perawatan Kuku

Hati-Hati Risiko Infeksi Jamur Dibalik Perawatan Kuku

Tidak hanya wanita, kini pria juga semakin sadar terhadap perawatan kuku. Berbagai perawatan kuku dilakukan untuk mempercantik penampilannya. Hanya saja, jika Anda tidak berhati-hati, ada risiko mengintai dibalik itu,

Berkat kemajuan teknologi, perawatan kuku yang dahulu hanya bisa dilakukan di salon atau gerai kecantikan kuku, kini bisa dilakukan sendiri di rumah. Di sisi lain, hal ini dapat menimbulkan masalah baru yang harus dicermati. Produk dan alat-alat untuk merawat kuku berisiko menyebabkan kuku rusak bahkan terinfeksi jamur, jika Anda tidak menjaga kebersihannya dengan seksama.

Hal-hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Jamur

Tidak hanya perlengkapan di rumah, namun peralatan yang digunakan untuk melakukan perawatan kuku di salon juga harus diperhatikan kebersihannya. Sebab, jika tidak terjaga kebersihannya, peralatan seperti gunting kuku atau alat-alat yang lain dapat menyebarkan infeksi jamur pada siapa saja yang menggunakan.

Infeksi jamur pada kuku (onikomikosis) bisa terjadi pada kuku kaki ataupun kuku tangan. Berbagai faktor yang memungkinkan terjadinya jamur tersebut, antara lain :

  • Menggunakan produk kecantikan kuku yang mengandung bahan kimia berlebihan.
  • Terdapat cedera pada kuku dan atau luka pada kulit di area sekitarnya.
  • Kurang menjaga kebersihan kuku.
  • Daya tahan tubuh sedang rendah.
  • Memakai pakaian tertutup seperti kaus kaki, sarung tangan, baju tertutup dan lembap dalam waktu lama.
  • Berenang di kolam renang umum
  • Menderita diabetes.
  • Lanjut usia atau berusia di atas 65 tahun.
  • Memiliki penyakit tertentu yang mengganggu sirkulasi darah.

Mengenali Gejala-Gejalanya

Sebenarnya tidak ada gejala tertentu ketika Anda mengalami infeksi jamur kuku. Hanya pada sebagian kasus saja, penderita infeksi jamur kuku merasakan sakit atau nyeri.

Rasa nyeri bisa timbul ketika kuku menjadi lebih tebal, sehingga terasa sakit pada saat memakai sepatu. Selain itu, penebalan kuku juga dapat menyebabkan kesulitan berdiri, berjalan atau melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan kaki atau tangan.

Gejala lainnya seperti mengalami kesemutan, rasa seperti ada yang menusuk, atau ada yang merayap di kulit, padahal tidak ada apa pun yang tampak mengganggu. Hal ini disebut dengan parestesia, terjadi karena adanya iritasi atau gangguan pada saraf.

Keluhan lain jika terjadi infeksi jamur pada kuku yaitu bagian kuku dan ujung jari menjadi rapuh dan rusak terutama jika infeksi jamur sudah parah. Masalah sosial pun dapat terjadi, misalnya menarik diri dari pergaulan karena merasa malu, hingga merasa tidak percaya diri.

Cara Mengatasi Infeksi Jamur Kuku

Jika kuku telanjur terinfeksi jamur, disarankan untuk segera diobati. Ada beberapa cara dalam mengobati kuku yang sudah terkena jamur.

Pertama, minum obat antijamur yang berperan dalam membantu menumbuhkan kuku baru yang bebas dari jamur, sehingga kuku lama yang terinfeksi perlahan-lahan tergantikan.

Selain itu, bisa juga menggunakan cat kuku atau larutan oles antijamur yang mengandung lactic acid, propylene glycol dan urea. Caranya dengan mengoleskan cat kuku tersebut pada kuku yang terinfeksi, termasuk kulit di sekitarnya. Ada pula losion khusus yang mengandung urea untuk mengatasi jamur kuku, terutama bila kuku tipis.

Anda juga dapat menggunakan krim kuku antijamur. Rendam kuku terlebih dahulu, lalu oleskan krim pada kuku yang terinfeksi. Krim tersebut dapat mengatasi jamur yang ada pada permukaan kuku, hingga jamur yang terdapat di lapisan bawahnya.

Tindakan medis lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengatasi infeksi jamur kuku oleh dokter seperti :

  • Tindakan bedah untuk membuang kuku yang rusak akibat jamur, sehingga nantinya akan tumbuh kuku baru yang sehat. Cara ini dilakukan jika infeksi sudah parah dan terasa sangat sakit.
  • Terapi laser dengan kombinasi krim kuku. Namun, cara ini masih jarang tersedia dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Selain tindakan pengobatan di atas, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, protein dan zat besi untuk mendukung proses penyembuhan

Tips Menjaga Kuku Tetap Sehat

Perhatikan hal-hal ini jika Anda menginginkan kuku tetap sehat tanpa terkena jamur kuku:

  • Gunting kuku secara teratur. Jaga agar kuku tidak terlalu panjang.
  • Jangan malas mencuci tangan agar kuku terjaga kebersihannya. Setelah itu, keringkan dengan benar. Hindari kuku berada dalam kondisi lembap dalam waktu yang lama, terutama saat menggunakan kuku palsu.
  • Apabila melakukan perawatan kuku di salon, pastikan alat perawatan kuku benar-benar bersih. Pastikan produk kecantikan yang digunakan belum memasuki masa kedaluarsa, saat Anda menggunakannya.
  • Jika perlu, bawa peralatan perawatan kuku sendiri saat ke salon, agar lebih terjamin kebersihannya. Pastikan produk kecantikan kuku disimpan dengan baik, tidak terkena cahaya matahari langsung, tidak lembap, kemasan tidak rusak.
  • Hindari menggunakan kuku palsu saat mengalami infeksi jamur kuku, sebab dapat memperburuk kondisi.
  • Selalu gunakan sepatu atau alas kaki apabila berada di tempat umum seperti kolam renang dan tempat lainnya. Namun, sebaiknya hindari menggunakan sepatu yang sudah lama tidak terpakai.

Menjadikan kuku sebagai salah satu bagian tubuh yang cantik memang penting untuk menunjang penampilan. Namun, menjaga kesehatannya, jauh lebih penting. Karena itu, tetaplah merawat kuku dengan alasan kesehatan, bukan hanya kecantikan semata, agar kuku terbebas dari infeksi jamur.

 

Sumber : alodoktor

Kulit Sehat Pada Berbagai Usia

Kulit Sehat Pada Berbagai Usia

Ketika berbicara masalah perawatan kulit, kita memang sering kali mengalami kesulitan untuk memilih perawatan kulit apa yang cocok untuk usia dan jenis kulit. Meskipun  begitu banyak produk perawatan kulit untuk membantu menyembunyikan tanda-tanda penuaan, namun Anda harus bisa memilih produk perawatan kulit yang tepat sesuai usia Anda. Berikut ini tipikal kulit dari berbagai usia dan cara perawatannya.

Usia 20-an

Memasuki usia 20-an kulit Anda mungkin cenderung rentan dengan produksi minyak berlebih dan pori-pori kulit wajah yang besar. Pada usia produktif ini dibutuhkan produk perawatan utama berupa pembersih dan pelembap yang dapat mengurangi kelebihan minyak di wajah. Gunakan pelembap bebas minyak dan  menjalani gaya hidup sehat, di antaranya  istirahat yang cukup, olahraga teratur, mengonsumsi banyak buah dan sayur, serta air putih.

Usia 30-an

Usia 30-an, kulit Anda masih  terlihat muda, sehat, dan menarik, tanpa garis atau kerutan di wajah. Tapi hal ini tergantung pada seberapa baik Anda telah merawat kulit Anda. Gunakan pelembap dengan kandungan nutrisi yang tepat untuk mempertahankan elastisitas kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan, serta konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan untuk membantu kulit dari serangan radikal bebas.

Usian 40-an

Pada usia ini, kulit cenderung mengalami banyak perubahan. Hal ini disebabkan menurunnya kadar hormon esterogen dan progesterone yang mengakibatkan kurangnya elastin dan kolagen. Selain itu, produksi sebum pun menurun. Akibatnya, kulit akan tampak kering dan tipis. Maka itu, gunakan rangkaian perawatan wajah yang dapat melembapkan wajah dengan maksimal dan menjaga kekencangan kulit.

HIPERPIGMENTASI

Hiperpigmentasi adalah perubahan warna pada kulit sehingga kulit tampak lebih gelap. Banyak faktor yang dapat memicu hiperpigmentasi, antara lain proses penuaan, paparan sinar matahari, faktor hormonal dan stres. Untuk mengatasi hiperpigmentasi, gunakan pelembap dengan kandungan bahan alami yang dapat mencerahkan dan mengurangi spot hitam, serta mengandung SPF untuk pencegahan dari sinar UV.

EXPRESSION LINES

Kerutan dapat disebabkan oleh garis ekspresi yang terus menerus terbentuk ketika berekspresi seperti tersenyum, tertawa ataupun sedih. Cegah munculnya kerutan dengan selalu menggunakan pelembap dan serum yang mampu menyamarkan kerut wajah sejak usia dini, serta konsumsi buah-buahan secara rutin.

Jadi, sebaiknya lakukan perawatan kulit sesuai dengan jenis kulit Anda, karena seperti yang dijelaskan di atas bahwa setiap kulit mempunyai perawatan yang berbeda pada setiap jenis kulit dan usia. Lalu bagaimana menemukan produk perawatan kulit sesuai usia Anda?

Produk yang menyediakan perawatan kulit seperti BIOKOS dapat menjadi pilihan Anda, karena BIOKOS menyediakan produk perawatan kulit sesuai dengan jenis kulit Anda. BIOKOS terbuat dari bahan alami, terbukti efektif dan aman serta disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan kulit. BIOKOS juga telah melalui uji klinis dan direkomendasikan oleh para dermatologist.

 sumber : meetdoctor.com
Berapa Kadar Gula Darah Normal Pada Tubuh?

Berapa Kadar Gula Darah Normal Pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki?

Sebenarnya kadar gula darah normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur.

Seusai makan, sistem pencernaan Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi.

Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih akan disimpan di hati untuk dipakai di kemudian hari.

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

  • Sebelum makan: 70 – 130 mg/dL.
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL.
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL.

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Menjaga kadar gula darah agar dalam angka normal sangat penting. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia) bisa berdampak negatif pada tubuh Anda. Jika gula darah Anda di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.

Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain:

  • Tubuh lemas.
  • Kulit pucat.
  • Berkeringat.
  • Kelelahan.
  • Kelaparan.
  • Gelisah.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah marah.
  • Kesemutan di area mulut.
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan.
  • Kejang.
  • Jantung berdebar.

Efek terlalu tingginya kadar gula darah antara lain:

  • Bobot tubuh berkurang.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Tubuh lelah.
  • Haus.
  • Sering buang air kecil.
  • Mudah gelisah.
  • Penglihatan buram.
  • Kulit mengering, memerah dan terasa panas.
  • Sering infeksi gigi.

Untuk menghindari hal di atas, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga rutin. Dengan rutin berolahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah . Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.
  • Perhatikan asupan. Anda diperbolehkan untuk mengonsumsi karbohidrat namun batasi porsinya. Karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit, brokoli, bayam, dan kayu manis.
  • Makan tepat waktu. Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.
  • Hindari stres. Jika Anda mengalami stres segera atasi karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah Anda meningkat.
  • Selalu sedia camilan manis. Untuk berjaga-jaga, selalu bawa camilan manis seperti permen, guna mencegah kadar gula darah menurun drastis.

Selain dengan cara-cara di atas, Anda juga bisa menjaga kadar gula darah normal Anda dengan rutin melakukan tes gula darah. Tes gula darah bisa dilakukan di rumah sakit atau jika ingin praktis, Anda bisa membeli alat tes gula darah yang bisa dipakai di rumah.

 

 

sumber : alodoktor

Bercak Darah Seperti Haid, Pertanda Hamil?

Bercak Darah Seperti Haid, Pertanda Hamil?

Salah satu ciri hamil adalah tidak lagi mengalami haid. Namun, jika Anda sedang menjalani program hamil dan melihat bercak darah kecokelatan di jadwal rutin menstruasi Anda, jangan buru-buru kecewa. Bercak tersebut kemungkinan besar adalah bercak implantasi yang merupakan tanda awal kehamilan. Bercak ini biasanya muncul pada hari ke – 6 hingga 12 hari setelah pembuahan. Terkadang tanda ini sering disalahartikan sebagai menstruasi biasa.

Mengapa bisa terjadi?

Setelah sel sperma membuahi sel telur, maka jadilah embrio. Embrio ini akhirnya berlabuh di rahim dan menempel pada dindingnya. Saat embrio ini menempel, pembentukan plasenta (ari-ari) juga dimulai. Saat plasenta terbentuk, vili – saluran makanan seperti jari–pun berkembang. Vili inilah yang menembus rahim untuk bersatu dengan pembuluh darah ibu.

Proses ini normal terjadi. Lewat vili inilah nutrisi dari sirkulasi ibu mengalir ke bayi.  Saat vili menembus rahim, pembuluh darah kecil di rahim pecah dan terjadilah sedikit perdarahan. Darah yang keluar akan berhenti dan menyembuhkan diri dengan sendirinya. Hal ini tidak akan menimbulkan dampak apapun pada perkembangan bayi.

Apa saja gejalanya?

Keluarnya darah yang warnanya lebih terang (terkadang bisa kecoklatan) dan jauh lebih sedikit dibandingkan saat menstruasi. Terkadang Anda dapat merasakan keram di perut, namun tidak berlebihan. Perdarahan ini berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari saja (terkadang 2 – 3 hari).

Bercak darah cenderung lebih cepat muncul dibandingkan gejala mual-muntah (morning sickness)

Bagaimana pengobatannya?

Darah ini akan berhenti mengalir dengan sendirinya. Namun, jika Anda khawatir bahwa Anda berdarah cukup banyak, segera konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan bertanya mengenai berapa banyak darah yang keluar dan bagaimana warnanya.

Adakah perdarahan lain yang dapat terjadi pada saat kehamilan?

Wanita hamil dapat mengalami perdarahan akibat berbagai macam sebab selain implantasi. Jika perdarahan berlangsung hebat dengan atau tanpa nyeri, atau nyeri perut / keram terus menerus, segera hubungi dokter.

Jika Anda hamil dan melihat darah yang bukan bercak implantasi, hal ini mungkin disebabkan oleh :

Seks. Terkadang hal ini terjadi pada awal kehamilan, meskipun sebenarnya dapat terjadi kapan pun selama hamil. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon. Perdarahan ini akan berhenti dengan sendirinya.

Infeksi. Terkadang infeksi dapat menimbulkan perdarahan. Namun biasanya ada gejala penyerta lain seperti demam, keluar cairan kental terkadang berwarna kuning kehijauan Pemeriksaan inspekulo dapat menentukan apakah perdarahan berasal dari dalam rahim itu sendiri, leher rahim, atau vagina. Jika terdapat infeksi dari vagina, maka akan diberikan terapi untuk meredakan jaringan yang membengkak dan menghentkan perdarahan.

Kehamilan Ektopik. Kehamilan ektopik adalah keadaan dimana embrio berkembang diluar rahim, umumnya di tuba falopii (saluran sel telur). Namun, kejadiaannya sangat jarang. Hanya sekitar 2% dari kehamilan. Gejalanya yaitu berupa perdarahan terus menerus dan nyeri perut hebat. Keadaan ini cukup berbahaya. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Hamil Anggur. Kehamilan mola atau molahidatidosa atau yang lebih dikenal dengan hamil anggur, kejadiannya cukup langka. Pada hamil anggur, alih-alih bayi, sebuah jaringan abnormal berkembang di rahim. Gejalanya adalah muntah hebat dan rahim membesar drastis.

Keguguran. Keguguran adalah hal yang paling umum terjadi dan paling ditakuti ibu hamil selama 12 minggu awal kehamilan. Salah satu gejalanya adalah perdarahan terus menerus, nyeri perut bagian bawah, dan/atau keluar jaringan dari vagina. Akan tetapi, lebih dari 90% wanita yang mengalami perdarahan, tidak berujung pada gugur janin, jika segera ditangani oleh dokter.

Adanya bercak darah implantasi ini tidak berbahaya baik bagi ibu dan janinnya dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, jika perdarahan semakin banyak dan berlangsung terus menerus, tentu hal ini patut diwaspadai. Segera konsultasikan ke dokter Anda, terutama jika gejala ini disertai dengan demam, menggigil, atau nyeri perut yang hebat.

 

Ditulis Oleh: dr. Faradhillah A. Suryadi